Langkah Antisipasi Kecurangan SIMAK ala PMB UI

Satrio Alif, Giovanni Alvita D., 14 September 2020

Rangkaian proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di UI tahun akademik 2020/2021 telah selesai. Pengumuman SIMAK UI KKI gelombang kedua pada tanggal 28 Agustus 2020 menutup rangkaian PMB di UI tahun akademik 2020/2021 yang dimulai di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia pada medio bulan April 2020 dengan jalur SNMPTN dan PPKB/Talent Scouting. Selama 4 bulan rangkaian penerimaan mahasiswa baru yang dihelat di tengah pandemi COVID-19 ini, tentu banyak sekali penyesuaian yang dilakukan terkait dengan seleksi masuk perguruan tinggi, tidak terkecuali di UI.

Sebagai solusi untuk melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan standar yang UI inginkan dan dengan memperhatikan kondisi pandemi COVID-19, PMB UI menyelenggarakan ujian SIMAK UI secara daring. Tahun ini merupakan tahun pertama SIMAK UI dilaksanakan secara daring. Dengan kondisi tersebut, tentu penyelenggaraan SIMAK UI tahun ini memerlukan persiapan yang lain daripada biasanya seperti persiapan server ujian dan sistem pengawasan secara daring terhadap peserta ujian SIMAK UI agar tidak melakukan kecurangan.

Menurut Prof. Rosari Saleh selaku Wakil Rektor I UI yang membidangi akademik dan kemahasiswaan, opsi daring diambil dikarenakan UI tidak ingin ada kerumunan orang yang ditimbulkan akibat dari pelaksanaan SIMAK UI.

“UI memilih opsi daring karena opsi ini dapat mencegah terjadinya kerumunan orang dalam pelaksanaannya. Kami mencegah kemungkinan timbulnya cluster COVID-19 baru yang diakibatkan oleh penyelenggaraan SIMAK UI,” tutur Prof. Rosari Saleh.

Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan, UI telah menyiapkan sistem pengawasan virtual terhadap setiap peserta ujian oleh pengawas ujian secara langsung. Dikutip dari kompas.com, server SIMAK UI juga dapat mendeteksi apakah peserta membuka tab browser lain saat mengerjakan ujian atau tidak. Selain itu, nilai rapor semester 1 - 6 peserta juga menjadi pertimbangan kelulusan ujian SIMAK UI.

Gunawan, Ketua PMB UI, menyatakan dalam wawancaranya dengan Suara Mahasiswa bahwa terdapat langkah-langkah selain yang telah dipaparkan di paragraf sebelumnya. “Selain pengawasan visual secara virtual, kami juga melakukan pengacakan tiap soal dan pilihan jawabannya. Kami memiliki banyak paket soal untuk penyelenggaraan SIMAK UI yang akan ditampilkan secara acak by system. Memang, jumlah paket soal tidak sebanyak jumlah peserta SIMAK UI tahun ini yang mencapai 65.000 orang. Akan tetapi, soal ujian yang sama urutan dan pilihan jawabannya tidak akan dialami pada peserta dalam jumlah yang banyak,” terang Gunawan.

Namun, dengan sistem pengawasan dan antisipasi kecurangan yang telah dilakukan, tetap saja terdapat oknum-oknum yang melakukan kecurangan. Terkait dengan kemungkinan terjadinya kecurangan pada sistem SIMAK UI secara daring, Prof. Rosari Saleh dan Gunawan sepakat bahwa kemungkinan tersebut masih ada. “Sistem dilaksanakan secara daring maupun luring tentu memiliki kemungkinan kecurangan. Tentu ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem. Hal yang kami dapat lakukan untuk menyikapi kemungkinan kecurangan tersebut adalah meminimalisir potensi terjadinya kecurangan,” ucap Prof. Rosari Saleh.

Gunawan menyampaikan hal serupa. Menurutnya, sistem yang telah PMB UI siapkan sudah disimulasikan beberapa kali untuk mengetahui teknis dan kemungkinan kecurangan. Akan tetapi, tentu kemungkinan kecurangan tersebut masih ada. “Kita telah melakukan sistem pengawasan secara visual yang telah berhasil menangkap basah beberapa kecurangan yang dilakukan oleh peserta SIMAK UI seperti ada yang membuka buku maupun catatan. Terkait dengan perilaku mencurigakan yang dilakukan peserta kami telah memiliki tim khusus yang mengawasi dan menilai gerak-gerik setiap peserta SIMAK UI secara visual. Namun, tetap saja potensi terjadinya kecurangan tersebut masih ada,” pungkas Gunawan.

Teks: Satrio Alif F., Giovanni Alvita D.
Foto: Scott Graham (Unsplash)
Editor: M. I. Fadhil

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas



include('analytics') @