Bergerak! 4 Mei 1998: “Pemerintah Sendiri yang Memicu Krisis Kepercayaan”

Monday, 07 May 18 | 12:24 WIB

Program Mahasiswa Kritis FPsi UI, “Pemerintah Sendiri yang Memicu Krisis Kepercayaan”

 

Dalam bulan-bulan ini krisis ekonomi yang tengah melanda Indonesia tidak jua menujukkan tanda akan segera berakhir, malahan ada indikasi semakin memburuk. Setiap hari ratusan pekerja di-PHK, harga-harga kebutuhan pokok semakin membumbung tinggi, dan bertambahnya jumlah penduduk miskin, merupakan indikasi kondisi negara kita yang semakin memburuk.

Krisis ekonomi ini ternyata kemudian berlanjut menjadi krisis kepercayaan. Masyarakat Indonesia yang semakin hari semakin kritis (salah satunya disebabkan media massa), sudah tidak mau menerima dan percaya begitu saja pada janji-janji pemerintah untuk secepatnya mengatasi krisis ekonomi. Masalah krisis kepercayaan inilah yang dibahas dalam ceramah umum acara Pelatihan dan Pengembangan Sifat Kritis di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang diadakan oleh Iluni FPsi UI dengan Komnas HAM, Sabtu kemarin (2/3).

Krisis kepercayaan berawal dari adanya inkonsistensi dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan kelambatan pemerintah dalam menangani penyelesaian krisis ekonomi. Kedua hal ini ditegaskan Prof. Dr. Emil Salim, yang menjadi pembicara utama dalam Ceramah Umum.

“Sikap dan langkah pemerintah yang mencla-mencle akan memicu terjadinya krisis kepercayaan” ujar Emil. Pernyataan ini senada dengan pendapat Prof. Dr. Fuad Hassan yang juga menghadiri acara ini. Ketika didaulat oleh moderator untuk mengemukakan pendapatnya Fuad Hassan mengatakan penyebab krisis kepercayaan adalah adanya inkonsistensi dalam pengambilan kebijakan Menteri Kabinet Pembangunan V.

Ia juga mengatakan ada tiga kelompok masyarakat yang paling tidak percaya pada pemerintah. Pertama, mahasiswa karena mereka concern terhadap masa depan bangsa ini. Kedua, kalangan bisnis karena mereka membutuhkan konsistensi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan terutama yang menyangkut bidang ekonomi. Ketiga, pekerja karena mereka lah yang secara riil menanggung akibat dari krisis ekonomi. Ketiga kelompok inilah yang sekarang ini secara gencar mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan konkret dalam menyelesaikan krisis.

“Mengapa DPR dan Ormaspol serta Golkar bungkam seolah-olah krisis ekonomi adalah di luar agenda kerja mereka” sesal Emil Salim yang juga pernah jadi Dewan Pembina Golkar.

Ceramah yang dimoderatori oleh Dekan FPsi Prof. Dr. Sarlito Wirawan ini dihadiri oleh sekitar seratus peserta yang selain berasal dari PT lain di luar UI juga datang, dari berbagai kampus di Jakarta, seperti Universtias Mercu Buana, Trisakti, dan STF Driyakarya. Pelatihan ini juga menjadi bukti bahwa FPsi juga turut dalam agenda reformasi yang tengah digulirkan oleh mahasiswa UI.

Setidaknya ada tiga tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi krisis kepercayaan. Pemerintah hendaknya melakukan reformasi komprehensif yang bersifat multidimensional dan penghapusan rasa takut dalam kalangan orang yang pro-reformasi. Kebebasan pers yang selama ini dikekang juga harus dilepaskan untuk semakin mengefektifkan pengawasan terhadap pemerintah. Alternatif lain yang harus dilakukan pemerintah adalah pemberdayaan LSM dengan menganggap mereka sebagai mitra bukan lawan yang harus disingkirkan.

Jika pemerintah masih bersikeras untuk tetap menjalani kebijakan yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat Indonesia maka kita tunggu saja apa yang akan terjadi.

Komentar



Berita Terkait