Synchronize Fest 2020: Selebrasi Bersama Televisi

M. Riyan Rizki, 18 November 2020

Tahun 2020 memang tahun yang unik, tidak pernah terduga sebelumnya bahwa aktivitas yang biasa kita lakukan sehari-hari kini menjadi terbatas karena pandemi. Kondisi ini  menuntut manusia untuk dapat beradaptasi dan tetap bersabar di tengah pandemi yang hingga kini terus mengalami peningkatan kasus.

Selain kegiatan  yang terhambat akibat pandemi, berbagai rencana yang sudah dibuat pun lantas berubah dan mengikuti keadaan di tengah ancaman pandemi virus Corona. Salah satu bidang yang cukup terdampak ialah bidang permusikan, membuat para musisi yang di tahun sebelumnya dapat rutin untuk menghadiri serta menggelar konser musik setiap bulannya, mungkin di tahun ini perlu berpikir keras dalam hal pengaktualisasian profesi mereka agar dapat terus dinikmati oleh masyarakat.

Langkah musisi yang dapat dilakukan dalam beradaptasi di tengah pandemi ialah tetap tampil meskipun harus melalui media daring, seperti konser virtual. Salah satu konser musik besar dan cukup sukses di setiap tahunnya, yaitu Synchronize Fest, yang tahun ini bertajuk: Selebrasi Bersama Televisi. Synchronize Fest sendiri ialah festival musik multigenre yang berskala nasional yang selalu diisi oleh banyak musisi yang datang dari berbagai genre musik untuk merayakan keberagaman jenis musik, dan terdiri dari musisi ‘70-an, ‘80-an, ‘90-an, hingga sekarang.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Synchronize Fest 2020 sendiri diadakan melalui media televisi yang bekerja sama dengan salah satu saluran televisi swasta di Indonesia. Meskipun suasana  Synchronize Fest 2020 jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, seperti di tahun kemarin, Synchronize Fest 2019 terbilang cukup mendapat antusiasme yang tinggi dari publik yang hadir di konser tersebut. Salah satu hal yang menjadi highlight dari Synchronize Fest 2019 ialah tentang gerakan “Green Movement”  yang bertemakan "Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia", dimana panitia mewajibkan makanan dan minuman yang ada di dalam konser harus menggunakan bahan bahan yang dapat di daur ulang dan dapat digunakan kembali. Selain tentang gerakan Green Movement tersebut, acara yang dihadiri lebih dari 100 musisi tersebut juga menyediakan tempat untuk area nonton film. Film-film yang diputar seperti Tarling is Darling, Aruna dan Lidahnya, Tiga Dara untuk hari pertama, lalu ada Nyanyian Akar Rumput, Kucumbu Tubuh Indahku, dan Darah Muda di hari kedua. Untuk hari terakhir, ada film dokumenter Superglad, 27 Steps of May, serta Gita Cinta Dari SMA.

Kehadiran Synchronize Fest 2020 di tengah pandemi ini bagai telaga di tengah gurun pasir yang melepaskan dahaga orang-orang yang tidak dapat menonton pertunjukan live musik musisi favorit mereka selama pandemi. Meski hanya melalui siaran televisi, namun antusiasme publik  dengan digelarnya konser ini cukup tinggi, dilihat dari banyaknya orang orang yang menonton konser tersebut lalu diabadikan melalui Instagram. Gelaran Synchronize Fest 2020 tahun ini sendiri pun menampilkan cukup banyak musisi terbaik yang ada, dari yang legendaris seperti The Adams, Iwa K, The Sigit, Mocca, Rhoma Irama, dan Iwan Fals hingga musisi yang musiknya mulai banyak diapresiasi oleh orang orang seperti Danilla, .Feast, Pamungkas, dan Dipha Barus. Selain banyaknya musisi yang hadir, kolaborasi antar musisi juga cukup menyita perhatian, yaitu kolaborasi antara Rhoma Irama dengan Dipha Barus yang membawakan lagu-lagu dari Rhoma Irama seperti Darah Muda.

Berikut kemeriahan dari konser Synchronize Fest 2020 kami tangkap melalui kanal media Synchronize Fest.

Meskipun sekarang hanya mampu berselebrasi melalui televisi, semoga nanti seusai pandemi kita dapat berselebrasi kembali secara langsung menonton festival musik di tahun 2021!

Teks: M. Riyan Rizki
Foto: Istimewa
Editor: Rifki Wahyudi

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, Berkualitas