Eksplorasi IKM UI 2019, Calon Kabem dan Wakabem UI 2019 Beberkan Evaluasi Kinerja

Saturday, 03 November 18 | 08:18 WIB

Eksplorasi terhadap pasangan calon (paslon) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang diadakan pada Kamis (1/11) di Taman Bougenville, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. Paslon nomor urut 1, Alfian Tegar Prakarsa dan Muhammad Akbar serta nomor urut 2, Manik Marganamahendra dan Muhammad Rifadli.

Selanjutnya, dalam sesi tanya-jawab bersama panelis, salah satu panelis menanyakan kegagalan apa yang dihadapi oleh tiap paslon dan evaluasi mereka terhadap setahun kepengurusan dalam hal pergerakan.

Menurut Tegar, salah satu evaluasi yang ia sampaikan adalah sulitnya untuk bergerak dan turun ke jalan dewasa ini. “Sekarang kita merasa sulit untuk bergerak, untuk turun ke jalan, dan merasa sulit untuk bisa mendapatkan massa aksi yang jumlahnya banyak, seperti itu,” tutur Tegar.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa BEM UI belum bisa mengontrol isu di IKM UI SUMMIT untuk bergerak seluruhnya.

Sedangkan, Manik menyampaikan evaluasinya mengenai bagaimana mahasiswa seharusnya bisa ikut bergerak dengan masyarakat. “Karena penting ya ketika setiap kita melangkah dan bergerak, BEM meneriakan ‘Hidup Rakyat Indonesia!’ (dan –red) di sinilah yang jadi pertanyaannya, rakyat mana yang kita bela. Di sinilah yang kemudian menjadi evaluasi dan kritik bagi saya sendiri untuk bisa lebih turun kepada masyarakat yang kemungkinan mendapatkan dampak dari permasalahan-permasalahan isu-isu dan isu-isu yang mungkin berkembang di masyarakat sendiri,” jelasnya.

Menjawab kegagalan, Manik mengakui bahwa ia gagal dalam membaca isu. “Untuk tahun ini, saya rasa saya gagal dalam membaca isu yaitu permasalahan universal health coverage sebagai isu strategis,” ucap Manik sembari menegaskan pada akhir pembicaraan bahwa seharusnya ia mengawal isu BPJS Kesehatan.

Selanjutnya, Fadli selaku Calon Wakabem nomor urut 2 menyatakan evaluasi dalam kinerjanya, yaitu bahwa ia kurang melakukan koordinasi dengan Stakeholder di Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK). Selain itu, ia juga mengakui kurangnya follow-up antara Adkesma BEM UI dengan Adkesma fakultas dalam isu-isu tertentu serta keterlambatan dalam berdialog dengan pihak rektorat sebagai bentuk evaluasi.

Sedangkan, Akbar yang merupakan calon wakil ketua BEM UI nomor urut 1 justru menyampaikan pencapaian-pencapaian dan sisi positif yang telah ia capai sebagai bagian dari Adkesma BEM Fakultas Teknik. Pencapaian tersebut antara lain, yaitu mengadvokasikan agar penerima bidikmisi tidak dipungut biaya parkir, mengadvokasikan parkiran di Fakultas Teknik (FT) bisa lebih efisien, serta mengadakan sistem Ujian Tengah Semester (UTS) jujur di FT UI.

Kemudian, eksplorasi berlanjut dengan tanya-jawab penonton dengan peserta atau calon ketua dan wakil ketua BEM UI 2019.

 

Teks: Grace Elizabeth K.
Foto: Grace Elizabeth K.
Editor: Halimah dan Kezia

#PEMIRAIKMUI2018

Komentar



Berita Terkait

Eksplorasi FIB UI: Kedua Paslon BEM UI Beri Pandangan Isu Kekerasan Seksual
Klarifikasi Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2019 Terkait Sokongan Dana
Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor
Eksplorasi Pemira di FT UI: Kedua Paslon BEM UI 2019 Paparkan Gagasan Perihal Komersialisasi Lahan Parkir