Calon Anggota MWA UI UM Sebut Kenaikan Biaya Pendidikan Jadi Pilihan Terakhir

Monday, 13 November 17 | 10:44 WIB

Vyan Tashwirul Afkar, Calon Anggota Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) dalam Eksplorasi Pemira IKM UI yang digelar pada Senin (13/11) di Fakultas Hukum (FH) UI memaparkan bahwa tujuan dari kenaikan Biaya Pendidikan (BP) adalah untuk meningkatkan pendapatan universitas, terlepas dari pembagian sektor penggunaannya. “Kita harus melihat meningkatnya biaya pendidikan adalah worst case, pilihan terakhir,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini paradigma UI menjadikan kenaikan BP sebagai jalan pintas, bukan sebagai pilihan terakhir. Pasalnya, kenaikan BP seringkali dilakukan saat UI sedang memerlukan pemasukan yang besar. “(UI—red) tidak bisa memberdayakan potensinya sebagai PTN-BH (Perguruan Tinggi Berbadan Hukum—red) untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,” paparnya.

Afkar melihat bahwa pemasukan UI sendiri selama ini masih didominasi oleh unsur Biaya Pendidikan. Menurutnya, kontribusi dari ventura sebagai salah satu kanal pemasukan UI masih rendah. Dengan begitu, ia menekankan pada pemanfaatan kemitraan yang dijalankan oleh pihak kampus dengan pihak swasta untuk menghemat alokasi pendanaan yang digunakan untuk biaya pembangunan.

Mengenai kenaikan BP, mahasiswa Geografi angkatan 2014 tersebut menolak tegas kenaikan BP tersebut. Menurutnya, setiap mahasiswa tentu menginginkan BP yang semurah-murahnya. Akan tetapi, dalam tinjauannya BP yang diberlakukan sejauh ini tidak bisa turun. Dengan begitu, Afkar mengedepankan pengawalan agar BP tidak naik.

“BP hanya boleh kita kawal, bukan kita biarkan kenaikannya. Jika benar-benar tidak ada cara lain, tidak ada usaha lain yang bisa dilakukan, UI bisa kolaps. Sisi kedaruratan itu yang perlu diangkat,” pungkasnya.

 

Teks: Huda Shidqie

Foto: Halimah Ratna dan Diana

Komentar



Berita Terkait