Dua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Ungkap Kesalahannya Selama Pemira

Sunday, 26 November 17 | 09:29 WIB

Dalam eksplorasi gabungan yang diadakan di Kantin Teknik pada Jumat (24/11), Gigih Prastowo selaku panelis perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menanyakan mengenai dosa yang telah dilakukan oleh Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI selama Pemira IKM UI 2017.

Menurut calon pasangan nomor urut satu, M. Luthfie Arief dan Shendy Ristandi, mereka mengakui sempat berniat melakukan kampanye tanpa izin. Hal tersebut dikarenakan peraturan yang menyulitkan peserta. Hal tersebut baru sampai tahap niat, belum terealisasikan.

Selain itu, El juga melakukan klarifikasi mengenai adanya Hakim Konstitusi, yaitu Muhammad Badru yang tertangkap berada di grup Langit Sore dan isu mengenai plagiarisme Grand Design Narasi Kolaborasi.

Soal keberadaan Hakim Konstitusi di grup Langit Sore, El membenar kan keberadaan Muhammad Badru selaku Hakim Konstitusi di grup Langit Sore. “Saya mengakui ada beliau di grup Langit Sore,” tutur mahasiswa FEB itu. Akan tetapi, kata El, adanya Muhammad Badru di grup tersebut bukan sebagai tim sukses (timses).

El juga menambahkan bahwa grup Langit Sore sudah dibuat sebelum Pemira IKM UI dilaksanakan. Grup itu digunakan untuk menjaring orang-orang yang mendukung El untuk maju sebagai Ketua BEM UI 2018.

“Dia bukan timses, bukan orang yang saya daftarkan (sebagai timses—red). Dia tidak membantu saya, kesalahan saya, dia masih di grup saat Pemira dimulai. Lalu kemudian setelah adanya berita yang dimuat oleh (salah satu akun line yaitu—red ) UI Tubir sekitar jam 10 malam, dan jam 4 sore sebelum di post isu tersebut, dia (Badru—red ) left group (karena—red) MM harus mengurus (masalah sengketa Pemira—red ),” jelas El.

Menurut mahasiswa angkatan 2014 itu, ia tidak akan mendapat keuntungan jika memasukkan Badru ke dalam timsesnya. Bagi El, akan lebih mudah maju menjadi Ketua BEM ketika hanya ada dua calon daripada tiga calon, karena pemetaannya akan lebih mudah ketika hanya memiliki dua calon saja.

Sedangkan mengenai isu plagiarisme Grand Design Narasi Kolaborasi, El memaparkan bahwa Postingan tersebut merupakan tulisan El setahun yang lalu dan ada kesalahan di mana El tidak mengecek Grand Design Mujab. Namun sebenarnya, gagasan itu El sendiri yang membuatnya untuk dimasukkan ke Grand Design Mujab-Yoga.

Di lain pihak, Pasangan Calon nomor urut dua, Zaadit Taqwa dan Idmand Perdina turut melakukan kecurangan seperti memasang baliho di Kansas (Kantin Sastra). “Jadi kami pernah ada miss koordinasi di FIB mengenai pemasangan baliho di Kansas,” tutur Idmand.

Kecurangan lainnya yang dilakukan Zaadit-Eto adalah menabrak izin untuk publikasi. “Terkait izin kampanye, karena menurut kami itu agak menyulitkan, utamanya ketika weekend. Karena perizinan untuk weekend itu harus selesai saat hari Jumat dan itu membuat tim kami (kesulitan—red ) untuk mengurus izin,(akhirnya—red ) minggu lalu kami sempat menabrak izin melakukan publikasi saat weekend,” tutur Zaadit.

 

Teks: Halimah Ratna

Foto: Frista Nanda

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait

Permohonan Wanda-Sayyid Dikabulkan MM, Panitia Pemira Adakan Sidang Banding Ulang
Peserta Pemira IKM UI Beri Jawaban Soal Kenaikan Biaya Pendidikan Vokasi
Ketua Pelaksana Pemira IKM UI Beri Penjelasan Soal Tidak Lolosnya Wanda-Sayyid
Dinyatakan Lolos Bersyarat, M. Luthfie Arif Merasa Sangat Tidak Puas