Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020: Representasi Perempuan di Organisasi

Sunday, 01 December 19 | 11:29 WIB

Isu perempuan seringkali menjadi isu yang hangat diperbincangkan dalam kontestasi perpolitikan dalam semua tingkatan. Isu ini merupakan salah satu isu sensitif karena sering dikaitkan dengan keberpihakan pada patriarki gender ataupun sebaliknya. Oleh karena itu, isu ini seringkali diglorifikasi sebagai isu utama dalam masa kampanye. 

    Pada uji publik Calon Ketua BEM UI di Pusat Kegiatan Mahasiswa UI Depok, isu ini kembali diperbincangkan. Salah seorang penanya, Zaidan yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI bertanya kepada ketiga pasang calon mengenai keterwakilan perempuan di organisasi yang sedang dipimpin oleh mereka saat ini dan bagaimana pendapat mereka terhadap keterwakilan perempuan di BEM UI apabila salah satu diantara mereka terpilih?

    Dalam pemaparan jawabannya, calon Ketua BEM UI nomor urut 3, Fajar, menyatakan di organisasi yang dipimpinnya yaitu BEM FH UI terdapat 200 pengurus yang ia sendiri belum menghitung berapa jumlah laki-laki dan perempuan. Namun, dari ruang lingkup paling kecil yaitu Pengurus Intinya (PI) terdapat 3 laki-laki dan 5 perempuan. Pendapat Fajar ini ditambahkan oleh pasangannya tri yang mengatakan bahwa keterwakilan perempuan di organisasinya yang sebelumnya ia geluti mencapai 80%. 

Gua tahun ini berada di biro keuangan BEM UI dimana 80% pengurusnya adalah perempuan,” papar Tri.

    Jika pasangan sebelumnya memaparkan tentang kuantitas perempuan yang ada di organisasi mereka, hal yang berbeda justru dipaparkan oleh calon wakil ketua BEM nomor urut 2, Camar. Menurutnya, tujuan dari keterwakilan perempuan adalah untuk membabat habis budaya patriarki. Ia menambahkan bahwa pertanyaan berapa perwakilan perempuan yang ada di organisasi justru malah mencerminkan bahwa si penanya terjebak dalam patriarki itu sendiri karena berarti ia beranggapan bahwa memberi tempat kepada perempuan karena dasar kasihan dan perempuan itu lemah. 

“Di departemen gua sendiri, sosmas ada 5 laki-laki dan sisanya perempuan dari 13 orang pengurus. Gua mempercayakan mereka sebagai pengurus bukan karena mereka laki-laki atau perempuan. Bagi gua gaada bedanya. Gua memilih mereka karena kemampuan mereka,” jelas Camar.

    Pasangan nomor urut 1, Oji-Kabul juga memiliki pandangan tersendiri. Oji memaparkan mengenai jumlah perempuan dalam organisasi yang sebelumnya ia geluti bahwa perbandingannya antara perempuan dan laki-laki ialah 3:1. Ia pun setuju dengan pernyataan camar bahwa pemberian tempat kepada perempuan dalam organisasi bukan didasarkan kepada gender melainkan kepada kemampuan mereka dan kapabilitas mereka itu sendiri. Pernyataan oji ini ditambahkan oleh pernyataan pasangannya Kabul, “Jika proporsi angka dijadikan landasan untuk diskriminasi, mungkin ia telah melakukan diskriminasi karena di tim inti, gua satu-satunya cowo sendiri. Di organisasi secara umum, dari tim gua yang jumlahnya ada 54 orang, cowoknya hanya ada 10,” pangkas Kabul.

Penulis: Satrio Alif
Editor: Kezia Estha
Foto: Halimah Ratna

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

MWA UI UM Kurang Dikenal Mahasiswa, Kedua Calon Berikan Solusi
Uji Publik RIK: Transparansi dan Uji Publik UI Art War
Cakabem UI 2020: Relevansi Pembagian 3 Bidang Minat dan Bakat
Debat Tematik MWA Keempat, Kedua Calon Setuju Status UI Sebagai PTN-BH