45 Tahun Peristiwa Malari, Hariman Siregar Sampaikan Pidato Politik

Wednesday, 30 January 19 | 07:09 WIB

Selasa 15 Januari, tepat 45 tahun peristiwa Malari. Suara Mahasiswa UI mengunjungi acara yang diadakan oleh InDEMO dengan tema “Mengembalikan Demokrasi, Make Democracy Real”. Acara ini dilaksanakan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Hariman Siregar, yang merupakan salah satu aktor utama peristiwa Malari juga selaku penggagas InDEMO, menyampaikan pendapat politiknya di sini. Ia menyinggung bahwa pemerintah seharusnya pro pada rakyat kecil.

“Yang saya mau katakan, bahwa kami ini sadar-sesadarnya bahwa tidak bisa pertumbuhan ini dengan hutang, gak bisa pertumbuhan ini hanya growth tanpa memikirkan jurang rakyat miskin,” katanya.

Hariman juga menegaskan bahwa kesenjangan semakin tinggi dikarenakan peminjaman modal sekarang jauh lebih gampang. Oleh karenanya, orang-orang kaya sekarang mudah memperoleh kapital tambahan. Dan muncul demagog baru yang sekarang kita bicarakan sebagai populisme.

Ia juga menyinggung soal politik transaksional yang sekarang marak terjadi di Indonesia. Menurutnya, hal ini diakibatkan oleh tidak adanya kekuatan dan konsisten dalam partai-partai. Akibatnya partai tersebut menjadi lemah dalam menggunakan sumber daya manusia karena harus berkompromi.

Selain pidato politik oleh Hariman Siregar, acara ini juga menampilkan pameran sketsa & karikatur dari Alex Dinuth, pembacaan dan drama sajak-sajak W.S. Rendra oleh Komunitas Guntur 49, serta penampilan musik dari Glenn Fredly. Acara 45 tahun Malari ini juga digunakan sebagai HUT InDEMO yang ke-19. Organisasi ini didirikan oleh Hariman Siregar dan aktivis-aktivis lainnya. Organisasi ini adalah lembaga yang peduli terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.

Perisitwa Malari atau biasa disingkat Malapetaka Lima Belas Januari adalah peristiwa demonstrasi yang terjadi pada 15 Januari 1974. Pada saat itu, Perdana Menteri Jepang, Tanaka Kakuei berkunjung ke Jakarta. Para mahasiswa merencanakan untuk menyambutnya dengan mengadakan demonstrasi yang berujung kerusuhan, pembakaran, dan lain sebagainya. Unjuk rasa ini sebagai aksi para mahasiswa yang berjuang terhadap anti modal asing. Demonstrasi ini pun berakhir dengan ditangkap dan dijebloskannya beberapa aktivis dan mahasiswa ke penjara, salah satunya termasuk Hariman Siregar.

Teks: Muhamad Aliffadli
Foto: Ahmad Helmy
Editor: Grace Elizabeth Kristiani
Kontributor: Ahmad Helmy

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Sesparlu Gandeng Mahasiswa di Simulasi MSNS 2018
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Mahasiswa Suarakan Tujuh Kebohongan Industri Rokok dalam Pameran dan Seni
Revolusi Industri 4.0: Masihkah Relevan Gerakan Mahasiswa?
Peneliti INDEF: Uraikan Sejarah hingga Rekomendasi Kebijakan Student Loan