Aksi Nyata FISIP Masuk Desa 2016 Telah Terwujud

Sunday, 07 August 16 | 10:18 WIB

Setelah melalui persiapan selama beberapa bulan, akhirnya kegiatan FISIP Masuk Desa (FMD) 2016 dilaksanakan pada (13—15/6). Kegiatan ini berbentuk pengabdian masyarakat bagi warga Kampung Tegal Panjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Sesampainya di lokasi kegiatan, peserta FMD 2016 langsung dibagi dan diantar menuju rumah indung semang masing-masing.

Hari pertama FMD 2016 disebut dengan Senen Wawawuhan atau Senen Berkenalan. Di hari tersebut, peserta mulai berkenalan dengan indung semangnya masing-masing. Mereka mempelajari gaya hidup masyarakat dan beradaptasi dengan lingkungan Kampung Tegal Panjang.

Di hari kedua, peserta melakukan kegiatan yang disebut dengan Salasa Ngariung atau Selasa Berkumpul. Di hari tersebut, para indung semang dan ibu-ibu lainnya diajak berkumpul di SD Sukamulya untuk mengikuti kegiatan Usaha Rakyat.

Dalam kegiatan ini, ibu-ibu dari Kampung Tegal Panjang membuat keripik pisang, mulai dari mengupas hingga menggoreng buah tersebut. Berikutnya, mereka menentukan sendiri bentuk logo dan nama keripik pisang yang telah dibuat. Hal tersebut dilakukan karena keripik pisang tadi akan dipasarkan di FISIP UI usai liburan semester genap. Hasil dari penjualanya akan diberikan kepada ibu-ibu yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Selanjutnya, peserta FMD 2016 mulai mempersiapkan diri untuk kegiatan Dari FISIP untuk Tegal Panjang. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok Dongeng, kelompok Origami, dan kelompok Menyanyi. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak Kampung Tegal Panjang yang telah direncanakan sejak acara Baper Bareng FMD.

Mengajarkan anak-anak Kampung Tegal Panjang bermain origami

Mengajarkan anak-anak Kampung Tegal Panjang bermain origami

Kelompok Dongeng membawakan dongeng berjudul “Misteri Kulit Pisang” yang mengajarkan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak merugikan orang lain.

Sementara itu, kelompok Origami mengajarkan anak-anak untuk membuat origami berbentuk pakaian, pesawat terbang, dan lain-lain.

Terakhir, kelompok Menyanyi mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu Libur Telah Tiba dan Lihat Kebunku. Antusias dan semangat dari para peserta dan anak-anak Kampung Tegal Panjang membuat puasa hari itu tidak terasa.

Salasa Ngariung ditutup dengan buka puasa bersama di depan rumah RT Kampung Tegal Panjang.

Hari kembali berganti dan kegiatan FMD 2016 memasuki hari ketiga atau disebut dengan Rebo Babagi atau Rabu Berbagi. Disebut demikian karena peserta membagikan cerita dan pengalaman mereka selama tinggal di rumah indung semang masing-masing kepada peserta lainnya.

Kegiatan tersebut dilakukan ketika para peserta jalan-jalan ke hutan pinus di pagi hari. Ada pengalaman yang senang, seram, canggung, takut, dan lain sebagainya.

Kegiatan berikutnya adalah cek kesehatan dan pemberian obat gratis oleh tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di SD Sukamulya. Antusiasme warga Kampung Tegal Panjang terhadap kegiatan itu cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan secara bergantian ke lokasi kegiatan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Sesudah cek kesehatan dan pengobatan gratis dilakukan, peserta FMD 2016 berpamitan kepada indung semang masing-masing kemudian bersiap untuk kembali ke Depok.

Tiga hari bukanlah waktu yang lama untuk melakukan pengabdian masyarakat. Namun, FMD 2016 berusaha untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat, baik bagi warga Kampung Tegal Panjang maupun bagi peserta dan panitia yang terlibat. Aksi nyata FMD 2016 telah terwujud, tetapi tidak berakhir sampai di sini.

 

Foto dan Teks: Ads

Komentar



Berita Terkait