Direktur Umum RS UI Paparkan Tarif Praktik dan Rawat Inap

Friday, 12 April 19 | 09:18 WIB

Saat ini RS UI sudah dapat melayani pelayanan primer, sekunder, hingga subspesialis. Menurut Astrid selaku Manajer Pengembangan Bisnis RS UI, dokter umum dibayar sebesar 75.000 rupiah untuk sekali praktik, dokter spesialis sebesar 150.000 rupiah, dan subspesialis sebesar 200.000 rupiah.

RS UI memiliki 300 ruang rawat inap yang terbagi menjadi lima kelas, dibuka dari kelas III hingga VVIP. Ruang kelas III rata-rata dibangun dengan lima buah tempat tidur dan kamar mandi di dalamnya. Ruang kelas III hanya dikenakan sebesar 175.000 rupiah semalam.

“Harga ini sudah dibawah (harga -red) rumah sakit lain, dengan begini (harapan -red) masyarakat miskin dan terlantar masih bisa dilayani disini,” ujar Astrid. Sementara untuk kelas lainnya, kelas II dikenakan biaya sebesar 250.000 rupiah, kelas I dikenakan sebesar 500.000 dan VIP sebesar 750.000. Untuk Kelas VVIP saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Ketika ditanyakan mengenai asuransi, saat ini RS UI telah bekerja sama dengan asuransi Admedika, Asyki, dan Takaful. Seiring waktu, RS UI akan menambah jaringan kerja samadengan pihak asuransi lainnya.

Saat ini RS UI sudah memiliki 300 ruang inap siap pakai dan direncanakan terdapat 900 ruang inap pada tahap selanjutnya. Ruang rawat inap sendiri terbagi menurut kelas dan kategori penyakit pasien. Sampai saat ini telah tersedia dari Kelas III hingga VIP, sementara menurut kategori pasien, terdapat ruang infeksi, noninfeksi, jantung, dan stroke.

RS UI juga memiliki fasilitas untuk penelitian seperti Laboratorium Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Mikrobiologi, dan Parasitologi. Terdapat juga ruang otopsi untuk pembelajaran, ruang pendinginan dan pencucian mayat.

Rumah Sakit UI sebagai Pelayanan dan Pendidikan

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) telah membuka pelayanan umum sejak 16 Januari 2019 dan diresmikan pada 13 Februari lalu. Berdiri di atas lahan seluas 106.100 m² serta luas bangunannya sebesar 82.074 m², terdiri dari gedung administrasi, gedung IGD, gedung utama, dan gedung parkir. RS UI sendiri berlokasi di dalam Kawasan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Rencananya RS UI akan dapat diakses melalui Tol Cinere-Jagorawi yang terletak di arah selatan Universitas Indonesia.

Sejak beroperasi, RS UI dapat melayani pelayanan primer, sekunder, hingga tersier. RS UI sendiri telah menerima pasien sebanyak 25-30 orang per harinya untuk pelayanan primer dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebanyak 4-11 orang per hari.

Direktur Umum RS UI, Budiman mengatakan bahwa “RS UI dibangun untuk memenuhi kebutuhan (mahasiswa sebagai –red) tempat pendidikan, terutama untuk S1, semua mahasiswa-mahasiswa S1 tersebutlah yang mendapat prioritas untuk pendidikan di sini. Pelayanan primer di RS UI diupayakan sebanyak mungkin,” urainya.

“Selain mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, (mahasiswa dari –red) fakultas lain juga bisa mendapatkan kesempatan volunteer maupun penelitian di RS UI. Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya atau FIB untuk Bahasa tertentu (misalnya –red), kalau mau menjadi volunteer untuk menemani pasien-pasien asing itu bisa, tapi itu program ke depan, masih jauh, kalau (nanti –red) pasien sudah banyak,” tambah Budiman.

Dari segi pembangunan dan fasilitas, menurut Budiman, biaya pembangunan RS UI menghabiskan sebesar 7 juta rupiah tiap meter perseginya, sudah termasuk rangka, anti gempa, pintu antiapi otomatis, pintu beroperasikan kaki dan masih banyak lagi. RS UI juga terdiri dari area terpisah untuk pasien dan pengunjung. Beberapa area hanya dapat diakses dengan kartu pass khusus, sehingga hanya orang berkepentingan yang bisa masuk.

Teks: Anggito Z.
Kontributor: Fergie Virginia, Safira Izdihar, Aqilla Shafira
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

RS UI sediakan Fasilitas Lengkap dan Efisien
Menristekdikti Resmikan RSUI