Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor

Sunday, 25 November 18 | 07:28 WIB

Jumat sore (23/11), telah dilaksanakan eksplorasi MWA UI Unsur Mahasiswa di Kantin Teknik (Kantek) FT UI. Dilemparkan pertanyaan oleh salah satu panelis perihal dua hal isu FT terkini yakni perihal pemindahan bedeng dan transparansi kinerja rektor.

Aji Satrio, Teknik Perkapalan 2015 selaku panelis yang hadir saat itu menanyakan kepada Althof Endawansa, calon no. urut 1, terkait apa yang dilakukan MWA UI UM mengenai teknisnya pemindahan Kelompok Peminatan Departemen (KPD) seperti tim Supermileage Vehicle (SMV) dan Hydromodelling Technology and Workshop (HTW) dari Bedeng FT ke Pusgiwa baru dengan fasilitas yang lengkap.

“Memberi rekomendasi kebijakan dan juga kita menuntut kepada pihak UI bahwa FT punya aspirasi seperti ini,” ujar Althof.

Kemudian Althof juga menjelaskan tentang pengawalan teknis pemindahan seperti fasilitas dan keamanan. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Pusgiwa baru merupakan ranah kekuasaan UI, maka MWA UI UM bisa melakukan tindak lanjut ke Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) mengenai pengadaan fasilitas, ke Direktorat Kemahasiswaan, dan ke dekanat yang bersangkutan mengenai perencanaan anggaran.

Selanjutnya, Iqbal, Teknik Mesin 2013 selaku salah satu panelis yang hadir menanyakan isu terkait transparansi kinerja rektor dan bagaimana MWA UI UM menyikapinya.

Kemudian, Bimo Maulidianto, calon no. urut 2, menjelaskan tanggapannya mengenai hal tersebut. Menurut ia janji laporan kinerja rektor akan didokumentasikan dan ada laporannya. Namun, ia menambahkan hal tersebut akan dikaji kembali apakah akan melanggar kode etik atau tidak.

Lalu, Bimo juga memaparkan apabila tidak bisa publikasi, ia akan membantu publikasi janji laporan kinerja rektor sebagai output dari open data. “Jika tidak pasti akan saya bantu publikasi mengenai janji laporan kinerja sebagai output dari open data dan kedua adalah bagaimana caranya diolah dulu datanya data apa saja yang bisa dipublikasikan mengenai apa yang dilakukan rektor selama setahun tersebut sehingga data olahan tersebut harapannya teman-teman juga dapat mengakses di website MWA UI UM,” jelasnya.

Selain itu, calon no. urut 1 juga memberikan tanggapannya. Ia mengatakan bahwa MWA UI UM tahun 2018 telah melakukan transparansi pidato, tetapi untuk secara detilnya misalnya nilai-nilai dalam indikator belum dilakukan transparansi.

Lalu, Althof menjelaskan bahwa MWA UI punya kode etik. Ketika hal-hal yang tidak disepakati dibuka, maka itu melanggar kode etik dan bisa mendapat konsekuensi dikeluarkan dari forum. Namun, ia juga menjelaskan bahwa disisi lain juga tercapat undang-undang keterbukaan informasi publik. “Cuma kita (mahasiswa -red) juga punya undang-undang keterbukaan informasi publik bahwa UU itu menjamin bahwa kita masih badan publik,” tuturnya.

Pada akhir pemaparan tanggapannya, ia menjelaskan bahwa masalah transparansi bisa diolah, namun masalah waktu dan komunikasi yang menjadi masalah.

“Masalah transparansi disini adalah kita bisa mengolahnya cuma masalah waktunya dan masalah bagaimana mengkomunikasikannya kepada mahasiswa,” pungkas Althof.

Teks: M. Anggito Z.
Foto: M. Anggito Z.
Editor: Halimah dan Kezia

Komentar



Berita Terkait

Eksplorasi FIB UI: Kedua Paslon BEM UI Beri Pandangan Isu Kekerasan Seksual
Klarifikasi Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2019 Terkait Sokongan Dana
Eksplorasi Pemira di FT UI: Kedua Paslon BEM UI 2019 Paparkan Gagasan Perihal Komersialisasi Lahan Parkir
Calon MWA UI UM 2019 Ungkap Pendapatan FEB UI