Uji Coba Bus Listrik Bebas Bising dan Polusi Udara di Monas Jakarta

Sunday, 19 May 19 | 03:05 WIB

Mungkin, dari kita sekalian pernah terlontar pertanyaan mengenai mengapa kereta ada yang berbahan bakar listrik sementara bus tidak demikan halnya. Pertanyaan tersebut kini telah hadir dalam sebuah wujud bus bertuliskan slogan “Bus Listrik Transjakarta, Tanpa Knalpot yang Berisik, Segarkan Udara Kotaku”, “Transjakarta Electric Vehicle”, dan “Connecting The Life of Jakarta”.

Bus ini adalah bus Transjakarta model terbaru yang diproduksi oleh dua pabrikan berbeda yakni MAB alias Mobil Anak Bangsa yang merupakan bus listrik buatan dalam negeri dan BYD alias Build Your Dream yang merupakan bus listrik yang diimpor dari Tiongkok. Setelah dipamerkan di Jakarta International Expo Kemayoran dan Car Free Day, bus ini dapat diuji coba oleh umum pada 18 dan 19 Mei 2019 di pintu masuk barat daya Monumen Nasional Jakarta.

Bus listrik yang tersedia untuk di uji coba pada 18 Mei adalah bus dengan merek BYD dengan rute uji coba Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya – Jalan Tugu Monas – Jalan Pelataran Merdeka – Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya. Seperti yang dikatakan oleh pihak Transjakarta, bus berkelir biru-hijau ini adalah bus ramah lingkungan berkat teknologi bahan bakar listrik dan baterai yang digunakannya. Waktu pengisian daya bus listrik hanya memerlukan waktu empat jam dan setelah itu bus dapat digunakan hingga sejauh 240 km. Suara mesin dan gas buang yang dihasilkan oleh bus ini sama sekali tidak ada yang membuatnya disandang dengan gelar ramah bising dan polusi. Untuk masalah perawatan, bus listrik yang juga disebut sebagai Kalpatrans ini diklaim lebih mudah dan lebih hemat dibandingkan dengan bus diesel.

Rencananya, bus listrik yang disimpan di Pool Pegangsaan ini akan kembali melayani uji coba (kemungkinan sebagai layanan Metrotrans) pada bulan Oktober 2019 pada Koridor 1 dan Koridor 6 Transjakarta dengan lama percobaan berkisar 6-12 bulan. Untuk Koridor 1, bus hanya akan melayani rute Monas hingga Bundaran Senayan sejauh 7,5 km dan untuk Koridor 6 hanya akan melayani rute Ragunan hingga Kuningan sejauh 13km. Bus listrik akan beroperasi dari pukul 05:00 WIB hingga pukul 22.00 WIB yang berarti, bus ini tidak akan beroperasi sebagai layanan AMARI atau Angkutan Malam Hari.

Kira-kira, akankah armada bikun kita tercinta diganti dengan bus listrik juga ataukah dengan trem listrik virtual? Waktu yang akan menjawabnya.

 

Teks: Adrian Falah
Foto: Adrian Falah
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait