FOOD, Inc. : Kejahatan Di Balik Setiap Gigitan

Tuesday, 07 March 17 | 05:14 WIB

Sutradara       : Robert Kenner

Pemeran         : Eric Schlosser

                           Michael Pollan

Genre              : Dokumenter

Durasi             : 93 menit

 

“Mengetahui asal-muasal makanan yang kita makan adalah salah satu titik kemajuan peradaban”

Saat memasuki super market, Anda akan melihat beberapa gambar para petani dan peternak, jajaran pagar, lumbung, rumput hijau, dan kehidupan keluarga mereka yang sejahtera. Sayangnya, gambar yang Anda lihat itu hanya siklus fantasi kaum pastoral belaka. Hal tersebut tidak lain adalah sebuah pencitraan industri makanan kepada Anda. Ada unsur terselubung di sini, di tirai ini, tirai yang menghalangi Anda dengan asal muasal makanan Anda.

Robert Kenner, sutradara senior asal Amerika Serikat, berhasil mengakali tirai tersebut dengan cara bercerita secara ironi melalui film dokumenternya  Food, Inc. yang diangkat dari buku karangan seorang profesor jurnalistik dari Univestias Barkeley, Michael Pollan ; The Omnivore Dilemma dan jurnalis investigator dari The Atlantic Monthly, Eric Schlosser ; Food Nation.

Dalam film ini, secara garis besar Kenner bercerita tentang dampak penerapan sistem pabrik pada dapur industri makanan di Amerika Serikat. Dia menggunakan unsur jurnalistik reportase investigasi untuk mendukung gagasan ceritanya, mulai dari pengambilan gambar hingga pencarian data fakta, baik dengan metode wawancara maupun sumber sekunder sehingga menjadikan filmnya informatif, menciptakan konstruksi argumen diskursus yang tuntas, solid, dan tidak mendoktrin.

Meskipun memakai unsur reportase investigasi yang menjadikan film ini tergolong film yang berat untuk ditonton, sutradara yang pernah meraih penghargaan film dokumenter terbaik dari International Documentary Association ini, berhasil membuat filmnya tidak hanya sekedar selembaran halaman-halaman buku karangan seorang profesor Universitas Barkeley dan jurnalis The Atlantic Monthly yang diberi pembatas buku.

Hal itu dikarenakan Kenner memperhatikan sisi entertaiment dalam membuat filmnya. Dia melakukannya dengan menampilkan animasi yang jenaka, menyajikan musik seperti lagu dari Bruce Springsteen – The Land is Your Land yang dapat menghidupkan film dan pangambilan cuplikan gambar menyeramkan dengan kamera tersembunyi. Misalnya, gambar penjagalan sekumpulan babi dengan metode penghimpitan dinding, atau gambar pemberian pakan sapi dengan jagung yang malah menghadirkan bakteri E.coli ke pentas dunia.

Selain itu, narasumber yang diwawancara tidak hanya menjabarkan fakta, tapi juga mempunyai daya menghanyutkan emosi penonton pada narasumber serta mengambil pendekatan pribadi, dan mengingatkan penonton bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mempengaruhi mereka setiap hari. Misalnya, Keluarga Orozco, keluarga kurang mampu yang tiga anggota keluarganya terpaksa harus menderita diabetes dan jatuh pada dilema besar hanya karena harga sebuah brokoli lebih mahal daripada harga dua buah cheeseburger.

Film ini dibuka dengan berangkat dari opini dua pembicara utamanya, Eric Schlosser dan Michael Pollan yang menyebutkan kecacatan industri makanan Amerika Serikat adalah ulah para perusahaan makanan di Amerika Serikat sendiri, dan mengisi alur ceritanya dengan rangkaian kasus ketidakadilan sekaligus mengkritisi kekuatan hukum yang tunduk pada perusahaan industri makanan.

Dalam membahas kasus ketidakadilan perusahaan industri makanan di Amerika Serikat dan mengkritisi kekuatan hukum yang tunduk pada perusahaan industri makanan, film ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kritikus, seperti Rottentomatoes sebesar 96% dari 106 kritik dan Metacritic sebesar 80% dari 28 kritik ini mengambil beberapa kasus untuk menceritakan hal tersebut.

Misalnya, kasus apatisme pemerintah terhadap pengaduan aktivis keamanan makanan, Barbara Kowalcyk yang anaknya meninggal karena memakan burger, dan kasus pengkhianatan IBP, perusahaan pengepak daging yang mengkhianati tenaga kerjanya dengan bersekongkol pada pemerintah, serta menghadirkan fakta bahwa semua itu terjadi karena sebagian besar penentu kebijakan publik terkait keamanan makanan adalah orang-orang dari perusahaan itu sendiri.

Selain itu, dalam mengisi alur cerita, Food, Inc. juga memempertemukan opini dari peraih penghargaan Heinz Award ke-15 kategori lingkungan, Joel F Salatin dan CEO Stonyfield Farm Garry Hiersberg. Dua narasumber pegiat lingkungan ini memiliki cara berbeda satu sama lain. Salatin ingin membenahi dengan tetap menjadi David, sedangkan Garry lebih memilih untuk menjadikan dirinya sebagai goliath. Membuat film ini kaya akan solusi.

Bila diperhatikan, semua hal yang diangkat dari film yang meraih penghargaan film dokumenter terbaik di Academy Award dan The Independent Spirit Awards pada tahun 2009, sebenarnya telah berhasil dalam memperdalam isu kapitalisme di Amerika Serikat, khususnya kapitalisme industri makanan yang kurang dieksplorasi oleh film karangan Michael Moore, Capitalism : A Love Story. Sebuah alasan yang cukup untuk menjelaskan dalamnya analisis yang dilakukan film berdurasi 93 menit ini.

Sayangnya, dibalik analisisnya yang mendalam film ini malah melahirkan satu kelemahan seperti susunan alur cerita yang kurang kronologis sehingga membuatnya terkesan seperti sebuah pakaian yang belum disetrika. Namun, jika ditinjau secara keseluruhan, maka film besutan Robert Kenner ini masih tergolong sukses memenuhi subtansinya menghadirkan data fakta dan berhasil memberikan nutrisi yang lebih dari cukup untuk mengetahui rahasia dibalik makanan Anda yang berasal dari Amerika.

 

Teks: Bonny Nur Ischaq

Foto: Istimewa

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait