DAMRI dan PPD Buka Rute Baru ke Asrama UI dan Bandara Soetta

Sunday, 08 September 19 | 11:08 WIB

Pada Sabtu (31/08/2019) lalu, Pemerintah Kota Depok meresmikan sebuah layanan baru bus komuter DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) dan PPD (Perusahaan Umum Pengangkutan Djakarta) dengan rute Balaikota Depok – Makara (Asrama Universitas Indonesia) dan Balaikota Depok – Bandara Soekarno-Hatta. Bus yang dioperasikan ini berupa “New DAMRI” untuk DAMRI dan bus bantuan Kemenhub untuk PPD). Berukuran sedang, bus ini dilabur denga warna utama putih dan aksen kuning dan biru untuk DAMRI, juga pelaburan warna biru dengan aksen gradasi putih-biru dan kuning untuk PPD. Semenjak berdinas dari Balaikota, bus ini mendapat tambahan nama layanan menjadi “Margonda Commuter, Depok Go Lancar/ D’GOL” dengan logo utama yang cukup nyentrik: menggunakan bus pada kartun animasi Tayo sebagai logonya!

Bus New DAMRI sebagai layanan Margonda Commuter – D’GOL sedang menunggu penumpang di Asrama Mahasiswa UI.

Beroperasi sebagai bus pengumpan, tarif yang dipatok pada bus ini cukup terjangkau. Berdasarkan wawancara yang dilakukan Suara Mahasiswa pada Kamis lalu dengan salah seorang chauffeur bus “New DAMRI” yang sedang mangkal di kawasan Asrama UI, Anton Pradana, tarif yang akan dikenakan untuk menggunakan bus dengan rute Balaikota – Makara (Asrama UI) yakni gratis pada hari Senin – Jumat dan Rp5000-, untuk hari Sabtu dan Minggu. Untuk bus rute Balaikota – Bandara Soetta tentu ada perbedaan, Anton menjelaskan bahwa tarif yang dipatok ke Basoetta yakni Rp45.000-,. Sistem pembayaran yang hanya dapat digunakan saat ini yakni dengan sistem tunai. Anton punya jawaban tersendiri untuk hal ini, “Belum (bisa pakai kartu -red). Udah ada sih alatnya cuma kalau untuk shuttle ini programnya lagi diatur.”

Anton Pradana, chauffeur New DAMRI

Untuk rute utama Balaikota – Makara (Asrama UI), bus ini direncanakan akan melewati Jalan Raya Margonda sementara rute Balaikota – Basoetta akan melewati Jalan Raya Margonda dan kemudian Jalan Raya Lenteng Agung, berbeda dengan layanan bus Basoetta pemberangkatan Terminal Jatijajar yang dikelola oleh Perusahaan Otobus Hiba Utama yang melewati Jalan Raya Juanda. Tentu hal ini menambah diversifikasi layanan dan nantinya akan memudahkan pelanggan sendiri.

Bagian dalam (interior) dari Bus New DAMRI

Mengenai berapa unit yang beroperasi, saat ini terbilang cukup sedikit yakni hanya dua bus. “Kadang ke Balaikota pun muter, gak ada yang naik. Mahasiswa pada belum tahu kayaknya” terang Anton. Mungkin hal ini yang masih menjadi dasar dari sedikitnya armada yang beroperasi. Namun, ketika ditanya berapa armada bus yang tengah dipersiapkan, Anton punya jawaban lain, “Dalam rencananya sih kedepannya enam unit nanti, plus sama bandara” tukas Anton.

Jam layanan bus ini juga sangat sedikit. Bagaimana tidak, bus pengumpan ini hanya melayani penumpang komuter pada pagi dan sore hari yakni pada pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB. Hal ini tak lain disebabkan karena pola operasi yang agak membingungkan. “Siang juga udah ada sih, yang ke bandara (Basoetta -red). Kalau kita udah nyuttle disini, udah (habis itu -red), kita ke bandara (Basoetta -red). Nanti kan kalau udah waktunya (sore hari -red) lagi nyuttle di UI, kita balik lagi ke sini (Asrama UI -red)” cetus Anton.

Dalam hal ekspansi ke rute lain agar dapat benar-benar dikatakan sebagai bus pengumpan layaknya dua layanan bus Transjakarta berkode 4B dan D21 yang mengumpan mahasiswa dan umum ke layanan transportasi lain (KCI Commuter Line untuk 4B dan MRT Jakarta untuk D21), bus “Margonda Commuter, Depok Go Lancar (D’GOL)” ini belum memiliki rencana lain selain dua rute yang sekarang sudah beroperasi. “Iya, itu belum ada. Untuk yang sudah ada saja kita lumayan kewalahan. Sebenarnya bisa aja cuma jadinya kita membunuh (operator -red) yang lain, perusahaan-perusahaan otobus yang lain. Angkot dan mikrolet pasti juga ada imbasnya” tutup Anton.

Teks: Adrian Falah
Foto: Adrian Falah
Editor: Muhamad Aliffadli

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

IMR CUP, Kompetisi Bagi Para Perantau