Solipsism: Pamungkas dan Pikirannya

Putri Melina, 04 September 2020

Nama Album: Solipsism

Artis: Pamungkas

Genre: Pop

Label: Mas Pam Records

Tanggal Rilis: 26 Juni 2020

 

Solipsism merupakan salah satu rilisan paling manis di tahun ini. Pada masa yang getir ini, album ketiga Pamungkas dapat menjadi penawar hati. Sejak debutnya pada 2018, Pamungkas tak pernah absen untuk merilis album baru. Kini, di tahun ketiganya, Pamungkas melepas Solipsism ke ruang dengar kita semua.

Tepat satu bulan setelah perilisan album ketiganya, Pamungkas menggelar penampilan secara virtual. Pamungkas dan THE PEOPLEPEOPLE membawakan seluruh lagu dari Solipsism pada 26 Juli 2020. Kesuksesan album ini juga dibuktikan dengan jumlah pendengar di Spotify yang mencapai lima juta dalam dua minggu pasca perilisan.

Solipsism berasal dari bahasa Latin, solus, yang berarti “sendirian” dan ipse yang berarti “diri”. Selain itu, solipsism juga dapat diartikan sebagai pandangan atau teori bahwa pemikiran diri sendiri adalah segalanya. Terkadang, suatu pemikiran hanya kita yang bisa mengerti maksud dan arahnya. Bahkan ketika kita telah menjelaskan secara rinci kepada orang lain, pikiran yang kita maksud belum tentu dapat dipahami orang lain. Melalui Solipsism, penyanyi yang akrab dipanggil Pam ini ingin mengutarakan pikirannya yang selama ini ia simpan. Ia ingin membagikan sudut pandang dan pengalamannya. Selain itu, Ia mengajak para pendengarnya untuk memaknai rilisan ini dengan tafsiran masing-masing.

Solipsism adalah seperangkat cerita romansa yang dilagukan. Sebelas lagu di dalamnya membawa kita terbang dan terbuai. Kisah-kisah yang mungkin kita rasakan setiap hari. Ketika kamu mendengar lagu-lagu di album ini, mungkin kamu ingin memakai pakaian terbaikmu dan ikut masuk dalam setiap lantunan instrumen di Solipsism.

Album ini berisikan sebelas lagu, yaitu “Queen of the Hearts”, “Intentions”, “Be My Friend”, “Live Forever”, “Deeper”, “Be Okay Again Today”, “Higher Than Ever”, “Riding the Wave”, “Still Can't Call Your Name”, “I Don't Wanna Be Alone”, dan “Closure”.

Cerita romansa ini dibuka dengan track “Queen of the Heart”. Pada dua puluh detik pertama lagu ini, secara perlahan nuansa bahagia itu dibangun. Seakan-akan kita diajak masuk ke sebuah taman, yakni lagu itu sendiri. Taman ini berisi seorang pujaan hati yang telah berhasil memenangkan hati. “…Your poetic mind, I can listen to you for hours; Like a valentine, darling you talk like flowers.”

Tak hanya sampai di taman yang indah, lagu selanjutnya, “Intentions”, membawa kita masuk sedikit lebih dalam. Ungkapan cinta yang indah akan kita dengar berulang kali di lagu ini. “Ooh, I just wanna love you right; Free you so you shine your lights; Can't you see it?; Ooh, I just wanna kiss you right; Saying everything without; A word or two”.

Dalam urutan kelima lagu di album ini, “Deeper” mengisi cerita romansa ini dengan baik. “Deeper” mewakilkan perasaan yang muncul sekejap dan dalam masuk ke hati, tanpa tahu alasan munculnya perasaan tersebut yang terlukiskan melalui liriknya, “I didn't know much about love; I knew nothing about it; 'Til I'm falling so hard into you; Quicker and deeper”.

Tak berhenti di “Deeper”, cerita romansa itu terus berlanjut di track ketujuh, yaitu “Higher Than Ever”. Si tokoh yang melakoni cerita ini sejak awal merasakan kerinduan di lagu nomor tujuh ini. Rasa ingin bertemu membuat sang tokoh merasa “crazy, higher than ever”.

Kisah dalam Solipsism akan segera berakhir. “I Don't Wanna Be Alone” dan “Closure” mengisi tempat tersebut. Kisah yang telah berjalan sedari awal, segala rasa yang telah diterima, dan melalui “I Don't Wanna Be Alone”, si tokoh tersebut jelas tak rela ditinggal sendiri. Selanjutnya, “Closure” menutup cerita romansa ini dengan menyedihkan, bertolak belakang dengan kisah awal yang dibuka dengan penuh bunga bermekaran. Sayangnya, dalam sebuah cerita romansa, akhir cerita tidak selalu indah. “I give up trying; And though I'll be sad; Lying still lying”.

Melalui album ketiga ini, Pamungkas telah membagikan sudut pandangnya. Kita mungkin punya cerita yang serupa. Kita juga bisa mengartikan lagu-lagu di album ini dengan tafsiran kita sendiri. Album ini juga merupakan tanda terima kasih Pamungkas atas dukungan dari penggemar yang tiada hentinya selama tiga tahun terakhir.

 

Teks: Putri Melina
Foto: Istimewa

Editor: Ruth Margaretha M.



include('analytics') @