Fakta Seputar SNMPTN di UI

Tuesday, 25 April 17 | 06:05 WIB

Saat ditanyai perihal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada Selasa (17/1) lalu, Rifelly Dewi Astuti selaku Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, menyatakan sejumlah fakta yang menjadi pertanyaan para siswa SMA.

Berikut fakta-fakta SNMPTN:

P: Mengapa kuota jalur SNMPTN 2017 dikuangi?

J: (1) Panitia nasional merasa sekolah banyak sekolah yang tidak jujur dalam mengisi nilai, ada nilai yang berbeda antara yang tercantum dalam registrasi online dan rapor, (2) banyak sekolah yang integritasnya kurang, misalnya menerapkan praktik mark up nilai, (3) pemerintah memberikan kesempatan pada siswa untuk bersaiang secara bebas, kompetisinya berdasarkan ujian yang terbuka secara luas (ujian tulis—red).

P: Bagaimana SMA di daerah dapat bersaing dengan SMA di Jakarta dalam hal indeks sekolah?

J: UI mengetahui bahwa masih ada kesenjangan pendidikan di Indonesia, sehingga indeks sekolah dengan nilai tertentu untuk sekolah di Jakarta akan memiliki pertimbangan yang berbeda dengan nilai dengan jumlah yang sama di daerah lain.

P: Apa dasar penilaian SNMPTN di UI?

J: Nilai rapor, prestasi siswa, dan rekam jejak (track record) sekolah yang ditampilkan melalui indeks sekolah.

P: Apakah di UI ada sistem blacklist bagi sekolah?

J: Tidak ada

P: Apakah ada sistem konversi nilai untuk siswa yang lintas jurusan?

J: Tidak ada. Diambil nilai rata-rata.

P: Apakah siswa yang mengundurkan diri ketika diterima melalui jalur SNMPTN berpengaruh pada indeks sekolah?

J: Iya.

P: Jurusan yang paling banyak dipilih dalam SNMPTN?

J: Pendidikan Dokter.

 

Teks: Huda Shidqie, Bianca Adriennawati, Frista Nanda

Ilustrasi: Diana

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait