BEM FE UI Dukung Kenaikan Harga BBM

Monday, 17 November 14 | 07:28 WIB

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Subsidi BBM selama ini dianggap salah sasaran dan terlalu membebani anggaran negara.

“Bahan Bakar Minyak Premium menjadi salah satu barang yang disubsidi oleh negara agar dapat digunakan oleh kaum tidak mampu. Namun pada kenyataannnya, subsidi ini malah digunakan oleh kiranya lebih dari 70 persen masyarakat mampu,” kata Fajar Muhammad Rhydo, Kepala Departemen Kajian Aksi dan Strategi BEM FE UI lewat siaran pers yang diterima Suara Mahasiswa pada (17/11).

Adapun untuk menanggulangi dampak kenaikan BBM, BEM FE memberikan rekomendasi kepada pemerintah yakni pemberian bantuan langsung tunai dengan pembaruan data dan mekanisme distribusinya. Pengendalian harga komoditas pangan. Transparansi realokasi anggaran subsidi BBM ke sektor produktif, terutama pembangunan infrastruktur dan kualitas SDM lewat pendidikan dan kesehatan. Serta traparansi pemetaan dan pengelolaan sumber energi alternatif, serta pengembangan sumber energi alternatif.

Seperti diketahui pemerintah Presiden Jokowi berencana menaikan harga BBM sebelum tahun ini berakhir. Subsidi BBM yang mencapai 200 Triliun tahun ini dinilai menjadi penyebab minimnya pembangunan infrastruktur dan kesehatan. Rencananya harga premium akan dinaikan antara 1000 hingga 3000, dari harga semula 6.500 rupiah.

“Semoga penyikapan ini dapat memberikan bantuan moril bagi pemerintah untuk mengambil langkah yang tepat untuk negara Indonesia,” katanya.

Rosseno Aji

Komentar



Berita Terkait

Hari Buruh Internasional 2018, FSPMI: Nawa Cita Jokowi Telah Gagal
Makna ‘Kartu Kuning’ dari Ketua BEM UI 2018 kepada Presiden Joko Widodo
Hadir di Dies Natalis UI ke-68, Jokowi Diacungkan ‘Kartu Kuning’ oleh Ketua BEM UI 2018
Alumni dan Mahasiswa UI Tolak Dugaan Kriminalisasi atas KPK