FT UI Kembangkan Mobil Nasional Ramah Lingkungan

Sunday, 10 May 15 | 03:52 WIB

Pengembangan mobil nasional kini ini diarahkan ke mobil bertenaga listrik, atau Electric Vehicle (EV). EV merupakan tren pengembangan teknologi kendaraan kedepan yang ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan gas buang sama sekali.

Saat ini, pengembangan mobil nasional bertenaga listrik yang sudah dikembangkan sejak tahun 2010 sedang mengalami proses pengujian oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hampir dua dekade belakangan ini, pengembangan kendaraan di dunia mengarah pada pengurangan atau penghilangan emisi gas buang guna mengatasi pemanasan global dan memperlambat habisnya cadangan minyak dunia.

Selain itu, EV memiliki efisiensi mekanik dan efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional yang menggunakan BBM. Muhammad Adhitya selaku Dosen Fakultas Teknik UI menjelaskan mengenai energi EV.

“Banyak sekali sumber daya energi di Indonesia yang dapat dikonversi untuk menghasilkan tenaga listrik sebagai sumber energi EV, antara lain, sinar matahari, angin, gelombang ombak laut, hingga panas bumi yang tersedia tanpa batas. Tidak seperti minyak bumi yang jumlahnya terus berkurang,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah sedang mendukung pengembangan kendaraan berbasis EV atau yang disebut sebagai Mobil Listrik Nasional (Molina). Hal ini ditandai dengan pemberian dana pengembangan melalui Departemen Keuangan kepada lima Perguruan Tinggi Negeri, yakni UI, UGM, UNS, ITB, dan ITS.

Selain itu, Kementerian Riset dan Teknologi juga mendampingi pengembangan Molina secara penuh. Sebab menurut Adhitya, penggunaan kata “Nasional” pada Molina menggambarkan cita-cita bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Adhitya mengatakan, komponen Molina berjumlah lebih sedikit sehingga relatif lebih mudah dikuasai. Kemudian, melihat ketersediaan sumber daya mineral Indonesia yang tinggi, sangat mungkin bagi Indonesia untuk memproduksi Molina secara  mandiri di masa depan.

Perbedaan yang kompetitif bagi Molina dibandingkan dengan kendaraan berbasis EV buatan luar negeri, adalah komponen lokal kendaraan yang seratus persen diproduksi  di dalam negeri.

Meskipun EV merupakan tren kendaraan masa depan dunia, namun EV disinyalir akan menghadapi beberapa kendala untuk digunakan pada kondisi jalan di tanah air. Contohnya masalah genangan air yang berpotensi menghasilkan hubungan pendek arus listrik.

Namun, menurut Adhitya, hal tersebut dapat diatasi dengan membuat instalasi kelistrikan yang kedap air dan meletakkannya pada posisi yang relatif jauh dari genangan air.

Dr. Ir. Muhammad Asvial, M. Eng selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UI, mengatakan,”Dalam proses penelitiannya Molina tidak menghadapi kesulitan yang berarti, karena penelitian ini didukung penuh oleh pemerintah dan juga dari pihak UI sendiri.”

Untuk kedepannya, Asvial berharap agar penelitian ini lebih gencar dipublikasikan, serta adanya pembuatan jurnal internasional untuk eksistensi karya putra–putri bangsa Indonesia.

Berliyantin Puspaningrum

Foto: Sinarharapan.co

Editor: Melati Suma Paramita

Komentar



Berita Terkait