Kelsea: Keberanian Menentang Kegelisahan

Ruth Margaretha M., 17 April 2020

Nama Album : kelsea
Artis : Kelsea Ballerini
Genre : Pop, Country
Rilis : Maret 2020
Label : Black River

Kelsea Ballerini, musisi country asal Tennessee, Amerika Serikat, merilis album self-titled yaitu kelsea pada Maret lalu. Pemberian nama pada album tersebut sebagai perkenalan dirinya. Berdasarkan wawancaranya dengan Entertainment Weekly, Kelsea menyatakan bahwa album yang mencakup tiga belas lagu ini mengisahkan tentang dirinya sebagai wanita muda, apa yang ia rasakan, perjuangannya, hal yang ia sukai yang membuatnya bahagia, hingga kegelisahan yang ia alami. “Yeah, I know, there's moments that I'm missin'; If I'd just shut up and listen; But silence makes me scared; So then I overshare”. Kutipan ini menunjukkan keberanian Kelsea yang memutuskan untuk membagikan isi hatinya melalui lantunan “overshare” sekaligus sebagai pengantar kelsea.

Sebelum kelsea diluncurkan, terdapat single utama berjudul “homecoming queen?” yang dirilis pada 6 September 2019. Visualisasi dari lagu ini dituangkan melalui video musiknya yang memperlihatkan seorang perempuan sempurna dengan penampilan prima, selalu tersenyum, dan disukai banyak orang. Menjelang akhir video, Kelsea berubah menjadi perempuan biasa dengan setelan sederhana dan tanpa riasan di wajah. “Look damn good in the dress, zipping up the mess”. Kutipan lagu ini turut mewakili metafora sang primadona bahwa sosok yang menurut orang lain sempurna juga memiliki masalah pribadi yang tidak mereka ungkapkan.

Selain itu, terdapat beberapa single yang dipromosikan seperti “club”, “la”, dan “hole in the bottle”. Lantunan “club” merupakan single promosi album pertamanya yang dirilis pada  8 November 2019. Dua hari setelahnya, video musik dari lagu tersebut diluncurkan. Video ini menggambarkan suasana Kelsea yang lebih memilih untuk bersenang-senang bersama teman-temannya di rumah daripada di klub, sehingga rumah dijadikan sebagai latar dari video ini.

Single “la” merupakan satu-satunya lagu yang ditulis oleh Kelsea seorang diri dan dijadikan sebagai penutup album ini. Menurut pengakuan Kelsea kepada CMT, ia bangga atas keberaniannya karena berhasil memasukkan lagu ini pada albumnya. Ia menambahkan bahwa salah satu perspektif dari “la” adalah ketakutan Kelsea terhadap musikalitasnya. Melalui lagu ini, Kelsea mendorong dirinya keluar dari zona nyaman dengan cara berkolaborasi dengan musisi lainnya hingga mengadopsi genre pop. Namun, ia juga membayangkan apakah tindakannya ini dapat mengecewakan aliran utama Kelsea yaitu country.

Keberanian Kelsea tersebut tertuang pada sebagian lagunya yang beraliran pop. Ia berkolaborasi dengan Halsey pada lagunya yang berjudul “the other girl”. Selain itu, Kelsea juga melibatkan Ed Sheeran dalam pembuatan lagu “love and hate”. Empat tahun yang lalu, Kelsea bahkan pernah berkolaborasi dengan salah satu pianis muda ternama Indonesia yang pernah menerima nominasi Grammy Awards, yaitu Joey Alexander dalam lagu “My Favorite Things” yang dialunkan dengan aliran jazz. Walaupun begitu, kesetiaan Kelsea sebagai musisi country tetap tampak pada lagu “half of my hometown” yang melibatkan idolanya, Kenny Chesney, untuk berduet. Meski mereka tidak begitu saling mengenal, tanpa ragu, Kelsea memberanikan diri untuk mengirimkan lagu tersebut kepada Kenny.

Lagu “needy” menceritakan tentang pernikahan Kelsea dengan sesama musisi country, Morgan Evans. Lantunan yang melibatkan Julia Michaels dalam pembuatannya ini juga mengungkapkan bahwa kemandirian Kelsea setelah menikah tidak menyulutkan kebutuhannya akan kehadiran orang-orang selain suaminya, seperti orang tua dan teman-teman Kelsea. Lebih lagi, Kelsea menuturkan dalam People bahwa hal ini bukan berarti ia bergantung pada orang lain, melainkan memiliki kepercayaan penuh kepada mereka.

Alunan lainnya yang disajikan dalam kelsea bertajuk “love me like a girl”, “bragger”, “the way i used too”, dan “a country song”. Jika diperhatikan, semua lagu dan judul album dituliskan dengan huruf kecil layaknya album-album kekinian lainnya, seperti thank u, next milik Ariana Grande. Menurut salah satu artikel dalam New York Magazine, penulisan tanpa kapitalisasi ini melambangkan keintiman, kerendahan hati, hingga kesantaian. Hal ini turut mewakili makna dari kelsea sebagai eksplorasi diri sang penyanyi kepada pendengar yang dilandasi ketiga aspek tersebut, terutama keintiman dalam mengekspresikan keberanian melawan kegelisahan.

Seringkali kegelisahan menghalangi kita untuk bertindak. Kita terlalu banyak memikirkan apa yang akan terjadi pada kita, apa yang orang lain katakan, sehingga kita cenderung memilih untuk berdiam diri. Namun, kenyataannya belum tentu seluruh prasangka kita benar. Kita hanya perlu melakukan segalanya dilandasi keberanian. Bahkan, di balik kesuksesan Kelsea tersembunyi kegelisahan yang menghantuinya. Melalui album ini, ia berhasil membuktikan keberaniannya tersebut. Sekarang, beranikah kita menentang kegelisahan kita?

Teks : Ruth Margaretha M.
Foto : Istimewa
Editor : Faizah Diena