Grand Launching GUIM VI: Banyak Manfaat Saat Jadi Relawan

Tuesday, 27 September 16 | 08:12 WIB

“Belajar dan mengajar tidak bisa terpisahkan, ketika mengajar, berarti Anda juga belajar,” ujar Henny Supolo Sitepu, Ketua Yayasan Cahaya Guru pada Grand Opening Gerakan UI Mengajar (GUIM) VI di Pusat Studi Jepang UI pada Jumat (9/9).

Ada banyak manfaat yang akan didapat ketika mengikuti kegiatan kerelawanan di bidang pendidikan. Hal itu diakui oleh Aisyah Mauludia, pengajar GUIM angkatan V. Menurutnya, banyak pelajaran yang didapat ketika menjadi seorang relawan pengajar.

“Pelajaran utama yang didapat adalah cara berkomunikasi dengan anak-anak. Jika berkomunikasi dengan anak-anak, kata-kata yang kita gunakan harus dibentuk dengan sesederhana mungkin. Dunia itu ternyata ga rumit. Belajar itu ga rumit,” ujarnya.

Menjadi seorang pengajar, ternyata bukan hanya mendatangkan manfaat untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Hal tersebut dibenarkan oleh Henny yang merupakan praktisi pendidikan.

“Jadi mengapa saya lebih tertarik pada dunia pendidikan, karena saya merasa lebih banyak belajar dari orang sekitar saat saya mengajar,” paparnya.

Henny juga mengungkapkan, penggunaan kata “relawan” sebenarnya tidak cocok, karena yang lebih mendapatkan suatu hal adalah diri kita sendiri. “Yang lebih dibantu adalah kita. Mengajar dan belajar ada dalam satu tarikan nafas, tidak terpisahkan,” ujar Henny.

Menjadi seorang pengajar dalam kegiatan pengabdian juga diyakini Trisa sebagai sebuah hal yang menyenangkan. Bagi perempuan yang pernah menjadi Pengajar Muda “Indonesia Mengajar” tersebut, suka dan duka menjadi seorang relawan pasti ada. Namun, semua duka yang dirasakan akan hilang dengan sendirinya.

“Pasti ada saat-saat duka seperti jauh dari rumah, dan lain-lain. Saat itu, mungkin susah, tapi ketika sekarang melihat ke belakang, ternyata seru, karena bisa diceritakan ke anak saya,” paparnya.

Trisa yang sejak dulu ingin jadi pengajar merasa bersyukur atas pembelajaran hidup yang di dapat dari kegiatan relawan semacam itu.

Teks: Eri Tri Anggini

Foto: Dwi Riza Kurnia

Editor: Frista Nanda Pratiwi

Komentar



Berita Terkait