Konser Online untuk Mengakali Pandemi

Zuhairah Syarah, Rahayu, 22 July 2020

Konser musik pasti banyak dinantikan oleh pendengar musik, yang awalnya hanya mendengar rekaman lagu dari sang idola jadi dapat bertemu langsung dengan idolanya di konser musik. Tapi, bagaimana nasib konser musik di saat masa pandemi ini? Apakah konser offline bisa digantikan dengan konser online?

Adiva Kayla, Project Officer acara musik dari Fakultas Teknik UI, Dongkrak Seni, berbagi pengalamannya dalam menyelenggarakan pre-event Dongkrak Seni secara online. Menurutnya, pelaksanaan pre-event secara online dapat menjangkau penonton semakin luas, lebih mudah secara teknis, dan biaya penyelenggaraannya lebih murah. Namun, karena ini merupakan pengalaman yang pertama kali, panitia masih meraba-raba dalam menyelenggarakan acara, bagaimana langkah produksinya, serta masih menemukan kesulitan dalam berkoordinasi.

Walaupun demikian, menurut Adiva, antusiasme penonton di pre-event Dongkrak Seni cukup baik. Adiva juga mengungkapkan hal-hal yang dilakukan panitia untuk menarik penonton. "Pertama kita cari guest star yang memang lagi hype, terus kita kencengin di publikasi. Jadi, seenggaknya orang-orang di sekitar panitia, semuanya tau,” ujarnya.

Menurut Khairunnisa Safina, mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat FKM UI, konser online cukup menarik dilakukan saat pandemi ini. “Awalnya tuh kaya masih ragu gitu kan mau nonton konser online, takut ga berasa aja gitu feel-nya. Terus akhirnya gue nonton konser online-nya Hindia, ternyata asli keren banget dari segi audio dan visualnya. Walaupun gak semeriah konser langsung yang bisa loncat-loncat, teriak-teriak.”

“Kelebihan dari konser online itu bisa dinikmatin di mana aja, mau lo sambil makan mie, (bahkan kalau -red) tiba-tiba kebelet buang air kecil ga usah susah-susah cari toilet. Tapi kekurangannya gak bisa interaksi langsung sama musisinya, mau teriak-teriak ataupun loncat-loncat juga tetep kurang berasa ramenya,” lanjutnya

Selain itu, Antonio Novandy, mahasiswa FT UI, beranggapan konser online akan lebih menarik lagi jika dibuat fundraising karena banyak orang yang sedang diterpa kesulitan di pandemi ini. “Konser offline juga belum efektif untuk dilakukan saat ini karena kasus positif Covid-19 lagi tinggi-tingginya di Indonesia,” tutupnya.

Saat ini, banyak seniman-seniman yang memilih konsernya tetap dilakukan secara offline. Penyanyi terkenal Raisa bahkan memilih untuk mengundur konsernya di bulan November mendatang. Para seniman umumnya hanya melakukan pertunjukan live music secara online.

Walaupun begitu, kita semua belum tahu kapan pandemi ini akan selesai. Adiva masih mengharapkan penyelenggaraan Dongkrak Seni secara offline, meskipun ia dan jajaran panitia lainnya sudah menyiapkan rencana cadangan. "Untuk kita sejauh ini masih buat plan untuk offline sih cuma penentuannya sendiri kita lihat di bulan Oktober gitu, kalo memungkinkan kita (mungkin melaksanakannya secara -red) offline, cuma kita juga udah buat plan untuk online," pungkasnya.

 

Teks: Zuhairah Syarah, Rahayu
Foto: Unsplash.com
Editor: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas