Nectar: Paduan Synth-pop dengan Warna-Warna Baru

Nabila Nurunnisa, 30 October 2020

Nama Album: Nectar

Artis: Joji

Genre: Pop, RnB, Electronic, Alternative

Label: 88rising, 12Tone Music

Tanggal Rilis: 25 September 2020

 

Menyusul rekan satu labelnya, Niki Zefanya, Joji merilis albumnya pada 25 September silam. Berjudul Nectar, album kedua dari penyanyi asal Kobe, Jepang, ini rencananya dirilis pada 10 Juli. Namun, pada 12 Juni, Joji mengumumkan melalui akun Twitter-nya bahwa perilisan albumnya harus ditunda karena pandemi Covid-19. Terdiri dari 18 track, pemilik nama asli George Kusunoki Miller ini melansir daftarnya pada 11 September lalu.

Pada album barunya, musisi kelahiran 1992 tersebut menggandeng beberapa musisi untuk berkolaborasi, seperti Diplo, BENEE, Lil Yachty, Omar Apollo, Rei Brown, dan Yves Tumor. Berbeda dengan album pendahulunya yang terkonsentrasi pada vokal melankolis khas Joji, kali ini ia memasukkan lebih banyak instrumen elektronik. Hal tersebut membuat album sophomore ini terasa segar tanpa menghilangkan kekhasan Joji. 

Beberapa lagu dalam Nectar telah dirilis sebelumnya sebagai single. “Sanctuary” menjadi yang pertama dirilis pada 14 Juni 2019. Disusul dengan “Run” pada Februari 2020 dan “Gimme Love” pada dua bulan berikutnya. Bersamaan dengan perilisan “Gimme Love”, Joji turut menyampaikan perilisan album barunya. Terakhir, “Daylight”, yang merupakan kolaborasinya bersama Diplo, dirilis pada Agustus kemarin.

Menjadi track yang mengawali album Nectar, “Ew”, terdengar sangat tidak biasa sebagai judul lagu. Instrumen dimulai dengan alunan piano lembut diikuti vokal Joji. Sebagai permulaan album, lagu ini terdengar sangat Joji. Masih tidak jauh berbeda dengan BALLADS 1, album pertamanya, lagu ini terasa sangat dramatis. Hanya saja terdapat beberapa perbedaan yang terletak pada instrumennya yang lebih mendominasi lagu daripada vokal Joji sendiri yang menjadi ciri khasnya pada album sebelumnya. Berpartisipasi dalam penulisan lagu ini, penyanyi berusia 28 tahun tersebut bercerita dalam lagunya mengenai hubungannya di masa lalu. 

Masih dalam mode dramatis, melalui “MODUS” Joji menyampaikan tekanannya dalam dunia musik. “Tick Tock”, lagu ketiga dalam album, mendapatkan sentuhan yang sangat berbeda. Dimulai dengan rap lambat dengan vokal yang telah diberi autotune, lagu ini terdengar lebih up-beat. Lelaki berdarah campuran Jepang dan Australia ini tampaknya ingin keluar dari zona nyamannya dengan eksplorasi yang ia lakukan. 

Memberikan sensasi menenangkan, lagu kelima “Upgrade” ternyata mengungkapkan kisah sedih di baliknya. Dengan durasinya yang hanya 1 menit 30 detik, penyanyi yang memulai karier sebagai Youtuber tersebut menceritakan pendekatan terhadap kekasihnya yang belum sembuh dari luka lama. “High Hopes”, dengan term populer seperti Cheerios dan Mysterio memberikan warna tersendiri pada lagu kesembilan ini. Petikan senar gitar diikuti vokal yang lembut menjadikan kolaborasinya dengan Omar Apollo ini terdengar sangat damai saat didengarkan. Dengan tempo musik yang lebih cepat, Joji menggunakan banyak kesamaan rima untuk membuat “NITROUS” menjadi lebih menarik. 

Kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan Joji dalam Nectar memberikan banyak warna baru. Salah satunya dalam “Pretty Boy” yang terdengar lebih santai. Track ini memberikan perpaduan sempurna antara vokal Joji, musik synth-pop sebagai latar, serta rap dari Lil Yachty. Setelah kolaborasinya pada 2018, Rei Brown kembali melengkapi album penyanyi di bawah label 88rising ini dengan track berjudul “Normal People”. Kolaborasi selanjutnya yaitu dengan BENEE. Lagu ketiga belas ini menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu para pendengar. Menceritakan tentang hubungan yang tidak lagi berjalan, gaya vokal khas BENEE menyatu dengan baik dengan gaya Joji. 

Sebagai lagu kelima belas, “777” memiliki musik latar yang sangat girang dibanding ketujuh belas lagu lainnya. Lantunan berikutnya, “Mr. Hollywood” yang meskipun telah menjadi bintang, ia tidak akan melupakan hal-hal yang telah ia miliki sebelumnya. Kemudian, terdapat “Reanimator” yang didominasi alunan instrumental. Walau berlirik pendek, makna yang dalam mengenai perasaan tidak berdaya dalam cinta tetap dapat tersampaikan. 

Selanjutnya, “Like You Do” menggambarkan kepedihan suatu hubungan yang kandas serta bagaimana mimpi keduanya menjadikan mereka harus mengambil jalan yang berbeda. Diiringi dengan alunan piano, pendengar akan merasa terenyuh dengan vokal lembut Joji. Album Nectar ditutup dengan tembang “Your Man”, yang hanya terdiri dari tiga kalimat dengan durasi selama 2 menit 34 detik. Lirik singkat dan instrumen yang kompleks tetap mampu memberikan berbagai macam rasa pada pendengarnya. 

Berkat partisipasi dalam pembuatan semua lagunya, Nectar lagi-lagi adalah sebuah mahakarya ala Joji. Perpaduan antara lirik yang dalam dan musik yang ciamik menjadikan eksperimen Joji pada album keduanya ini berhasil. Kolaborasinya dengan beberapa musisi yang berbeda turut menambahkan warna baru pada keseluruhan album. “Pastinya, ini mengungkapkan sedikit potensi yang tidak diketahui, mengembangkan era ini membuat saya menjadi pemimpin yang lebih baik dan membuat hal-hal penting dalam hidup menjadi sangat jelas,” tutur sang musisi pada wawancaranya bersama tmrw Magazine.

 

Teks: Nabila Nurunnisa
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas