Aksi Secure Parking Jilid 2

Thursday, 18 July 19 | 11:03 WIB

Senin, 15 Juli 2019 kembali adanya aksi oleh BEM se-UI yang melibatkan tidak hanya mahasiswa UI tapi juga BEM PNJ, masyarakat Kukusan dan Ojek Mitra Kampus. Aksi yang dinamakan Aksi UI ENDGAME Episode 2 dimulai dengan berkumpulnya massa di Gerbang Utama yang kemudian melakukan ‘long march’ menuju Gedung Rektorat UI guna menyuarakan aspirasi mereka mengenai kebijakan “Secure Parking” yang diberlakukan oleh Rektorat dengan minim sosialisasi dan partisipasi publik.

Massa berjalan sepanjang kawasan UI dengan membawa banner putih bertuliskan “Ini Masalah Di Dalam Kampusku” serta atribut-atribut lainnya sambil menyanyikan lagu-lagu berisi protes. Massa pun terlihat mengikuti mobil truk sebagai panggung orasi protes terhadso secure parking yang diberlakukan di UI. Adapun secure parking ini sudah dilaksanakan test run mulai 15 Juli sampai 31 Juli 2019.

Selanjutnya, ketika diwawancara oleh Pers Suara Mahasiswa UI, Manik Marganamahendra selaku Ketua BEM UI 2019 mengatakan bahwa secure parking tidak memiliki landasan dokumen yang jelas. Menurutnya, analisis dampak secure parking terhadap lalu lintasnya juga belum jelas.

“Karena secure parking ini tidak memiliki landasan dokumen yang jelas, analisis dampak mengenai lalu lintasnya juga sampai sekarang belum jelas, makanya kami juga menuntut agar pihak rektorat mengkaji ulang terkait dengan permasalahan ini.”

Lalu, ia menganjurkan untuk adanya ruang antara mahasiswa, masyarakat, serta pihak rektorat untuk berdiskusi dan merumuskan solusi mengenai permasalahan parkir di UI.

Selain itu, Manik juga menjelaskan bahwa posisi BEM sekarang belum bisa memberikan solusi karena kebijakannya belum jelas dan mereka masih menunggu analisis dampak lalu lintas dari pihak rektorat.

“Sebenarnya kita memang sudah mempersiapkan untuk solusi-solusinya, namun kita tidak bisa langsung begitu saja karena sebenarnya yang punya tanggung jawab untuk aksi dan memberikan kajian itu adalah pihak rektorat. Ya mana mungkin ga bisa ada kebijakan tanpa adanya analisis, itu yang kita minta terlebih dahulu,” kata Manik

Uji coba Sistem Masuk dan Parkir UI atau yang kerap disebut “Secure Parking” diselenggarakan oleh pihak rektorat pada tanggal 15 Juli pada titik-titik masuk yang berpotensi mengalami penumpukkan kendaraan yakni Pintu Masuk Gerbang Utama (Gerbatama), Pintu Masuk Pondok Cina, Pintu Masuk Kukusan Kelurahan dan Pintu Masuk Politeknik Negeri Jakarta. Meski belum diberlakukan tarif ataupun regulasi sepenuhnya, terbukti secure parking membuat beberapa warga UI merasa risih dengan kebijakan tersebut karena adanya kemacetan yang timbul di pagi hari.

“Kita (Mahasiswa PNJ -red) benar-benar sangat keberatan karena sama sekali kalau dibilang ini untuk Green Campus ya kita sama sekali engga ada fasilitas penunjangnya. Ya mungkin teman-teman UI dapet sepeda kuning, dapet armada bis kuning tambahan, atau transjakarta cuman yang saya dengar sepeda kuning pun berbayar jadi kita sangat keberatan bahwa bahkan untuk fasilitas Green Campus sendiri harus berbayar gitu lho,” kata seorang mahasiswa PNJ yang mengikuti demo siang hari itu.

Althof Endawansa selaku ketua MWA UI mengungkapkan bahwa kebijakan secure parking sebelumnya belum pernah didiskusikan terlebih dahulu dengan pihak MWA UI.

“Jika ini, persoalan secure parking tidak pernah dibahas dalam rapat MWA UI sejak saya menjabat. Kemudian saya juga bertanya kepada MWA UI UM 2018 apakah pernah masuk bahasan rapat MWA, beliau bilang juga tidak pernah membahas secure parking, namun rencana pembangunan gedung parkir terpusat,” kata Althof

Saat ini, MWA UI sedang mengadvokasikan hal ini dengan pihak-pihak yang terkait dengan pembuatan kebijakan tersebut.

“Saya disini mencoba mempertemukan pihak terkait dengan pembuat kebijakan, semisal pertemuan dengan Wakil Rektor 2 yang sudah berlangsung disitu saya menjembatani pertemuan tersebut melalui audiensi. Kemudian mencoba berkomunikasi juga dengan pihak rektorat terkait apa yang menjadi keresahan terkait dengan isu secure parking tersebut” ungkap Althof

Aksi bersama tersebut mencapai puncaknya saat para mahasiswa UI dan PNJ bergabung di depan Gedung Rektorat dan menyampaikan aspirasi mereka serta diwakili oleh BEM UI dan MWA UI yang berdiskusi dengan pihak Rektorat terkait kebijakan “Secure Parking”. Aksi berakhir dengan diadakannya audiensi dengan Gandjar Kiswanto dan uji coba secure parking akan ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Manik mengatakan bahwa untuk rencana kedepannya belum bisa dibagikan namun hasil yang didapat dari audiensi dengan direktur DPPF adalah sebagai berikut:

1. Pihak rektorat berjanji akan memberikan transparansi dokumen-dokumen dasar hukum, kajian analisis dampak lalu lintas dan lingkungannya terhadap kebijakan secure parking kepada mahasiswa, dan masyarakat di pertengahan Juli ini.

2. Pihak rektorat akan mendengarkan masukan dari mahasiswa dan masyarakat dalam forum terbuka yang akan dilaksanakan pada akhir Juli ini

3. Kebijakan secure parking terkhusus untuk motor akan ditunda pelaksanaannya hingga bisa mencapai titik temu dengan forum terbuka.

 

 

Teks : Trisha D. H
Foto : Anggara Alvin
Editor : Muhamad Aliffadli

Komentar



Berita Terkait

Forum Terbuka Ungkap Alasan Adanya Secure Parking
Debat Calon Rektor UI 2019: Ajang Adu Argumen Perihal Biaya Pendidikan
Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta