Forum Terbuka Ungkap Alasan Adanya Secure Parking

Sunday, 13 October 19 | 09:47 WIB

Forum terbuka mengenai Secure Parking yang diadakan di Aula Terapung pada 11 Oktober 2019 dilatarbelakangi pernyataan pihak Rektorat UI yang berjanji akan memberikan kajian analisis dan dampak lalu lintas atau andalalin, khususnya isu Secure Parking.

Dalam forum terbuka ini, Gandjar Kiswanto selaku Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas UI menyatakan  ada perubahan yang terjadi di kampus Universitas Indonesia. “Kita ketahui bahwa ada perubahan atau tekanan yang ada di dalam kampus UI, baik itu karena hal internal, yaitu pertumbuhan mahasiswa karena begitu banyak variasi program studi dan peminatan. Kemudian juga pertumbuhan masyarakat di sekeliling UI.” Gandjar menjelaskan bertumbuhnya masyarakat di sekeliling UI membuat semakin banyak transportasi seperti ojek daring masuk ke dalam lingkungan universitas.

Perubahan tersebut mempengaruhi keamanan dan keselamatan sivitas akademika UI. salah satunya tentang pelanggaran lalu lintas. “80% dari data (menunjukkan bahwa -red) pelanggaran dilakukan oleh non-sivitas (akademika UI -red),” tutur Gandjar di tengah menjelaskan latar belakang munculnya Secure Parking.

Selaras dengan Gandjar, Alan Marino yang juga merupakan anggota dari tim transportasi UI Bersama Gandjar dan Tri Cahyono mengutarakan perlunya transparansi indeks polusi di UI, “Indeks polusi kita terendah di Jabodetabek – di saat kita lihat viral dimana-mana (indeks polusi -red) berwarna merah kalau bisa di UI berwarna hijau, jadi itu bukti kinerja kesuksesannya.”

Pihak Rektorat UI bagian Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas UI akan mendeklarasikan sistem parkir yang diaktivasi melalui laman parkir.ui.ac.id lewat akun SSO UI. Salah satu peraturan dalam melakukan aktivasi sistem parkir melalui SSO UI adalah mendaftarkan maksimal dua kendaraan saja, baik kendaraan motor maupun mobil, “Kami akan menginformasikan dengan tenggat waktu bila dilaksanakan,” terang Gandjar yang juga merupakan dosen aktif di Departemen Teknik Mesin UI.

Adapun penamaan Secure Parking menurut Gandjar lebih baik diubah menjadi ‘Sistem Izin Masuk Parking’.

“Ini yang kita sebut ‘Sistem Izin Masuk Parking’ untuk pengelolaan pengembalian lalu lintas UI,” tutur Gandjar.

Alasan penamaan tersebut dilatarbelakangi dari banyaknya kendaraan yang masuk ke Kawasan Universitas Indonesia, seperti contohnya ketika memasuki jam padat pada pukul 07:00-08.30 WIB, kendaraan roda dua yang masuk ke UI mencapai 3.000 sampai 4.000, “Dan itu hanya di pintu gerbatama. Kalau total per hari mencapai 30.000 (kendaraan -red) yang masuk,” tegas Gandjar. Adapun data tersebut diperoleh dari pihak Rektorat UI melalui survei penertiban lalu lintas yang menunjukkan sebanyak 80% kendaraan yang masuk di pintu Gerbatama UI adalah kendaraan roda dua, sedangkan sisanya kendaraan roda empat.

Namun penamaan Sistem Izin Masuk Parking’ itu diubah lagi pada sesi tanya jawab antara pihak Rektorat UI dengan mahasiswa. Nama ‘Secure Parking’ pun disepakati kembali secara tegas menjadi ‘Operator Parkir’.

Di akhir sesi forum terbuka tersebut diadakan penandatangan nota kesepahaman antara pihak Rektorat UI, mahasiwa UI, dan OMK (Ojek Mitra Kampus) UI. Adapun pihak Mahasiswa yang diwakilkan oleh BEM UI dan BEM dari seluruh fakultas se-UI mengutarakan 8 hal yang telah dikonsolidasikan beberapa diantaranya tentang permohonan untuk melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam hal peninjauan harga Secure Parking atau ‘Sistem Izin Masuk Parking’, pendataan mahasiswa kurang mampu, tersedianya tim transportasi dari Rektorat UI  untuk mengadakan evaluasi secara berkala.

“Kami berkomitmen agar lebih baik, tapi kami mohon ada waktu supaya mencapai kestabilan,” harap Gandjar menutup forum terbuka ini.

Penulis: Kezia Estha T.
Foto: Anggara Alvin
Kontributor: M. I. Fadhil
Editor: M. Aliffadli

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Nasib Bus Kuning di Universitas Indonesia
Aksi Secure Parking Jilid 2