Pemira UI Daring: Regenerasi Kepemimpinan di Masa Pandemi

Rahayu Zahra, Satrio Alif, 11 December 2020

Rangkaian Pemilihan Raya (Pemira) UI sudah mulai berjalan. Beberapa mahasiswa telah mencalonkan diri untuk regenerasi pemimpin lembaganya, beberapa membuat publikasi pencalonannya serta meminta dukungan sesama mahasiswa UI. Pemira UI merupakan ajang suksesi dari lembaga tinggi mahasiswa UI untuk memilih ketua dan wakil ketua BEM, DPM UI, dan MWA UM. Pemira dilaksanakan untuk memfasilitasi regenerasi kepemimpinan ketiga lembaga tersebut. 

Fariz Rizaldi, Mahasiswa Fakultas Teknik 2018 selaku PO dari Pemira UI 2020 mengatakan, “Karena pandemi yang mengharuskan situasi dan kondisi kita di rumah. Jadi, dari rangkaian awal sampai akhir pemira ini dilaksanakan secara online. Untuk e-voting, nanti akan dibuatkan satu sistem dari Pemira UI dan di sini juga ada kontribusi atau kerja sama dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI), direktorat pendidikan, dan juga Dirmawa untuk memfasilitasi dan membantu jalannya e-voting Pemira UI yang akan dilaksanakan tanggal 21-24 Desember 2020,”

Pelaksanaan e-voting tersebut akan dilakukan melalui website khusus yang juga di dalamnya terdapat informasi mengenai pengenalan kandidat, visi misi, serta informasi mengenai rangkaian pemira fakultas.

Mahasiswa baru (Maba) UI 2020 tentu belum pernah merasakan gegap gempita pesta demokrasi UI secara langsung. Kondisi pandemi dan segala sesuatu yang serba daring, maba tentu hanya dapat menikmati kemeriahan eksplorasi dan segala dinamika pemira UI melalui media sosial. Namun demikian, antusiasme dan pengetahuan maba terkait dengan pemira UI tidaklah berkurang. Tim Pers Suara Mahasiswa telah mewawancarai 2 mahasiswa baru UI terkait dengan pandangan dan pengetahuannya mengenai Pemira UI.

Ausa’a Mutiara Mumtaz, Mahasiswa Fakultas Psikologi UI angkatan 2020 menuturkan bahwa Pemira UI merupakan tanda dari penggunaan sistem demokrasi di dalam sistem ketatanegaraan IKM UI, sebagaimana yang Indonesia juga gunakan. Pemira UI berfungsi sebagai miniatur pemilu sebagai pembelajaran demokrasi. 

“Menurut gua pemira itu penanda bahwa sistem kampus kita menganut sistem demokrasi. Selain sebagai mekanisme buat pergantian kekuasaan, juga sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa akan sistem pemerintahan demokrasi yang juga dipakai di indonesia dan akan diterapkan mahasiswa kalo udah lulus nanti,” tutur Ausa’a. 

Hal senada juga disampaikan oleh Naqiyya Salsabila, Mahasiswa FEB UI 2020. Ia menuturkan kalau Pemira merupakan wadah untuk merasakan penerapan sistem demokrasi dengan menggunakan hak suara yang dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk memilih kandidat pilihannya. “Pemira sendiri kan kepanjangannya pemilihan raya yang berarti wadah buat mahasiswa menggunakan hak suaranya untuk memilih bakal calon ketua BEM/BPM/himpunan gitu,” pungkas Naqiyya. 

Kendati demikian, Fariz mengakui bahwa masih terdapat mahasiswa yang kurang aware terhadap Pemira. Sebagian dari mereka memang sudah mengikuti berjalannya Pemira, tetapi banyak pula yang belum aware peran penting pemira. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia Pemira menggunakan startegi branding dan ajakan baik secara personal maupun melalui grup, serta publikasi mengenai Pemira di media sosial.

Selanjutnya, Fariz berharap Pemira bisa berjalan dengan lancar. "Yang terpenting adalah kepedulian mahasiswa UI. Selain itu, warga IKM UI diharapkan bisa ikut datang, mengkritisi visi misi calon dan gagasannya. Agar, ketika pemimpin tersebut terpilih, dia bisa membawa UI lebih baik lagi dan lebih berkualitas dengan rancangan-rancangan yang sudah dipaparkan di saat eksplorasi,"

Nah, ayo gunakan suara kita sebagai mahasiswa UI dengan mengikuti e-voting Pemira UI tanggal 21-24 Desember 2020 nanti. Ikuti juga rangkaian eksplorasi untuk menjadi pertimbangan dalam memilih calon ya!

Penulis: Rahayu Zahra, Satrio Alif
Foto: Anggara Alvin
Editor: Faizah Diena 

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas dan Berkualitas!