Direktur Bidang Kemahasiswaan UI Panggil Zaadit Taqwa Terkait Aksi Kartu Kuning

Thursday, 15 February 18 | 08:56 WIB

Ditemui di kantornya pada Senin (12/2), Direktur Bidang Kemahasiswaan, Arman Nefi berikan klarifikasi terkait dipanggilnya Zaadit Taqwa pada Selasa (6/2) lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Zaadit dan Arman Nefi yang ditemani oleh 2 Kasubdit diantaranya Albert P.J. Roring, Kasubdit Olahraga dan Kepedulian pada Masyarakat.

Agenda pertemuannya berupa klarifikasi dari aksi kartu kuning yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada acara Dies Natalis UI ke-68 (2/2). “Enggak peringatan, karena kita baru mendalaminya. Mendalami, mengklarifikasi, “ujar Arman Nefi.

Pertemuan tersebut membahas alasan BEM UI melakukan aksi kartu kuning dan kesalahpahaman antara rektorat dengan BEM saat itu.

Pada acara Mataa Najwa Rabu minggu lalu (7/2), Zaadit mengatakan bahwa tidak ada kejelasan dari pihak rektorat tentang waktu penyerahan kajian dengan Presiden Jokowi.

“Ya, jadi, h-1 udah ada ketemulah ibaratnya. Katanya kami coba fasilitasi (difasilitasi-red) dengan presiden. Tapi sampe pagi tuh ngga ada kejelasan, ini beneran jadi atau ngga. ..Sampe subuh nanya MWA, ya nanya gimana, terus ngga ada kabar. Yaudah” tutur Zaadit saat ditemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI kemarin (12/2).

Sementara Arman menerangkan bahwa agenda yang telah diatur bersama pihak protokol presiden untuk BEM UI adalah penyerahan kajian dan diskusi 5-10 menit. Ia memberikan nama Zaadit Taqwa sebagai pemberi kajian mewakili BEM UI.

Selanjutnya, ketika Arman Nefi menemui Pak Presiden untuk menanyakan hal tersebut. Pak Presiden menyuruh untuk serahkan kajian ke ajudannya, tapi Arman menolak.

“Saya bilang ‘o enggak, kalau seperti itu saya enggak setuju’ pasti mahasiwa gak mau. Mahasiwa sendiri yang langsung menyerahkan kepada presiden kemudian menjelaskan apa isi ini kajiannya, kemudian menunggu respon dari presiden. Ya agak berlanjutlah diskusinya. Tapi paling 5-10 menit kan selesai. Lebih elegan, tapi ternyata mahasiwa menyiapkan acara yang lain. Saya pantau sampai jam 2 malam itu masih menyiapkan spanduk,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa yang membatalkan pertemuan Zaadit dengan Presidan bukan dari pihak presidennya melainkan Arman Nefi yang membatalkan.

“Saya yang membatalkan, ya gimana mau melakukan itu karena zaadit sudah diamankan. Sementara nama Zaadit yang saya kirim ke protokol presiden yang akan menyerahkan (kajiannya -red) langsung, yang akan berdialog langsung,” tambannya.

Sedangkan perihal isu yang dibawa dalam aksi kartu kuning, Arman mengaku bahwa pihak UI menyetujui tiga tuntutan pada aksi tersebut.

“Setuju sekali. Substansinya ya. Yang kami tidak setuju caranya. Etikanya. Itu yang kita sesalkan. Kalo masalah asmat ya siapa yang gak prihatin dengan kejadian itu. Saya kira apa yang disuarakan itu bagus-bagus saja. Ya tinggal didiskusikan. Masalah PLT gubernur, itu juga sangat bagus diangkat supaya pemerintah waspada dan hati-hati, isu yang diangkat, gak ada masalah,” jelasnya.

Disisi lain mengenai hasil investigasi akan menentukan tindakan selanjutnya untuk Zaadit ataupun BEM UI. Namun, Arman Nefi memastikan tidak akan ada sanksi akademik. Sehingga petisi #saveZaaditTaqwa dari alumni perguruan tinggi untuk meminta rektor tidak beri sanksi akademik pada Zaadit, terasa berlebihan baginya.

“Gak perlu lakukan itu. Karena kita tidak akan memberikan sanksi akademik,” jelas Direktur Kemahasiswaan tersebut.

Zaadit juga membenarkan bahwa ia tidak akan mendapat sanksi akademik dari aksinya tersebut.

“Hmm, sangsi akademik ngga ada dan kemaren (selasa 6 Februari)-red) juga udah komunikasi lagi,”ujar Zaadit.

Mengenai tindak lanjut yang lebih konkret, Arman Nefi mengatakan bahwa masalah tersebut masih dikaji oleh pihak kemahasiswaan untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Tonton juga berita tersebut di link youtube berikut: https://youtu.be/uLqscBQDdxE

 

Teks: Afiffah Tata Tanjung

Foto: Fariz Bagus Pradana

Editor: Halimah Ratna Rusyidah

Komentar



Berita Terkait

Janji BEM UI Pergi ke Asmat, Zaadit Taqwa Lakukan Konferensi Pers
Makna ‘Kartu Kuning’ dari Ketua BEM UI 2018 kepada Presiden Joko Widodo
Hadir di Dies Natalis UI ke-68, Jokowi Diacungkan ‘Kartu Kuning’ oleh Ketua BEM UI 2018