DPM UI Panggil BEM UI Terkait Aksi Presidential Threshold

Saturday, 11 August 18 | 10:55 WIB

BEM UI mendapat surat panggilan terkait aksi yang berlangsung pada Rabu (8/8) mengenai Presidential Threshold. Saat diklarifikasi kepada Idmand Perdina selaku Wakil Ketua BEM UI melalui chat, Idmand yang biasa dipanggil Eto tersebut membenarkan hal itu.

Pada Jumat (10/8) tim redaksi pers Suara Mahasiswa UI melakukan wawancara dengan pihak DPM UI terkait isu tersebut. Ulfa selaku ketua DPM UI menyayangkan perihal pelaporan aksi BEM UI yang tidak lengkap.

“Nah ini yang disayangkan sih, jadi dari segi pelaporan itu ada hal yang kurang, harusnya kan ketika laporan walaupun aksinya insidental tuh minimal kayak ada gambaran umum soal aksi yang harus dilakukan. Cuman mungkin kemarin yang diterima ya kan laporannya ke Salim ya (selaku -red) ketua komisi pengawasan tuh kayak belum lengkap,” jelasnya.

Sedangkan Ahmad Salim selaku ketua Komisi Pengawasan DPM UI menjelaskan beberapa hal terkait kronologi isu aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi yang mengangkat isu Presidential Threshold diinisiasi oleh BEM FIA UI. Isu tersbut sudah dilemparkan ke CEM serta diakuinya BEM UI tidak mengatasnamakan BEM se-UI atau IKM UI berkaitan aksi terhadap isu tersebut. Jadi secara prosedural mengenai laporan, mereka sudah melakukan laporan ke pihak DPM UI mengenai aksi yang diajak BEM FIA itu. Sejauh itu, Salim mengatakan bahwa itu tidak terjadi masalah.

Adapun tujuan dari prosedur terkait kewajiban BEM UI harus melakukan laporan terkait penyikapan isu atau aksi kepada DPM UI ialah supaya DPM UI bisa melihat ada tidaknya masukan terhadap aksi yang berkaitan. Namun, DPM UI tidak berhak untuk melarang ataupun memperbolehkan sikap yang diambil terhadap suatu isu hingga aksi yang diambil oleh BEM UI.

Kemudian, Salim juga menjelaskan bahwa DPM UI itu sifatnya pasif jadi tidak aktif memperbolehkan atau melarang.

“Jadi mereka (BEM UI -red) itu udah laporan, Zaadit itu udah laporan. Tapi yang menjadi masalah adalah mereka (BEM UI -red) cuma ngasih tahu aja padahal seengaknya harusnya laporan itu harus mencakup beberapa hal: perizinan dan lain-lain. Ada beberapa hal yang harus dicakup dalam laporan mereka, (namun -red) mereka ( BEM UI -red) nggak ngasih tahu rundownnya ngapain, BEM UI di sana ngapain,” tuturnya.

Sedangkan melihat Ketetapan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia nomor 04/TAP/DPM UI/III/2018 tentang Prosedur Tetap Hubungan DPM dan BEM pasal 16 ayat 3 berbunyi: “Informasi yang disampaikan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Minimal berisi hari, tanggal, jam pelaksanaan, tujuan, sasaran, agenda, estimasi peserta, penanggung jawab, estimasi dan sumber dana, serta muatan dan/atau contoh media yang digunakan; b. Bila dilakukan bersama elemen atau lembaga lainnya di luar IKM UI, maka dalam surat tersebut harus dicantumkan dengan jelas nama dan kontak elemen atau lembaga tersebut.”

Lalu, terkait publikasi aksi tersebut, Salim mengaku bahwa hal itu masih didiskusikan di DPM UI.

“Dari DPM (UI -red) sendiri masih didiskusikan tentang apakah semua aksi BEM UI harus dipublikasikan atau tidak mengingat aksi kemarin merupakan aksi solidaritas,” jelasnya.

Di sisi lain, Salim juga menjelaskan tentang adanya asas keterbukaan. “Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) itu kan landasan BEM UI bergerak ya. Nah di situ tuh disebutin ada asas keterbukaan, asas transparansi. Ya pokoknya setiap lembaga publik di IKM UI (ada -red) asas transparansi, dimana mereka harus terbuka dengan aktivitas yang mereka lakukan, udah ngapain aja, transparan lah ya,” tambahnya.

Selanjutnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan pada malam hari Jumat (10/8) tidak hanya membahas isu aksi BEM UI tetapi juga membahas masalah internal BEM UI, seperti keterlambatan LPJ.

Kemudian, saat ditemui usai RDP, Zaadit Taqwa selaku ketua BEM UI mengatakan bahwa persoalan BEM UI dengan DPM UI sudah selesai. Lalu, ketika ditanya lebih lanjut mengenai hasil RDP, Zaadit menjawab untuk tanya langsung ke DPM UI dan menunggu releasenya DPM UI. “Mending tanya sama DPM (UI -red) aja. Nanti baca releasenya deh, udah clear kok,” jelas Zaadit.

Teks : Halimah Ratna Rusyidah dan Khairunnisa Hadisti

Foto : KabarKampus.com

Editor : Kezia Estha T.

Komentar



Berita Terkait