Dubes Dian Wirengjurit: “Iran Berharap Banyak pada Indonesia.”

Thursday, 19 February 15 | 12:17 WIB

Career Development Center (CDC) UI menggelar kuliah umum bertajuk “Berbagi Pengalaman Meniti Karir Diplomasi” yang diisi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit. Acara itu berlangsung pada hari Rabu (11/2) di FKM UI. Dalam pemaparannya, Dian menjelaskan hubungan diplomatik Indonesia dalam konteks politik.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Iran yang sudah berlangsung cukup lama ini dianggap Dian selalu harmonis dan tanpa masalah. “Soal politik, hubungan kita dengan Iran tidak pernah tidak baik, mereka mengganggap kita saudara, sesama muslim. Kerja sama Indonesia dan Iran itu erat,” ujar alumni Hubungan Internasional UI ini.

Eratnya kerja sama ini terlihat dari sikap saling dukung antara Indonesia dengan Iran dalam organisasi internasional, seperti PBB. “Dalam organisasi apapun kita saling mendukung, jadi secara politik tidak masalah,” tutur Dian.

Namun, Dian juga menjelaskan bahwa saat ini Iran sedang membutuhkan bantuan dan berharap banyak kepada banyak negara termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan embargo ekonomi dan sanksi dari Uni-Eropa dan Amerika Serikat kepada Iran karena pengembangan teknologi nuklir Iran.

“Iran berharap banyak pada Indonesia. Secara psikologi, orang yang kepepet dan  terkucil membutuhkan teman. Pada saat ini, Iran dikucilkan, dengan maksud  dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, Iran dapat collapse dan mengikuti kemauan dari mereka, khususnya menghentikan program nuklir,” ujar lelaki yang juga merangkap sebagai Dubes untuk Turkmenistan ini.

Sayangnya, menurut Dian, banyak masyarakat Indonesia yang berpikir Iran terlalu negatif. “Padahal, kenyataanya tidak seperti yang dipikirkan masyarakat kebanyakan saat ini. Masyarakat terlalu mudah percaya dengan rumor yang disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak jelas, sehingga menimbulkan salah persepsi dengan Iran,” jelas Dian.

Untuk meluruskan persepsi ini, Dian menjelaskan bahwa Iran adalah bangsa yang kuat dan mandiri. “Mereka (Amerika dan Uni Eropa-red.) lupa bahwa Iran bukan satu hanya negara, tapi satu perdaban yang sama kuatnya dengan Romawi dan Yunani. Semangat kemandirian itulah yang membuatnya bertahun-tahun dapat bertahan dari serangan,” tutur Dian dalam kuliah umum itu.

Roni Resky Pauji

Editor: Dara Adinda Kesuma

Komentar



Berita Terkait

RS UI sediakan Fasilitas Lengkap dan Efisien
Korban Revenge Porn Belum Terlindung Payung Hukum yang Tepat
Sisi Kehidupan Kala Menimba Ilmu di Negeri Orang
Sesparlu Gandeng Mahasiswa di Simulasi MSNS 2018