Aksi Women’s March Angkat Isu Kekerasan Seksual

Saturday, 03 March 18 | 07:56 WIB

Hari ini (3/3) diadakan Women’s March di Jakarta untuk menyuarakan aspirasi massa terkait isu perempuan. Massa berkumpul di depan Hotel Sari Pan Pacific kemudian berjalan menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional.

Kerrina Basaria, Koordinator Women’s March Jakarta 2018 mengapresiasi para pemuda yang datang dan turut menyampaikan aspirasi mereka, “Banyak anak SMA dan kuliah (Mahasiswa – red) yang follow kita di media sosial yang memang tergerak untuk datang,” jelasnya.

Menurutnya juga anak-anak muda di masa mendatang dapat meneruskan perjuangannya, “Aktivisme itu dinamis, go with the time. Kita harus memberikan tongkat estafet ke aktivis-aktivis muda.”

Senada dengan Kerri, Rifqi Thoriq dari Departemen Kajian Strategis BEM FH UI 2018 mengatakan bahwa banyak permasalahan yang dialami perempuan dalam konteks hukum dan budaya contohnya KUHP 284-286 yang dirasa tidak memadai perempuan korban kekerasan seksual dan pemuda memiliki peran yang penting sebagai agent of change terhadap isu-isu perempuan,

“Kita hidup di dunia yang tidak jauh dari smart phone dan media sosial dan pemuda gencar menggunakannya. Jika pemuda mau membagi informasi mengenai kekerasan seksual di Indonesia dan permasalahan terkait, ini akan menjadi pembumian isu yang sangat efektif,” jelas Rifqi.

Selanjutnya Lia Toriana, pendiri Youth Proactive, sebuah inisiatif yang bertujuan menggerakkan anak-anak muda untuk mengambil bagian dalam melawan segala macam ketidakadilan dan menegaskan peran pemuda dalam Women’s March,

“Lebih banyak teman-teman muda dan generasi milenial yang datang dibandingkan tahun lalu. Ada lebih banyak orang yang bersuara dan kita optimis kaum muda ke depan yang kemudian akan memegang peran yang penting untuk menyuarakan dan melawan,” jelas Lia.

Di sisi lain, Lia menjelaskan bahwa isu yang sangat dekat dengan anak muda adalah kekerasan dalam pacaran, “Tidak hanya ribuan, tapi jutaan anak muda tidak tahu bahwa relasi mereka  berpacaran itu sebetulnya berpotensi menimbulkan kekerasan seksual lewat dominasi satu pasangan terhadap pasangan lainnya.”

Selain itu, kekerasan seksual di kampus juga merupakan hal yang harus dilawan menurut Lia, “Adanya power relations (perbedaan kekuasaan – red) contohnya dosen dengan mahasiswa-mahasiswi saat proses bimbingan skripsi atau tugas akhir berpotensi untuk menjadi persoalan.”

Hadir juga Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HMIP) FISIP UI, “Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas) HMIP memang berfokus ke isu kekerasan seksual terhadap perempuan terutama di ranah publik seperti di jalanan dan KRL (kereta rel listrik – red),” ujar Helmi Putra Perdana, Ketua HMIP FISIP UI 2018.

Helmi juga menegaskan bahwa organisasi yang  Ia pimpin akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai kekerasan seksual, “Tahun lalu, HMIP mengadakan seminar anti-sexual abuse yang tatarannya masih dalam edukasi lewat seminar, tapi tahun ini dalam hal mengimplementasikannya, kita akan mulai turun ke jalan agar orang-orang tahu apa yang harus dilakukan terkait kekerasan seksual di ranah publik.”

Kemudian Mutiara Asshafiya, Wakil Kepala Departemen Sosial Masyarakat HMIP FISIP UI 2018 turut menjelaskan langkah-langkah HMIP untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekerasan seksual ke depannya.

“Kita akan mengadakan pelatihan dan kita akan mengajarkan tindakan fisik dan nonfisik apa yang bisa dilakukan. Bagi korban harus melakukan apa, untuk yang melihat harus lapor ke mana, dan apa hukuman yang pantas bagi pelaku.”

Sedangkan tema besar aksi Women’s March adalah Kekerasan Berbasis Gender, “Tema besar kita tahun ini adalah kekerasan berbasis gender. Isu yang semua bisa lihat di sini (Women’s March – red) adalah pelecehan seksual dan perasaan bahwa perempuan adalah warga kelas dua dan hal tersebut bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kerri.

Aksi Women’s March diisi dengan orasi, deklamasi puisi, serta hiburan berupa tarian dan nyanyian yang bertemakan perjuangan perempuan. Adapun rangkaian acara selanjutnya akan dilakukan di kota-kota lain antara lain Bandung, Surabaya, dan Denpasar.

 

Teks : Alexandro Daniel Marthin

Foto : Alexandro Daniel Marthin dan Dimas Dwi Putera (FIB 2015)

Editor : Kezia Estha T.

 

Komentar



Berita Terkait

Peduli Terhadap Perempuan, HMIP Adakan Sehati