Gerakan Rakyat Berdaulat Tolak Pilkada Tidak Langsung

Wednesday, 08 October 14 | 07:17 WIB

Selasa (7/10), bertempat di ruang F202 Gedung F FISIP UI, berbagai elemen masyarakat menyatakan penolakannya terkait UU No. 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak langsung oleh DPRD yang baru-baru ini disahkan oleh DPR.

Gerakan yang menamakan diri Gerakan Rakyat Berdaulat itu merupakan gabungan dari organisasi mahasiswa, akademisi (dosen dan peneliti), pegiat isu demokrasi dan HAM, organisasi buruh, organisasi perempuan, lembaga kajian, organisasi pemuda, relawan, organisasi masyarakat adat, organisasi tani, pegiat seni dan budaya, asosiasi profesi dan organisasi pegiat lingkungan.

Mereka menilai, Pilkada tak langsung adalah bentuk pengabaian partisipasi rakyat dalam politik. Hal itu merupakan pembajakan demokrasi yang mengancam jatuhnya prinsip kedaulatan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. “Masyarakat perlu melakukan konsolidasi guna mengawasi dan memastikan tidak hilangnya suara rakyat dalam proses pemilihan kepala daerah,” ujar salah seorang perwakilan gerakan.

Dimoderatori oleh sejumlah akademisi dari Departemen Ilmu Politik FISIP UI, termasuk Drs. Dirga Ardiansa, M.Si (ahli statistik Pusat Kajian Politik UI), serangkaian acara diawali dengan diskusi singkat dari masing-masing pihak yang mewakili elemen organisasi. Diskusi singkat yang membahas sejumlah fakta tentang Pilkada langsung kemudian beralih agenda menjadi penyusunan pernyataan bersama oleh masing-masing perwakilan elemen organisasi yang turut bergabung dalam Gerakan Rakyat Berdaulat.

“Walaupun sudah dikeluarkan Perppu No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang mengembalikan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat, namun hal itu belum bisa menjamin kembalinya pemilihan kepala daerah oleh rakyat,” jelas salah seorang perwakilan dari YLBHI. Dalam menetapkan pernyataan bersama, seringkali terdengar gaduh dan ricuh karena sempat ada perdebatan sengit dalam membuat pernyataan bersama.

Setelah pernyataan bersama telah selesai dibuat, masing-masing perwakilan dari elemen organisasi yang tergabung menyertakan turut menyuarakan pernyataan bersama lewat agenda aksi di Kampus UI Depok pada pukul 17.00 WIB.

Andika Sabilla Arifin

Komentar



Berita Terkait

Mengulik Potensi Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Iran
Dubes Dian Wirengjurit: “Iran Berharap Banyak pada Indonesia.”
Aliansi UI untuk Demokrasi Buka Posko Tolak UU Pilkada
Tolak Pilkada Tak Langsung, BEM UI Siap Gelar Aksi Lebih Besar