Editorial

Wednesday, 26 November 14 | 06:15 WIB

Awal tahun ini, tercatat empat kasus pembegalan kendaraan bermotor di kawasan Depok dan sekitarnya, bahkan di Jalan Ir. H. Juanda yang merupakan jalan akses Universitas Indonesia (UI). Kerusakan fisik dan materi yang disebabkan, membuat resah masyarakat. Ditambah lagi oleh maraknya peredaran informasi akan kronologi kejadian dan pelaku yang bersifat mendramatisasi.

Stanley Cohen, seorang Sosiolog asal Inggris dalam karyanya berjudul Folk Devils and Moral Panics (1987), menjelaskan mengenai kepanikan moral sebagai reaksi dari kekhawatiran berlebihan suatu populasi mengenai isu yang dianggap mengancam tatanan sosial.

Masyarakat yang dilanda kepanikan moral, seringkali  melakukan stereotipisasi dan penghakiman terhadap kelompok-kelompok masyarakat tertentu, tanpa secara valid melakukan verifikasi informasi.

Konsep yang dicetuskan Cohen ini relevan jika berkaca pada fenomena begal yang terjadi di masyarakat saat ini. Isu dari broadcast message yang entah dari mana asalnya, ditambah oleh peliputan media massa secara berulang-ulang dan mendramatisasi, memunculkan penghakiman massa pada titik ekstrimnya. Jelas, hujatan dan serangan yang berdatangan adalah bentuk upaya melawan ancaman.

Walaupun begitu, masyarakat dan Sivitas UI hendaknya tetap waspada dan cermat. Waspada akan keselamatan diri, serta cermat dalam menyeleksi isu-isu yang beredar. Jangan sampai kita larut dalam emosi massa, sehingga akhirnya main hakim sendiri.

Peran dan upaya pihak keamanan juga perlu ditingkatkan, guna mengurangi kesempatan aksi tindak kejahatan. Tegaskan perspektif akan kasus begal, agar tidak hanya mengejar kehebohan, tetapi menjunjung tinggi akurasi informasi yang kelak menghasilkan pencegahan dan solusi.

Komentar



Berita Terkait