Wachito Rico: Sebuah Album Sinematik

Putri Melina, 13 November 2020

Nama Album:  Wachito Rico
Artis: Boy Pablo
Genre: Alternatif/Indie
Label: 777 Music
Tanggal Rilis : 23 Oktober 2020

Nicolas Pablo Muñoz—atau yang lebih dikenal sebagai Boy Pablo—telah resmi merilis album debutnya pada 23 Oktober lalu. Kesuksesan yang ia raih dari dua mini album—Roy Pablo (2017) dan Soy Pablo (2018)—membuatnya percaya diri untuk melepas album perdananya yang telah disusun selama setahun belakangan. Dalam sesi tanya-jawab di kanal YouTube pribadinya, ia menjelaskan bahwa album ini dipersiapkan secara totalitas dan menguras emosinya. Berasal dari istilah slang bahasa Chili, Wachito Rico berarti “pria tampan yang disukai dan dicintai”. Pesan tersebut hendak disampaikan melalui lagu-lagunya yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Tak hanya melalui nyanyian, Boy Pablo menyematkan alunan instrumental melalui “aleluya” dan “vamos a la playa”.

Wachito Rico The Movie merupakan pelengkap dari sebuah album debut milik Boy Pablo. Penggemar tidak hanya disuguhkan dengan tiga belas lagu yang menyenangkan, tetapi juga diberikan visualisasi dari lagu-lagu tersebut. Visualisasi tersebut merupakan lima klip video dari lima single yang ia rilis sebelum perilisan albumnya. Boy Pablo membangun Wachito Rico Universe dalam rangkaian video klip tersebut. Dalam cerita Wachito Rico The Movie, terdapat beberapa tokoh, yaitu Wachito Rico sebagai tokoh utama, Sofia sebagai kekasihnya, John dan Nacho sebagai temannya, Esteban sebagai sepupu laki-lakinya, dan seorang narator yang membantu menjelaskan setiap cerita ini.

Hey Girl”, single pembuka yang dirilis pada Mei tahun ini, menjadi bagian pertama dalam Wachito Rico The Movie. Lagu ini menceritakan tentang proses perkenalannya dengan Sofia.

Kisah manis hubungan Wachito Rico dan Sofia pun berlanjut dalam lantunan “honey”. Sesuai dengan album art yang berlukiskan madu, “honey” pantas menjadi judul dari lagu yang juga terasa manis ini. “When I spend my time with you it tends to stop // honey, being around you is all I need” Wachito mulai mengungkapkan isi hati yang sesungguhnya kepada Sofia.

Seperti hubungan pada umumnya, kisah romantis Wachito Rico dan Sofia juga tak luput dari masalah. Rintangan ini diwakilkan melalui single “Rest Up” yang menempati bagian ketiga dari Wachito Rico The Movie. Mereka pun harus mengalami perpisahan karena Sofia pindah ke New York. Masa yang menyedihkan itu juga tergambar dalam lagu “te vas // don’t go”. Lagu ini bercerita tentang permohonan Wachito Rico agar Sofia tidak pergi meninggalkannya. Lagu ini bertengger pada track nomor 6 dalam album.

Patah hati yang dirasakan Wachito Rico atas kepergian Sofia tergambar pada bagian kelima Wachito Rico The Movie. Alih-alih terpuruk, Wachito Rico menunjukkan hal sebaliknya dalam bagian keempat cerita ini. “Leave me alone” bukanlah lagu patah hati yang membuat seseorang larut dalam kesedihan. Secara paradoks, kesepian Wachito dalam lagu ini membuat pendengar mungkin akan sedikit menari dengan iringan lantunan yang menyenangkan. “Leave me alone // cause I just wanna dance // and be in the zone // eat some candy”. 

Rangkaian cerita ini ditutup dengan lagu yang berjudul sama dengan judul album ini, yaitu “Wachito Rico”. Sebuah lagu penutup cerita perjalanan Wachito Rico dan Sofia yang menunjukan keberhasilan Wachito Rico untuk melupakan Sofia. “mueve las caderas // let the rhythm come and get you”. Wachito pun dapat bangkit dari kesedihannya dengan kembali menari. 

Boy Pablo konsisten untuk membuat lagu tentang Love Struggle, termasuk untuk album perdananya ini. Kisah asmara tentu tidak akan luput dari lika-liku dan pasang surut. Meskipun begitu, Boy Pablo selalu mampu untuk memberikan atmosfer menyenangkan dalam lagunya yang mengungkapkan kesedihan. Penyampaian pesan secara paradoks ini hendak menawarkan ketenangan di tengah situasi yang meresahkan.

Dalam postingan di akun Instagram-nya, Boy Pablo menyarankan para penggemar untuk mendengar satu album secara runtut dari lagu pertama hingga lagu terakhir agar pendengar memahami cerita yang ia sampaikan. Akhirnya, kisah ini ditutup dengan narasi berupa harapan yang masih tersimpan dalam diri Wachito Rico. “And perhaps, will there be a new Sofia someday?”.

 

Teks: Putri Melina
Foto: Genius.com
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas!