Magang di Kala Pandemi: Upaya Produktif untuk Mengisi Aktivitas

M. Riyan Rizki, 10 November 2020

Pandemi Coronavirus yang melanda dunia sejak awal tahun ini memang membawa banyak cobaan kepada segenap umat manusia, termasuk manusia Indonesia. Tidak hanya membawa cobaan bagi manusia itu sendiri, tetapi memberikan ketidakpastian serta hambatan bagi kegiatan yang tengah kita jalani. Pandemi juga membawa dampak yang cukup signifikan terhadap keberlangsungan hidup umat manusia dan mengharuskan menjalani kehidupan dengan tatanan yang berubah seiring pandemi yang berkelanjutan. Tatanan kehidupan yang berubah pun membawa dampak terhadap aspek aspek kehidupan yang ada, sepeti ekonomi, sosial, maupun budaya. Salah satu aktivitas yang terganggu akibat pandemi, adalah sektor pendidikan, yaitu magang bagi mahasiswa khususnya yang berada di tingkat akhir masa studi. Pengalaman kerja memang merupakan salah satu bagian terpenting ketika hendak menyelesaikan masa studi

Suara Mahasiwa mencoba melihat bagaimana jalannya kegiatan magang yang tengah atau sudah dijalani oleh beberapa mahasiswa Universitas Indonesia dan bagaimana penyesuaian kegiatan tersebut di situasi pandemi seperti saat ini. Salah satu dari narasumber kami, Ananta Brima Yoga, Mahasiswa tingkat akhir di Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia. Membagikan pengalamannya mengenai jalannya wiradha atau salah satu bentuk magang yang ada Pendidikan  Vokasi Universitas Indonesia.

Dia sendiri pada awalnya mendapatkan kesempatan untuk Wiradha di Lembaga Sertifikasi Profesi yang berada di Vokasi Universitas Indonesia dari salah satu teman yang mengajaknya.

“pas sekarang sih kebetulan gw lagi wiradha di LSP UI yang kantornya ada di vokasi, diajak temen yang sebelumnya udah wiradha duluan,” Ujarnya.

Ditengah pandemi yang kiat merebak dan meningkatnya angka penularan membuatnya juga khawatir pada awalnya ketika mengambil kesempatan wiradha ini. Selain itu, hal yang membuatnya khawatir juga adalah apakah ditengah kegiatan magangnya mampu untuk menyeimbangkan dengan proses akademik yang juga berjalan.

“awalnya sempet ragu buat daftar, terutama pas lagi pandemi. dan kuliahnya kan PJJ, jadi takut keteteran juga sama tugas. tapi setelah dijalanin masih bisa ke-handle semua,” tutur mahasiswa yang kini tengah berada di tingkat akhir tersebut.

Dalam proses kegiatan wiradha atau magang ini sendiri dilakukan langsung di kantornya atau work from office, baginya ,ternyata cukup menyenangkan karena dapat menghabiskan waktu diluar rumah, dan walaupun kegiatan magang tersebut dilakukan langsung di kantor, tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“ya pengalamannya selama WFO sih seneng gitu masih bisa ketemu orang-orang, walaupun harus jaga jarak dan jaga diri juga. jadinya gak terus-terusan dirumah,” Ujar mahasiswa jurusan Mahasiswa Arsip dan Dokumen angkatan 2018 tersebut

“sebelum masuk ke vokasi kita biasanya ngelewatin screening dari PLK berupa pengecekan suhu, sama wajib cuci tangan pakai sabun” tuturnya mengenai bagaimana protokol kesehatan untuk dapat masuk ke kantor.

Selain Ananta, kami juga mencoba untuk melihat sudut lain dari bagaimana jalannya kegiatan magang, yaitu Afriyan Ismail dan Edria Nadila Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2018.

“Menurut gua pengalaman magang WFO dan WFH punya kesulitan masing masing yang buat gua merasa beruntung bisa punya pengalaman keduanya di masa pandemi ini,” ujar afriyan mengenai kesan magangnya di kala pandemi ini.

Berbeda dengan afriyan yang mendapatkan kesempatan magang tersebut melalui seniornya, Edria mendapatkan pengalaman magangnya melalui platform media sosial, yaitu Twitter.

“Waktu itu malem2 buka twitter, terus ada yang ngasih info soal website itu. Abis itu gua langsung sign up. Sebulan kemudian gua dapet offer pertama,” Ujarnya

Kendala – kendala selama menjalani proses magang pun dirasakan, yang paling utama adalah jaringan dan koneksi internet.

“Ada dikit pas WFH, disitu gua takut koneksi gua ga stabil ditengah tengah deadline tapi alhamdulillah aman lah,” Ujar Afriyan mengenai kendala ketika magang melalui rumah.

“Tapi minusnya adalah waktunya jadi ga tentu, terus sama sinyalnya sih paling,” Ujar Edria mengenai kendala yang ia rasakan, karena ia melakukan kegiatan magang tersebut dirumah atau Work From Home.

Bagi Edria sendiri, walaupun ia merasakan proses magangnya melalui rumah, ada kelebihan yang ia rasakan, seperti lebih santai dalam kegiatan magang dan dapat waktu istirahat yang cukup.

“Plusnya itu bisa sambil rebahan dan bisa baju rumah . Nah terus kalo capek tinggal istirahat,” Ujar Mahasiswa yang kini berada di tingkat ketiga tersebut.

Selain Edria, bagi Afriyan sendiri, ketka proses magang sendiri walaupun banyak kendala ketika Work From Home sendiri, seperti terganggu dengan aktivitas yang ada dirumah serta merasa bosan karena lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, tetapi ada keuntungannya ketika melakukan proses magang tersebut dari rumah, seperti dapat mengatur waktu kerja yang lebih fleksible dan juga tidak menghabiskan waktu untuk ke tempat kerja sendiri.

“Plus minusnya WFH ya gua lebih ngerasa keganggu aja sih sm kegiatan di rumah yang bikin gua kadang susah untuk fokus sm kerjaannya dan bosen juga sih kalau WFH, keunggulannya gua gaperlu kesana kemari pagi pagi yang makan waktu dan bikin cape dan gua bisa ngatur posisi gua seenak jidat gua,” Ujar Edrian yang kini juga tengah berada di tingkat ketiga di masa studinya.

Karena Afrian juga menjalani proses magangnya di kantor, ia juga merasakan bagaimana kegiatan magangnya yang ada di kantor baik itu kelebihan dan kekurangannya ketika magang di kantor dan juga bagaimana protokol kesehatan yang dijalankan di kantornya.

“Kalau WFO gua seneng karna bisa ketemu orang baru tuker pengalaman dan gua ngerasa bisa lebih fokus karna suasananya mendukung, kekurangannya yaa gua harus nyiapin lebih banyak sebelum kerja dibandingkan WFH, terus untuk yang dari segi kesehatan juga ga ragu sih karna WFH dan pas waktu WFO itu jam kerjanya dikit dan diterapin juga protokol kesehatan secara disiplin jadi ga ragu buat ikut” Ujar Efrian.

Dari ketiga narasumber kami, mengenai prefrensi mengikuti magang melalui kantor ataupun dirumah, kami mendapatkan jawaban yang berbeda beda. Dari Ananta, baginya, kegiatan magangnya sama saja, tetapi yang paling penting adalah dapat beradaptasi. Selain itu, menurut Afriyan, baginya, setelah mengikuti proses magang baik itu di kantor ataupun dirumah, dirinya memilih proses magangnya ketika ia berada di kantor, karena dapat bertemu dengan orang baru , dapat bertukar pengalaman dengan orang tersebut dan juga situasi kerja yang jauh lebih mendukung. Berbanding terbalik dengan seorang, Edria, dirinya lebih senang untuk melaksanakan magangnya dirumah saja, karena dia dapat mengatur waktunya lebih fleksible dan juga jauh lebih santai.

Berdasarkan pengalaman narasumber kami diatas, kami berkesimpulan dari kegiatan magang yang terpenting adalah pengalaman yang di dapatkan, menambah relasi baru dan juga yang terpenting baik itu melaksanakan magang dari rumah ataupun dari kantor langsung, adalah bagaimana kita dapat beradaptasi di tengah pandemi.

Pandemi Coronavirus yang melanda dunia sejak awal tahun ini memang membawa banyak cobaan kepada segenap umat manusia, termasuk manusia Indonesia. Tidak hanya membawa cobaan bagi manusia itu sendiri, tetapi memberikan ketidakpastian serta hambatan bagi kegiatan yang tengah kita jalani. Pandemi juga membawa dampak yang cukup signifikan terhadap keberlangsungan hidup umat manusia dan mengharuskan menjalani kehidupan dengan tatanan yang berubah seiring pandemi yang berkelanjutan. Tatanan kehidupan yang berubah pun membawa dampak terhadap aspek aspek kehidupan yang ada, sepeti ekonomi, sosial, maupun budaya. Salah satu aktivitas yang terganggu akibat pandemi, adalah sektor pendidikan, yaitu magang bagi mahasiswa khususnya yang berada di tingkat akhir masa studi. Pengalaman kerja memang merupakan salah satu bagian terpenting ketika hendak menyelesaikan masa studi

Suara Mahasiwa mencoba melihat bagaimana jalannya kegiatan magang yang tengah atau sudah dijalani oleh beberapa mahasiswa Universitas Indonesia dan bagaimana penyesuaian kegiatan tersebut di situasi pandemi seperti saat ini. Salah satu dari narasumber kami, Ananta Brima Yoga, Mahasiswa tingkat akhir di Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia. Membagikan pengalamannya mengenai jalannya wiradha atau salah satu bentuk magang yang ada Pendidikan  Vokasi Universitas Indonesia.

Dia sendiri pada awalnya mendapatkan kesempatan untuk Wiradha di Lembaga Sertifikasi Profesi yang berada di Vokasi Universitas Indonesia dari salah satu teman yang mengajaknya.

“pas sekarang sih kebetulan gw lagi wiradha di LSP UI yang kantornya ada di vokasi, diajak temen yang sebelumnya udah wiradha duluan,” Ujarnya.

Ditengah pandemi yang kiat merebak dan meningkatnya angka penularan membuatnya juga khawatir pada awalnya ketika mengambil kesempatan wiradha ini. Selain itu, hal yang membuatnya khawatir juga adalah apakah ditengah kegiatan magangnya mampu untuk menyeimbangkan dengan proses akademik yang juga berjalan.

“awalnya sempet ragu buat daftar, terutama pas lagi pandemi. dan kuliahnya kan PJJ, jadi takut keteteran juga sama tugas. tapi setelah dijalanin masih bisa ke-handle semua,” tutur mahasiswa yang kini tengah berada di tingkat akhir tersebut.

Dalam proses kegiatan wiradha atau magang ini sendiri dilakukan langsung di kantornya atau work from office, baginya ,ternyata cukup menyenangkan karena dapat menghabiskan waktu diluar rumah, dan walaupun kegiatan magang tersebut dilakukan langsung di kantor, tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“ya pengalamannya selama WFO sih seneng gitu masih bisa ketemu orang-orang, walaupun harus jaga jarak dan jaga diri juga. jadinya gak terus-terusan dirumah,” Ujar mahasiswa jurusan Mahasiswa Arsip dan Dokumen angkatan 2018 tersebut

“sebelum masuk ke vokasi kita biasanya ngelewatin screening dari PLK berupa pengecekan suhu, sama wajib cuci tangan pakai sabun” tuturnya mengenai bagaimana protokol kesehatan untuk dapat masuk ke kantor.

Selain Ananta, kami juga mencoba untuk melihat sudut lain dari bagaimana jalannya kegiatan magang, yaitu Afriyan Ismail dan Edria Nadila Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2018.

“Menurut gua pengalaman magang WFO dan WFH punya kesulitan masing masing yang buat gua merasa beruntung bisa punya pengalaman keduanya di masa pandemi ini,” ujar afriyan mengenai kesan magangnya di kala pandemi ini.

Berbeda dengan afriyan yang mendapatkan kesempatan magang tersebut melalui seniornya, Edria mendapatkan pengalaman magangnya melalui platform media sosial, yaitu Twitter.

“Waktu itu malem2 buka twitter, terus ada yang ngasih info soal website itu. Abis itu gua langsung sign up. Sebulan kemudian gua dapet offer pertama,” Ujarnya

Kendala – kendala selama menjalani proses magang pun dirasakan, yang paling utama adalah jaringan dan koneksi internet.

“Ada dikit pas WFH, disitu gua takut koneksi gua ga stabil ditengah tengah deadline tapi alhamdulillah aman lah,” Ujar Afriyan mengenai kendala ketika magang melalui rumah.

“Tapi minusnya adalah waktunya jadi ga tentu, terus sama sinyalnya sih paling,” Ujar Edria mengenai kendala yang ia rasakan, karena ia melakukan kegiatan magang tersebut dirumah atau Work From Home.

Bagi Edria sendiri, walaupun ia merasakan proses magangnya melalui rumah, ada kelebihan yang ia rasakan, seperti lebih santai dalam kegiatan magang dan dapat waktu istirahat yang cukup.

“Plusnya itu bisa sambil rebahan dan bisa baju rumah . Nah terus kalo capek tinggal istirahat,” Ujar Mahasiswa yang kini berada di tingkat ketiga tersebut.

Selain Edria, bagi Afriyan sendiri, ketka proses magang sendiri walaupun banyak kendala ketika Work From Home sendiri, seperti terganggu dengan aktivitas yang ada dirumah serta merasa bosan karena lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, tetapi ada keuntungannya ketika melakukan proses magang tersebut dari rumah, seperti dapat mengatur waktu kerja yang lebih fleksible dan juga tidak menghabiskan waktu untuk ke tempat kerja sendiri.

“Plus minusnya WFH ya gua lebih ngerasa keganggu aja sih sm kegiatan di rumah yang bikin gua kadang susah untuk fokus sm kerjaannya dan bosen juga sih kalau WFH, keunggulannya gua gaperlu kesana kemari pagi pagi yang makan waktu dan bikin cape dan gua bisa ngatur posisi gua seenak jidat gua,” Ujar Edrian yang kini juga tengah berada di tingkat ketiga di masa studinya.

Karena Afrian juga menjalani proses magangnya di kantor, ia juga merasakan bagaimana kegiatan magangnya yang ada di kantor baik itu kelebihan dan kekurangannya ketika magang di kantor dan juga bagaimana protokol kesehatan yang dijalankan di kantornya.

“Kalau WFO gua seneng karna bisa ketemu orang baru tuker pengalaman dan gua ngerasa bisa lebih fokus karna suasananya mendukung, kekurangannya yaa gua harus nyiapin lebih banyak sebelum kerja dibandingkan WFH, terus untuk yang dari segi kesehatan juga ga ragu sih karna WFH dan pas waktu WFO itu jam kerjanya dikit dan diterapin juga protokol kesehatan secara disiplin jadi ga ragu buat ikut” Ujar Efrian.

Dari ketiga narasumber kami, mengenai prefrensi mengikuti magang melalui kantor ataupun dirumah, kami mendapatkan jawaban yang berbeda beda. Dari Ananta, baginya, kegiatan magangnya sama saja, tetapi yang paling penting adalah dapat beradaptasi. Selain itu, menurut Afriyan, baginya, setelah mengikuti proses magang baik itu di kantor ataupun dirumah, dirinya memilih proses magangnya ketika ia berada di kantor, karena dapat bertemu dengan orang baru , dapat bertukar pengalaman dengan orang tersebut dan juga situasi kerja yang jauh lebih mendukung. Berbanding terbalik dengan seorang, Edria, dirinya lebih senang untuk melaksanakan magangnya dirumah saja, karena dia dapat mengatur waktunya lebih fleksible dan juga jauh lebih santai.

Berdasarkan pengalaman narasumber kami diatas, kami berkesimpulan dari kegiatan magang yang terpenting adalah pengalaman yang di dapatkan, menambah relasi baru dan juga yang terpenting baik itu melaksanakan magang dari rumah ataupun dari kantor langsung, adalah bagaimana kita dapat beradaptasi di tengah pandemi.