Diskusi Publik Ringkasan Tahunan HopeHelps UI 2020

Reka Sonia, Rahayu Zahra, 05 July 2020

Pada Sabtu, 4 Juli 2020 HopeHelps UI membuka diskusi publik dalam rangka peluncuran Ringkasan Tahunan HopeHelps UI 2020 (RITA HopeHelps UI 2020) “Esa Hilang, Dua Terbilang: Refleksi Angka Kekerasan Seksual di Universitas Indonesia”. Diskusi berjalan lancar dengan dipandu oleh Prilia Kartika Apsari selaku moderator mewakili HopeHelps UI dan dilaksanakan secara daring pada pukul 13.00-15.00 WIB. Terdapat 70-80 tamu undangan yang hadir dari berbagai kalangan, seperti para akademisi, perwakilan organisasi/ lembaga, media pers, dan para pakar yang relevan. 

Pemaparan Ringkasan Tahunan HopeHelps UI 2020 disampaikan oleh Muh. Wildan Teddy Bintang P. Has selaku Direktur Jaringan dan Hubungan Masyarakat Hope Helps Network dan Direktur Lokal Hope Helps UI 2019-2020. Selain itu, terdapat 4 narasumber lain yang dihadirkan untuk mengisi materi, yaitu Siti Ma’zuma, S.H sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum Apik (LBH Apik), Dr. Lidwina Inge Nurtjahyo, S.H., M.Si sebagai Dosen Hukum, Masyarakat dan Pembangunan Fakultas Hukum UI, Yosephine Dian Indraswari, M.psi, Psi sebagai Koordinator Yayasan Pulih dan Dr. Nahe’i, MHI sebagai Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan

HopeHelps UI adalah suatu organisasi non profit yang memberikan wadah terkait pengadaan layanan tanggap dan pencegahan kekerasan seksual di UI. Dalam menangani kasusnya, HopeHelps UI menerima laporan melalui kanal resmi HopeHelps UI dan upaya jemput bola berdasarkan laporan secara lisan kepada anggota HopeHelps UI

Sepanjang periode kepengurusan tahun 2019-2020 terdapat 39 kasus kekerasan seksual dalam lingkup civitas akademika Universitas Indonesia yang diterima oleh Bidang Advokasi HopeHelps UI. Laporan tersebut berasal dari aduan korban sendiri yang mengalami kekerasan seksual, sebanyak 24 orang. Teman dari korban kekerasan seksual sebanyak 12 orang, anggota keluarga korban sebanyak 1 orang dan pihak lainnya yang memiliki informasi atas tindak kekerasan seksual terhadap anggota sivitas akademika Universitas Indonesia sebanyak 2 orang. Selain itu, dari 39 laporan yang melibatkan civitas akademika UI, 3 korban diantaranya merupakan laki-laki dan 36 korban lainnya perempuan. 

Menurut HopeHelps, kasus-kasus tersebut hanyalah "fenomena gunung es". Mereka yakin kasus yang sebenarnya terjadi lebih dari itu. Kasus kekerasan seksual yang terjadi juga membuktikan adanya relasi kuasa, fakta ini disampaikan dalam presentasi Hope Helps yang menunjukkan bahwa 28 laporan kekerasan seksual yang diterima terjadi dengan adanya relasi kuasa sedangkan 11 lainnya tidak dapat diidentifikasi. 

Relasi kuasa yang berujung pada kekerasan seksual di lingkungan kampus menjadi penyebab para korban kasus kekerasan seksual ragu untuk melaporkan dan mencari keadilan, pasalnya ketidaksetaraan status antara pelaku dan korban membuat korban merasa tidak berdaya dan berpeluang didiskriminasi serta diancam oleh pelaku. Beberapa ketimpangan relasi kuasa diantaranya adalah antara mahasiswa tingkat atas dengan dibawahnya, dosen dengan mahasiswa, pemimpin organisasi dan anggota, dan lainnya

Untuk itu, HopeHelps UI mengusulkan beberapa rekomendasi yang diharapkan dapat mengatasi kasus kekerasan seksual baik yang terjadi di dalam kampus maupun dalam skala nasional. Informasi lengkap mengenai Ringkasan Tahunan Hope Helps Universitas Indonesia 2020 dapat diakses melalui bit.ly/RITAHHUI2020.

Teks: Reka Sonia, Rahayu Zahra
Foto: Rahayu Zahra
Editor: Faizah Diena 


Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas!