Akapela 2018 Berbagi Keceriaan bersama Anak Difabel Netra

Monday, 10 December 18 | 12:44 WIB

Acara bertajuk Akapela 2018 atau Aku, Kamu, Kita Peduli Anak mengangkat tema “Merangkai Kata, Cerita, dan Harapan bersama Anak dengan Difabel”. Bertempat di Gedung M Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI, Akapela 2018 mendatangkan anak-anak dari SDN 02 Pondok Cina dan SLB-A Pembina Tingkat Nasional yang memiliki kebutuhan khusus pada penglihatan. Di sana, mereka didampingi oleh volunteer atau sukarelawan selama rangkaian acara berlangsung yakni nonton berisik, art class, dan pentas seni.

“Tema ini diambil karena semangat yang dibawa oleh divisi Sosmas Himakrim adalah inklusivitas. Bentuk implementasi inklusivitas tersebut yaitu dengan mendengarkan dan melibatkan anak difabel melalui cerita dan harapan mereka dalam hak bermain dan berekreasi,” ujar Hanifah Nur Fadhila selaku ketua pelaksana Akapela 2018.

Suasana hening mulai terasa ketika film 5 Elang diputarkan di Auditorium FIA UI. Sesuai dengan namanya yaitu nonton berisik, volunteer yang mendampingi anak dari SLB-A Pembina Tingkat Nasional dengan sigap menceritakan jalannya film kepada mereka. Suara tawa anak-anak SDN 02 Pondok Cina juga mengiringi alur cerita tatkala melihat adegan lucu.

Setelah menonton film, anak-anak dan para pendamping beralih ke rangkaian acara berikutnya yakni art class yang dibagi ke dalam sembilan kelompok. Pada sesi ini, mereka dibebaskan membuat bentuk dengan plastisin. Mulai dari tumbuhan, hewan, mobil, hingga makanan mereka ekpresikan melalui bentuk tiga dimensi dengan berbagai warna. Para pendamping pun antusias membantu anak-anak untuk berkreasi.

“Aku paling suka yang main plastisin karena seru banget. Di sana, aku bisa berinteraksi banyak dengan mereka dan kumpul dengan anak difabel dan anak-anak lainnya juga, ungkap Adine Berlianti dari FISIP UI yang mendampingi anak dari SDN 02 Pondok Cina.

Anak-anak dari SDN 02 Pondok Cina juga berkesempatan untuk menunjukkan bakat mereka dengan bernyanyi lagu Terima Kasihku dan satu lagu berbahasa Sunda. Selain itu, beberapa anak dari SLB-A Pembina Tingkat Nasional juga memperlihatkan kemampuan mereka dengan bernyanyi beberapa lagu.

Diakhir acara, anak-anak dan para pendamping menikmati dongeng yang dibawakan oleh Future Leader for Anti-Corruption (FLAC). Dengan boneka tangan gajah, orang utan, dan piglet, mereka antusias menikmati dongeng yang bertemakan perjalanan.

Jujur kemarin buat aku pertama kalinya nge-dongeng di depan anak-anak difabel netra. Aku tersentuh banget melihat antusiasme peserta. Siswa-siswi yang semangat dalam bermain sambil belajarnya luar biasa sekali, tutur Syella Dwi Safitri, salah satu pengisi dongeng.
Sebelum mengakhiri acara, dua mahasiswi Kriminologi FISIP UI meluangkan waktunya untuk menghibur adik-adik dan para pendamping dengan menyanyikan lagu Imagine dan Laskar Pelangi. Setelahnya, adik-adik bersama para pendamping, guru, orang tua, serta panitia berfoto bersama dan Akapela 2018 (8/12) yang diadakan oleh Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas) Himpunan Mahasiswa Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Himakrim FISIP UI) secara resmi ditutup.

Teks: Ramadhana Afida Rachman
Foto: Istimewa
Editor: Kezia Estha T.

Pers Suara Mahasiswa UI 2018

Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Eksplorasi di FISIP, Hal Ini yang Dijanjikan Kedua Calon untuk Warga FISIP
Peduli Terhadap Perempuan, HMIP Adakan Sehati
Mempertanyakan Arti Rupawan
Politic Fair: Sadar Pemilu, Bangun Indonesia