Hobi Baru di Masa Pandemi

Zuhairah Syarah, 12 August 2020

Pembatasan sosial akibat pandemi mengharuskan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah saja. Hal tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penularan virus. Adanya pembatasan sosial tentu tidak menjadi pembatas produktivitas mahasiswa. Menjalankan hobi kemudian menjadi salah satu alternatif kegiatan untuk mengatasi rasa bosan ketika di rumah.

Daffa Fausta, mahasiswi jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI, bercerita tentang hobi Muay Thai yang baru saja ditekuninya. Daffa memulai hobi ini sejak sebulan yang lalu. Setiap seminggu sekali, ia berlatih Muay Thai bersama pelatihnya di rumah. Terkadang intensitas latihan meningkat menjadi seminggu dua kali, tergantung waktu luang yang ia miliki. Hobi Muay Thai sebenarnya sudah lama ingin ia coba, tapi baru terealisasi ketika pandemi. “Aku udah lama pengen nyoba boxing, akhirnya aku pilih Muay Thai," katanya.

Seni bela diri khas Negeri Gajah Putih ini dipilih karena ingin meningkatkan pertahanan diri. “Menurutku self-defense buat cewek itu penting banget. Apalagi jadi anak rantau, (di—red) lingkungan baru yang nggak familiar," terangnya. Selain itu, banyak pula manfaat yang diperoleh ketika menjalani hobi tersebut, seperti merasa lebih bugar serta dapat membantu menurunkan berat badan. “Semua bagian tubuh kan ikut bergerak, jadi bisa ngebakar lemak gitu. Aku juga sekalian ngelatih refleks sama ngelatih ketangkasa,” lanjutnya.

Berbeda dengan Daffa yang memulai hobi baru, Aditia Defani memilih untuk lebih fokus pada hobi lama, yakni belajar bahasa Spanyol dan Norwegia. Mahasiswa jurusan Psikologi UI ini sebenarnya sudah belajar kedua bahasa tersebut sejak dulu. “Aku belajar bahasa Spanyol udah dari awal tahun, tapi karena kuliah jadi ya stuck di basic banget,” ungkapnya.

Selama pandemi, Aditia mengaku intensitasnya belajar bahasa meningkat, terlebih karena sedang libur kuliah. “Kalo sekarang belajar pas lagi mood, tapi usahain minimal banget seminggu ada belajarnya. Intensitas naik drastis karena lagi libur. Gatau kalau udah rame matkul lagi," katanya. Melalui belajar bahasa, Aditia menjadi semakin paham beberapa kata ketika mendengarkan lagu-lagu berbahasa Spanyol. “Jadi seneng aja, bisa nambah temen juga.”

Lain halnya dengan Reyhandito Arifin, mahasiswa FISIP 2019. Ia memiliki hobi yang banyak digemari para laki-laki, yaitu memelihara ikan cupang hias. Namun, menurutnya kita tidak bisa sembarang memelihara karena dibutuhkan ketelatenan dan kedisiplinan dalam perawatan. Hobinya ini juga dia manfaatkan untuk memperoleh pundi-pundi uang dengan menjadi reseller ikan cupang. “Selama ini yang saya dapatkan adalah kebahagiaan dalam merawat ikan walaupun saya juga sampai bergadang, ditambah ikan yang saya jual ada yang tidak laku, saya tetap senang karena dengan melihat dan merawatnya saja sudah menyenangkan,” ucapnya.

Selain melakukan hobi baru dan melanjutkan hobi lama, banyak mahasiswa yang memutar otak untuk memperoleh pemasukan, salah satunya yang dilakukan mahasiswa FIB angkatan 2019, Lionardi Irsugana. Ia fokus menjual akun-akun subscription berbayar seperti Netflix. Selain itu, dia juga menjual jajanan seperti bakso aci, batagor, hingga makaroni. Dari hobi barunya yang sekaligus untuk memperoleh pemasukan dia belajar banyak hal. “Aku banyak belajar tentang customer service sih karena firsthandedly meng-handle customer dan tahu gitu macam-macam customer, sama belajar branding kaya desain kontennya gimana,” tutupnya.

Dari cerita di atas, dapat kita dilihat pandemi ini bukan hambatan bagi kita untuk berkreativitas bahkan banyak yang dapat melanjutkan hobi-hobinya yang tidak dapat terlaksana sebelumnya. Jadi, jangan ada alasan untuk malas-malasan saat pandemi ya, kita masih bisa tetap produktif seperti mereka.

Teks: Zuhairah Syarah
Kontributor: Rahayu, Arneta Iftita
Foto: Unsplash.com
Editor: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas