Bergerak! 4 Mei 1998: Mahasiswa dan Buruh Bersatulah

Monday, 07 May 18 | 10:23 WIB

Sore itu, 1 Mei 1998 dalam rangka memperingati hari buruh sedunia atau May Day, buruh dan mahasiswa terhanyut dalam suasana emosional yang mengharukan. Suatu momen penting yang jarang kita ketahui sebelumnya.

Diskusi yang diadakan oleh Posko Perjuangan Mahasiswa ini, tidak hanya dihadiri oleh perwakilan-perwakilan bruh yang terkena korban PHK, namun juga beberapa wakil dari LSM yang menaruh kepedulian terhadap permasalahan buruh. LSM-LSM yang hadir di acara ini antara lain Forum Buruh Perempuan, Forum Bocah Jakarta-Bandung, dan Forum Kepedulian untuk Buruh Migran Indonesia.

Bayang-bayang gelombang PHK massal kini terus menghantui hari esok buruh. Sementara UMR yang sebesar Rp5.700 tidak mengalami kenaikan. Merekapun harus bersiap-siap dirumahkan suatu saat. “Di tempat kami bekerja, teman-teman kami yang dirumahkan hanya mendapatkan pesangon sebesar 75% dari UMR setiap bulannya,” tutur Lustina, buruh perempuan Jaya Elektronik Tangerang.

Protes buruh sayangnya dijawab oleh pengusaha dengan mem-PHK-kan buruh yang mengadukan masalah itu secara sepihak. Hal di atas hanya sebagian kecil dari kisah perjuangan hidup kaum buruh di negeri ini. Cuma memperjuangkan nasib mereka, mahasiswa dan buruh perlu membuat suatu ruang gerak bersama. Bagaimana mahasiswa, apakah Anda masih tidak peduli dengan nasib mereka?

 

Komentar



Berita Terkait