Calon Ketua BEM UI Nomor Urut Satu Akui Pilkada DKI Jakarta Harusnya Murni Adu Gagasan

Thursday, 16 November 17 | 11:23 WIB

Tak hanya soal golongan, Faris Muhammad Hanif selaku Ketua BEM FISIP UI 2015, juga meminta kedua pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI memberikan pandangannya terkait apakah pasangan Anies-Sandi berperan dalam membangun politik identitas.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang akrab dipanggil El itu menjelaskan bahwa seharusnya kompetisi dalam pemenangan Pilkada DKI Jakarta murni adu gagasan. “Menurut gue tidak seharusnya seperti itu. Pure adu gagasan. Ibaratnya gini, ada pendukung Anies-Sandi yang menjual gagasan,” ujar El, Calon Ketua BEM UI nomor urut satu.

Menanggapi pertanyaan yang sama, Shendy menyatakan pasangan Anies-Sandi mempunyai gebrakan dengan cara-cara yang terbaru. “Tapi ada framing-framing di belakang dan banyak kasus terkait pasangan calon lainnya, dan itu cukup gak sehat,” kata Shendy dalam eksplorasi Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI di FISIP UI.

Bertolak belakang dengan El-Shendy, Zaadit Taqwa selaku Calon Ketua BEM nomor urut dua mengaku kemenangan pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Menurut pasangannya, Idmand Perdina, “(Pasangan Anies-Sandi—red) kasih harapan baru yang terkena dampaknya dari kebijakan Ahok.”

Saat panelis kembali menanyakan, “Bagaimana ceritanya Pilkada Jakarta yang membangun politik sekterian itu hal yang biasa?”, Zaadit menjawab, “Sebuah hal biasa dalam demokrasi, banyak orang yang lebih milih untuk Anies-Sandi. Yang dari dua calon akan dipilih salah satu yang terbanyak dan terbaik akan menang.”

Masih soal Pilkada, panelis turut menanyakan penangkapan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait masalah penistaan agama. Zaadit menjawab bahwa dirinya menghormati keputusan hakim setelah Ahok dibuktikan bersalah.

(Baca Juga: Tanggapan Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Soal Kebangkitan Komunisme)

Berbeda halnya dengan Shendy, selaku Calon Wakil Ketua BEM UI 2018 nomor urut satu memaparkan bahwa dirinya tidak menyukai framing yang ditujukan untuk menjatuhkan Ahok.

“Apa salahnya? Menurut gue baik mengutip satu ayat yang punya keresahan masyarakat dunia. Ada banyak gerakan yang ada di London. Mereka semua punya otak. Mereka semua punya tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pada akhirnya juga bisa menimbang siapa yang salah dan siapa yang tidak. Menurut gue, ini orang-orang yang punya kepentingan. Ahok seharusnya gak ditangkap,” papar Shendy.

Mengenai dampak dari penangkapan Ahok, Zadit berpendapat bahwa akan terjadi polarisasi yang membagi menjadi dua golongan. El sendiri melihat akan ada pola yang menyebar sampai Pilkada 2018. Menurutnya, ada framing yang dibuat yang akhirnya akan sama seperti apa yang terjadi dengan Ahok. Selain itu menurut El, sentimen terhadap orang seperti Ahok akan meningkat.

(Baca Juga: Ditanya Soal Tarbiyah, Calon BEM UI Nomor Urut 2 Angkat Tangan)

 

Teks: Abdulloh Azzam dan Bonny Nur

Foto: Diana

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait