The Demon: Setan yang Mengacaukan Perasaan

Nada Salsabila, 12 June 2020

Nama Album : The Book of Us: The Demon

Artis : DAY6

Genre : Rock, Pop

Label : JYP Entertainment

Tanggal Rilis : 11 Mei 2020

Muncul sebagai grup dengan formasi band pertama di agensinya, DAY6 selalu memberi kejutan pada penikmat musik. DAY6 adalah band asal Korea Selatan yang beranggotakan lima personil dan memproduksi sendiri lagu-lagunya. Band rock ini merilis mini album bertajuk The Book of Us: The Demon (selanjutnya disebut The Demon) pada Mei lalu, sebagai seri ketiga dari The Book of Us, dengan dua seri sebelumnya yaitu The Book of Us: Gravity dan The Book of Us: Entropy.

Comeback DAY6 kali ini terbilang sukses. Pada hari pertama penjualannya, mini album ini berhasil terjual sebanyak lebih dari 30.000 kopi. Pada mini albumnya yang keenam ini, DAY6 menggambarkan ketidakseimbangan perasaan antara pasangan kekasih yang justru mengacaukan hubungan mereka.

Lagu “Day and Night” menjadi track pertama dalam The Demon. Lagu ini menggambarkan hubungan kedua orang yang hampir pupus dan sudah tak lagi berada di titik temu, seperti halnya siang dan malam. “Day and Night” memiliki melodi yang berwarna dan sangat easy-listening. Si bungsu Dowoon, yang merupakan drummer, turut menyumbang suara dalam lagu ini.

“Zombie”, yang menjadi title track pada album ini, memberi sentuhan yang sangat sentimental. Lagu ini berkisah tentang kehidupan yang menjadi hambar karena rutinitas harian yang monoton. Orang-orang terlalu sibuk bekerja sehingga menjadi zombie: berjalan tanpa tujuan pasti dan hanya bangun untuk tidur kembali. Lagu bernuansa pop-rock ini menjadi sangat relevan dengan kehidupan banyak orang. Selain itu, “Zombie” juga memiliki instrumentasi yang catchy. Melalui ketukan drum dan melodi kibor yang terasa sangat autentik, lantunan ini menjadi mudah dikenali.

Lagu ketiga dalam mini album ini bertajuk “Tick Tock”. Adanya riff gitar dan bass line yang dominan membuat lantunan ini memiliki melodi yang unik. Dibanding lagu lainnya, “Tick Tock” cenderung lebih sepi dan sederhana, senada dengan kisah yang disampaikan mengenai hubungan yang sudah hambar dalam lagu ini.

 

Selanjutnya, DAY6 meramu sentuhan elektronik dan rock dalam lagu “Love Me or Leave Me”. Lagu ini menjadi salah satu track yang berhasil mencuri perhatian kala mini album ini dirilis. “Love Me or Leave Me” menceritakan tentang seseorang yang mempertanyakan kelanjutan hubungannya. Bagian pamungkas dari lagu ini pun terlukiskan melalui kutipan lirik “Baby love me or leave me tonight”. Selain itu, penggunaan double-pedal pada drum membuat beat lagu ini menjadi sangat cepat.

Urutan keenam dalam The Demon ditempati oleh lantunan “Stop”. Dibuka oleh suara husky Jae dan irama bass yang kental, “Stop” membawa warna musik khas DAY6 dengan sentuhan hard rock. Lagu ini mengisahkan tentang keinginan untuk menghentikan suatu hubungan yang sudah memuakkan.

Pada mini album ini dapat ditemukan unsur rock 80-an yang kental dalam lagu “1 to 10”. Lantunan ini melukiskan kemantapan seseorang terhadap perasaannya. Namun, hal tersebut justru membawa ketidakseimbangan karena pasangannya terlihat tidak percaya pada hubungan mereka. Di lagu ini, YoungK menunjukkan jangkauan vokalnya yang luas ketika menyanyikan bagian chorus lagu.

Lagu ketujuh pada mini album ini berjudul “Afraid”. Seperti judulnya, lagu ini membingkai perasaan takut dan cemas. Rasa takut yang muncul karena merasa tidak cukup baik bagi pasangannya membuat seseorang meragukan diri sendiri sehingga menyiksanya. “Afraid” adalah lagu rock-ballad yang sangat memikat. Lagu yang ditulis dan dikomposisi oleh Sungjin ini membutuhkan teknik vokal dan kontrol suara yang sulit. Ketukan drum dan riff gitar yang intens pada lirik “I’m so afraid” menambah kesan kalut pada lagu ini.

Track terakhir dalam The Demon adalah “Zombie” versi Inggris. Uniknya, “Zombie” versi Inggris memiliki lirik yang sangat berbeda dengan versi Korea. Namun, nuansa dan tema antara keduanya masih sama. Bagi pendengar yang tidak terbiasa mendengar lagu berbahasa Korea, saya sangat merekomendasikan lagu ini sebagai “pengantar” untuk memasuki musik DAY6 lainnya. “Zombie” versi Inggris juga dilengkapi oleh video lirik.

Sayangnya, DAY6 tidak melakukan promosi untuk sementara karena kesehatan mental beberapa personilnya. Walaupun tanpa promosi, DAY6 berhasil mengagetkan khalayak dengan perolehannya pada tangga lagu Korea. Selain itu, dalam waktu 24 jam, musik video “Zombie” sudah ditonton lebih dari 2 juta kali di YouTube. Hal ini cukup mengejutkan, pasalnya industri K-Pop jarang sekali menaruh perhatian pada grup dengan formasi band. Lewat The Demon, DAY6 membuktikan musikalitasnya yang mumpuni.

 

Teks: Nada Salsabila
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas