BEM Fakultas se-UI Paparkan Keterlibatannya dalam Aksi Kartu Kuning

Friday, 02 March 18 | 08:26 WIB

Aksi Kartu Kuning oleh BEM UI (2/2/2018) mengundang kontroversi publik bahwa aksi yang dilakukan sebagai respon atas Kejadian Luar Biasa (KLB) di Asmat tidak hanya semata-mata dilakukan oleh BEM UI. Beberapa BEM Fakultas juga terlibat dalam kajian hingga aksi terhadap Jokowi tersebut. Selain itu, BEM UI memang meminta peran dari setiap BEM Fakultas untuk turut serta dalam gerakan GABRUK (Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk) untuk menyebarkan link donasi untuk keberangkatan tim dari BEM UI ke Asmat.

Manik Margahendra, Ketua BEM FKM UI mengaku terlibat dalam perumusan substansi khususnya kajian Asmat dan mendukung substansi tersebut. Sementara itu, Eghar Anugrapaksi, Ketua BEM FK UI memilih untuk bersikap abstain dalam aksi Kartu Kuning karena tidak memiliki jumlah perwakilan dari BEM FK UI yang cukup untuk dikirimkan sesuai jadwal yang telah disepakati. Namun, tentunya BEM FK UI telah mengambil peran dalam proses kajian gizi buruk dan campak di Asmat.

Di sisi lain, Fuad, Ketua BEM FISIP UI tidak terlibat dalam pembuatan kajian sehingga mereka tidak termasuk dalam aliansi BEM UI untuk melakukan aksi Kartu Kuning Jokowi. Meski begitu, ia mengapresiasi keberanian Zaadit Taqwa dan menyayangi sorotan media yang tidak fokus pada substansi yang diangkat, “Menurut gue aksi Zaadit cukup berani, tapi sebenarnya yang disayangkan blow up media malah ga terlalu fokus ke isu yang diangkat,” jelasnya.

Puspitasari A., Ketua BEM FF UI menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan kajian dan substansi tapi terlibat dalam pemilihan isu yang akan diangkat yaitu setuju terhadap dua dari tiga isu yang diangkat yaitu Ormawa dan gizi buruk Asmat. BEM FF  UI juga mengapresiasi semangat yang dibawa dalam aksi tersebut, namun cara yang dipakai dianggap kurang bisa disepakati.

Selain itu, BEM Vokasi UI, Faizal Haq yang turun sebagai tim dari UI ke Kabupaten Asmat mengatakan bahwa sesuai rapat CEM, mahasiswa memang perlu memanfaatkan momentum kedatangan Presiden Jokowi. Namun, BEM Vokasi UI hanya memvalidasi aksi damai di Stasiun UI.

Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa memang mengatakan akan melakukan aksi tunggal di Balairung. Sementara itu, untuk pembuatan kajian, Aliansi BEM Fakultas memang dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing bertanggung jawab atas salah satu isu yang diangkat.

Tujuan dari aksi ini dituturkan oleh Andri Nur Rochman, Ketua BEM Fasilkom UI yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat, terlebih Presiden Jokowi bahwa masih ada permasalahan yang perlu diselesaikan dan BEM Fasilkom tidak mempermasalahkan mengenai aksi ini. Sedangkan untuk penyusunan kajian BEM Fasilkom tidak terlibat karena beranggapan bukan bagian dari kompetensi mereka sehingga mereka berperan di dalam aksi ataupun infografis.

Berbeda dengan BEM Fasilkom UI, Ibam selaku Kepala Departemen Kastrat BEM FMIPA mengatakan terlibat dalam kajian dari sisi geografi manusia dan fisik terkait permasalahan gizi buruk di Asmat.

“Mungkin untuk masalah sikap dan rilis itu bisa ditanya ke fakultas masing-masing, pasti mereka punya pertimbangan tersendiri. Tapi untuk masalah konsep, ini kesepakatan dari CEM,” tutur Alfian Tegar Prakasa selaku Kadep Kastrat BEM UI.

Teks : Caroline Augustine Atmojo

Infografis : Angelica Giovanni dan Vega Myland

Editor : Kezia Estha T.

 

Komentar



Berita Terkait

Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Mahasiswa Suarakan Tujuh Kebohongan Industri Rokok dalam Pameran dan Seni
Tanggapi Kasus Terorisme, UKM Kerohanian UI Adakan Doa Untuk Negeri 
MWA UI UM Klarifikasi Kerja Sama UI-BTN
NOTIS Bahas Perbedaan Mahasiswa Program Vokasi dan Sarjana UI