BEM UI dan KPU Adakan Program Pindah Memilih untuk Mahasiswa Rantau UI

Wednesday, 06 March 19 | 12:18 WIB

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Periode 2019/2020 bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan pelayanan permohonan formulir A5. Formulir A5 sendiri merupakan dokumen mengenai pengurusan pindah tempat memilih bagi pemilih yang ingin menggunakan hak pilihnya di luar daerah asal. “Hal utama yang menjadi keinginan kita adalah agar mahasiswa rantau tidak perlu ribet dengan harus pulang ke daerah asal hanya untuk memilih. Kami ingin mempertahankan hak pilihnya,” ujar Zafira selaku Kadept Akprop BEM UI.

Ia juga menambahkan bahwa ide pelayanan ini datang dari BEM UI. “Perihal ini, idenya (berasal –red) dari BEM UI sendiri. Awalnya KPU menawarkan ke (pada –red) kami perihal sosialisasi pindah memilih. Jadi KPU ingin membuat sosialisasi untuk mahasiswa UI rantau supaya mereka memahami mekanisme membuat formulir A5 untuk pindah memilih, kemudian kami mengajukan perihal pembuatan form secara kolektif yaitu dengan pembuatan G-form ini,” tambahnya.

Melalui publikasi akun resmi LINE BEM UI pada 28 Februari 2019, dijelaskan bahwa pengurusan formulir A5 terakhir dapat diproses sebelum pukul 23.59 WIB hari itu juga. Sebelumnya, dipastikan dulu apakah nama calon pemilih sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan mengunjungi laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id. karena salah satu syarat untuk dapat menggunakan hak pilih dalam pemilu adalah nama calon pemilih harus terdaftar di DPT. Setelah mengisi data di laman bemui.id/pindahmemilihui, formulir tersebut secara langsung terhubung dan terkirim ke surel dari KPU Kota Depok. Jadi setiap data yang masuk melalui formulir tersebut langsung diterima oleh KPU Kota Depok dan langsung mereka proses. Proses ini dilanjutkan dengan menunggu kabar pengambilan formulir A5, apabila sudah ada informasi mengenai pengambilan formulir A5, mahasiswa bisa mengambilnya di ruang BEM fakultas masing-masing dan pemilih dapat membawa formulir itu pada hari-H ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah ditentukan.

Mekanisme mengenai pindah memilih sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, namun untuk pemilih yang pindah memilih dari provinsi asal ke provinsi lainnya hanya dapat memilih presiden dan wakil presiden dan kehilangan surat suara untuk memilih anggota DPR RI, DPD, DPRD, dan DPRD Kabupaten/Kota. Adiyatma selaku anggota paguyuban Kota Ponorogo menyayangkan hal ini, “Bagus ya programnya (pindah memilih –red), sayangnya pemilihan tersebut cuma bisa (dipakai untuk –red) memilih presiden yang harusnya kita (juga –red) bisa memilih (anggota –red) DPR RI, DPRD Provinsi, DPD, serta DPRD Kabupaten,” ujar Adityama. Memang program ini tidak sepenuhnya dapat mewakilkan suara para pemilih yang pindah tempat memilih, namun setidaknya program ini telah memberikan hak demokrasi kepada warga negara untuk memilih pemimpin negaranya.

Karolin, mahasiswa program studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia angkatan 2018 pun menanggapi adanya hal tersebut dengan senang. “Yang pasti (program ini dirasa –red) sangat membantu, biar gak perlu pulang kampung. Kan repot juga kalau pulang kampung, biaya transportasi ke sana sudah seperti biaya kuliah satu semester,” pungkas mahasiswi asal Kota Serui Papua itu. “Intinya mempermudah mahasiswa untuk menyuarakan hak pilihnya,” lanjutnya. Memang tak bisa dipungkiri dengan adanya pindah tempat memilih akan memberikan berbagai kemudahan diantaranya efisiensi waktu, tenaga, dan biaya. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi jumlah golput khusunya yang disebabkan oleh persoalan teknis atau administratif, lebih-lebih bagi mereka yang ingin pindah lokasi memilih.

Penulis: Rifki Wahyudi
Ilustrasi: Aryodi
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Perihal Kebijakan Secure Parking, DPPF UI Jamin Akan Perbaiki Sosialisasi
Mulai 1 Agustus Transjakarta Akan Layani UI dengan Gratis
Dibalik Kebijakan Secure Parking Kampus UI
Klinik Satelit Makara Gunakan Kartu BPJS dan Kartu UI Sehat