Angkat Tema Kerajaan, OKK UI 2017 Ajak Mahasiswa Baru Bersatu

Tuesday, 15 August 17 | 08:38 WIB

Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI 2017 kembali digelar pada Jumat dan Sabtu (11-12/8) lalu di Balairung UI, Depok. Acara yang dihadiri sekitar 8000 mahasiswa baru itu mengusung konsep kerajaan dengan slogan “Semangat SatUI”.

Melalui tema tersebut, Wanda Melani Larasati selaku Ketua Pelaksana OKK UI 2017 percaya bahwa konsep kerajaan dan teatrikal dapat menyampaikan pesan yang mendalam berupa semangat persatuan dan kebermanfaatan bagi para mahasiswa baru.

“Kita ingin dari OKK ini bisa menjadi pemantik sedikit saja buat mereka merasa, ya kita itu UI, seperti apapun perbedaannya jadi kita tetap merasa satu,” imbuh Wanda.

Tidak hanya merasa satu, Wanda juga ingin mahasiswa baru mengerti akan peran dan kontribusinya untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. “Karena saya percaya apapun ranah konstribusi yang mereka pilih itu mungkin bisa bermanfaat untuk diri mereka maupun orang lain sehingga mereka bisa bermanfaat untuk semua rakyat Indonesia,” jelas Wanda, mahasiswa jurusan Ilmu Politik.

(Baca Juga: Orientasi Kehidupan Kampus, Menteri Keuangan RI Ajak Maba UI Peduli Sesama )

Meskipun demikian, ada yang berbeda pada penyelenggaraan OKK UI di tahun ini. Selain adanya 850 mentor yang membantu mahasiswa baru dalam pengerjaan tugas, OKK tahun ini juga memiliki lagu dan yel-yel OKK. Tambahan lagi, konsep parade turut memeriahkan pelaksanaan OKK UI 2017.

Dalam menjalani konsep kerajaan, Wanda menyatakan kesulitan utamanya adalah menggiling konsep. “Kesulitan kita itu menggiling konsepnya, itu kita sampai tanya-tanya ke jurusan arkeologi, benar gak sejarahnya kayak gini, terus bahasanya benar gak, kita juga sampai tanya-tanya ke dosen,” ujar Wanda.

Di lain pihak, Fania selaku mahasiswa baru menyatakan kegiatan OKK UI 2017 membuat mahasiswa baru berpikir lebih kritis sehingga mahasiswa baru tidak hanya belajar dan organisasi.

”Jadi kita gak cuma belajar dan organisasi doang tapi bisa memulai sesuatu yang lain dari yang lain,” ungkap mahasiswa jurusan Sosiologi itu.

Teks: Kezia Estha Tumbol dan Huda Shidqie

Foto: Ghassani Shabrina dan Maria Julita

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait