Gerkatin dan Pemerintah Akan Bertemu Bahas Bahasa Isyarat Indonesia

Tuesday, 15 March 16 | 06:21 WIB

“Belum ada tanggal pasti, kira-kira dua minggu lagi Gerkatin akan bertemu Badan Bahasa,” ungkap Iwan Satryawan, peneliti di Laboratorium Riset Bahasa Isyarat FIB UI yang juga aktif di kepengurusan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu (Gerkatin), Senin (7/3).

(Baca: Pemerintah Rencanakan Susun Kamus Bahasa Isyarat Terbaru)

Gerkatin dibantu LBRI (Laboratorium Riset Bahasa Isyarat) FIB UI dalam berdialog dengan Badan Perencaan dan Pengembangan Bahasa.

”Saya sudah menelepon Badan Perencanaan dan Pengembangan Bahasa, saat ini teman–teman Gerkatin sedang menyiapkan materi,” ungkap Rahyono, Kepala Departemen Lingustik FIB UI saat ditemui di FIB UI (10/3).

Pemerintah tahun ini berencana menyusun kamus BISINDO (Bahasa Isyarat dan Sistem Bahasa Isyarat) terbaru. Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar menyarankan Direktur PKLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) dan semua pihak yang terkait agar mengakomodasi Asosiasi (Tuli) memasukkan kosakata dan lema BISINDO kedalam kamus terbaru yang akan disepakati bersama,” ujarnya, Minggu (21/2).

Ada dua jenis bahasa isyarat di Indonesia yaitu SIBI dan BISINDO. SIBI (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia) ialah sistem bahasa isyarat buatan yang dibuat pemerintah pada 1994 silam untuk mengakomodir kebutuhan Bahasa Isyarat di Indonesia.

Adapun BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) adalah bahasa isyarat alami yang dikembangkan oleh Asosiasi Tuli. Salah satu yang mengembangkannya BISINDO adalah Gerkatin. SIBI dan BISINDO memiliki Sistem Bahasa Isyarat dan kosakata yang berbeda.

Mengenai Problema Bahasa Isyarat di Indonesia selengkapnya di Majalah Suara Mahasiswa UI #32 yang segera terbit.

 

Anggino Tambunan

Foto : Ivana Raharja

Editor : Nurhikmah Octaviani

 

 

Komentar



Berita Terkait