Alumni dan Mahasiswa UI Tolak Dugaan Kriminalisasi atas KPK

Thursday, 19 February 15 | 01:46 WIB

Puluhan perwakilan Ikatan Alumni (ILUNI) dan mahasiswa UI, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/2) lalu. Aksi tersebut digalakkan sebagai bentuk penolakkan terhadap dugaan kriminalisasi atas KPK, dengan penetapan pimpinan-pimpinan KPK sebagai tersangka.

Turut hadir sore itu, Ketua Umum ILUNI UI Chandra Motik, Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Zulkarnain, Adnan Pandupraja, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Andi Aulia Rahman, perwakilan dari Koalisi Seni Indonesia, beserta sejumlah perwakilan universitas-universitas di Indonesia seperti ITB, Unpad, dan IPB.

20150218_155227

 

Mewakili ILUNI UI di dalam auditorium gedung KPK, sosiolog Imam Prasojo menyatakan. “Kami menyatakan bahwa seluruh sivitas akademika akan mendukung KPK. Kita akan mempertahankan lembaga ini untuk bekerja terus, dan kita akan desak agar Kapolri baru akan melakukan kerjanya,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan Imam, perwakilan alumni dari ITB, IPB, dan Unpad juga menyatakan dukungannya. “Perjalanan melawan korupsi selalu menanjak. Tapi, kami ingin menyampaikan bahwa KPK tidak sendiri,” ujar perwakilan alumni ITB.

TOLAK PELANTIKAN BG!

 

Andi Aulia Rahman mengatakan bahwa pelemahan terhadap kinerja KPK dalam memberantas korupsi saat ini akan mengganggu pemberantasan korupsi di Indonesia.  Aksi ini, menurutnya, merupakan bentuk dukungan mewujudkan pemerintahan yang pro antikorupsi.

“KPK mampu memberikan perubahan dan harapan bagi Indonesia. Mahasiswa juga tidak berdiam diri dari adanya kisruh yang ada di negara ini,” tuturnya.

Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres), memutuskan untuk melakukan pemberhentian sementara terhadap dua pimpinan KPK, yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Abraham Samad diduga menjadi tersangka kasus pemalsuan dokumen, sedangkan Bambang Widjojanto diduga terlibat dalam kasus pemberian keterangan palsu oleh saksi dalam sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kotawaringin Barat.

Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi sebagai pimpinan KPK sementara.

 

Melati Suma Paramita

Dara Adinda Kesuma

Foto: Diah Desita

Komentar



Berita Terkait

Tanggapi Kasus Terorisme, UKM Kerohanian UI Adakan Doa Untuk Negeri 
Hari Buruh Internasional 2018, FSPMI: Nawa Cita Jokowi Telah Gagal
Makna ‘Kartu Kuning’ dari Ketua BEM UI 2018 kepada Presiden Joko Widodo
Hadir di Dies Natalis UI ke-68, Jokowi Diacungkan ‘Kartu Kuning’ oleh Ketua BEM UI 2018