Cloud Storage: Media Penyimpanan Pengganti Flashdisk

Friday, 27 March 15 | 04:22 WIB

Dalam era digital saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat mempermudah setiap orang dalam melakukan pekerjaan, salah satunya media penyimpanan data virtual. Cloud Storage atau komputasi awan, adalah media penyimpanan data secara virtual yang dapat diakses secara online. Cloud Storage dapat digunakan kapan dan dimana saja asalkan terhubung dengan internet.

Prof. Heru Suhartanto, Drs, M.Sc, Ph.D selaku dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI, memaparkan bahwa efisiensi adalah latar belakang diciptakannya aplikasi Cloud.

Istilah komputasi awan diciptakan karena pengguna tidak tahu dimana data tersebut disimpan. Data seolah-olah mengambang di suatu tempat yang tinggi seperti berada di awan. Hanya provider yang mengetahui lokasi penyimpanan data.

“Seperti Google punya server di Amerika dan punya mirror di Singapura, kita tidak tahu data yang kita masukan ada dimana,”  jelas Prof. Heru yang sebelumnya pernah melakukan riset terhadap aplikasi tersebut .

Cara pengguna melihat data pun tidak sama dengan mengunduh data di browser. Pengguna juga dapat melakukan penyuntingan sekaligus pemrosesan data di Cloud Storage.

Cloud Storage dapat diakses secara bersamaan di beberapa gadget dengan platform yang berbeda seperti OSX, iOS, Windows, Android, Windows Phone, dan Linux. Untuk dapat mengakses, pengguna harus menggunakan web browser yang terhubung ke internet.  Akun Cloud Storage akan terintegrasi dan tersinkronisasi dengan berbagai gadget secara bersamaan.

“Produk Cloud Storage salah satunya adalah sebuah perangkat lunak keuangan yang lisensinya mahal. Contohnya Microsoft. Ada juga yang menyediakan layanan lewat komputasi awan sehingga tidak perlu membeli Microsoft Office,” jelas Prof. Heru.

Dengan mengadopsi penggunaan internet sebagai media penyimpanan, Prof. Heru menjelaskan bahwa teknologi Cloud Storage memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan media penyimpanan berbasis perangkat keras seperti CD, Hard Disk, maupun Portable Disk.

“Keunggulan dari Cloud Storage adalah apabila ada kerusakan di perangkat keras dari si pengguna, maka ia tidak perlu memperbaiki atau membeli lagi. Masalah lisensi dan sebagainya merupakan tanggung jawab dari penyedia layanan Cloud. Sementara dari kelemahannya akan berakibat fatal jika data-data yang personal akan disalahgunakan orang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof. Heru menjelaskan mengenai keunggulan Cloud Storage. “Kita tidak perlu khawatir apabila hendak mengirimkan data dalam jumlah besar karena bisa menggunakan aplikasi Cloud yang berkapasitas lebih besar dibandingkan e-mail.”

Dengan menggunakan Cloud, Prof. Heru mengatakan bahwa pengguna juga dapat melakukan real-time editing. “Dapat mempermudah kita terutama dalam mengerjakan tugas kelompok dan tidak mengharuskan untuk berkumpul bersama.”

Selain itu,  pengguna cenderung akan terhindar dari virus, yang dapat menyebabkan kehilangan data.

Muhammad Devakto, menjelaskan kelemahan Cloud Storage. “Apabila pengguna lupa akan sandi, maka risiko kehilangan data yang disimpan. Karena tidak bisa mengakses Cloud tersebut,”  ujar mahasiswa Fasilkom UI itu.

Perkembangan sistem yang mendasari Cloud Storage mulai diperkenalkan oleh perusahaan eCommerce pada tahun 2000. Amazon menjadi salah satu pelopor penggunaan sistem yang menjembatani semua layanan eCommerce miliknya, yang masuk pada layanan amazon web service.

Beberapa waktu berikutnya, perkembangan dari sistem komputasi awan semakin pesat, seperti yang dilakukan oleh Google melalui salah satu layanannya Google Drive.

Saat ini sudah cukup banyak penyedia jasa Cloud Storage yang bisa menjadi pilihan penyimpanan data. Beberapa diantaranya merupakan layanan gratis yang dapat dipakai oleh siapa saja. Sebagian ada yang berbayar.

“Salah satu layanan gratis tersebut adalah aplikasi Owncloud, sejenis Cloud Computing dan sistemnya adalah open source, dimana kita tidak hanya sebagai pengguna tetapi bisa juga sebagai pemilik. Sehingga bebas untuk mengutak-atik fiturnya. Namun layanan tersebut berbayar apabila kita mengaksesnya melalui android,” tutup Devakto.

Nurhikmah Octaviani 

Foto: nec.com

Editor: Melati Suma Paramita

 

Komentar



Berita Terkait