Feminisme Masuk Dunia Pesantren

Monday, 25 April 16 | 07:50 WIB

Sebagai bentuk perkembangan, feminisme juga masuk ke berbagai kalangan, termasuk pesantren.

Musliha Rofik, koordinator Migrant Care dalam diskusiEmansipasi Wanita Menghadapi Budaya Modernpada Selasa (19/4) di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, menjelaskan pemikiran feminisme yang beredar di pesantren memberikan pemahaman bagi para santriwati menjadi perempuan modern.

“Mereka paham kedudukannya setara dengan laki-laki dan juga paham dengan apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Menurut Musliha, feminisme secamam itu penting untuk dilanjutkan karena saat ini, di pesantren masih tabu jika ada aib seorang perempuan yang keluar.

Saat mepaparkan feminisme dari segi Islam, Musliha juga menunjukkan komparasi antara kehidupan perempuan Arab pra-Islam dengan perempuan Arab pasca-Islam.

Pada periode pra-Islam, perempuan tidak berharga bahkan sampai dibunuh karena dianggap tidak berguna. Selain itu, hal yang paling ditekankan adalah tindakan seperti hubungan seks dianggap sebagai kewajiban perempuan, bukan sebagai hak.

Komparasi ini ditujukan untuk memberitahukan bahwa agama Islam telah mengubah kebiasaan buruk yang merugikan perempuan.

Teks dan foto: Kumara Anggita

Editor: Nurhikmah Octaviani

Komentar



Berita Terkait