Hidup Seorang Anna Karenina

Monday, 13 October 14 | 06:20 WIB

Judul                           : Anna Karenina

Penulis                         : Leo Tolstoy

Penerbit                       : KPG

Tahun Terbit                : 1878 (Cet. Pertama), 2007

Tebal Buku                  : 546 hlm. + 600 hlm. (2 buku)

 

“Setiap keluarga bahagia itu serupa; Setiap keluarga tidak bahagia itu tidak bahagia dengan cara mereka sendiri”

Anna Karenina adalah salah satu tokoh yang punya cerita tidak bahagia tentang keluarga. Kisah hidupnya merupakan sebuah kisah cinta tragis mengenai seorang Aristokrat dengan ikatan pernikahan dan perselingkuhannya bersama Count Vronsky yang kaya raya. Semua dimulai ketika Anna sampai di rumah yang sedang tertimpa kemalangan karena perselingkuhan yang dilakukan oleh adik laki-laki Anna, “Stiva”. Situasi inilah yang kemudian menjadi gambaran situasi Anna, walau dalam kasusnya toleransi yang diberikan oleh sosial lebih rendah.

Seorang bujangan, Vronsky, jatuh cinta pada pandangan pertama melihat pesona Anna saat bertemu di stasiun kereta. Vronsky yang berhasil meraih hati Anna, dengan senang hati akan menikahi Anna apabila ia bersedia meninggalkan suaminya Karenin, seorang pegawai pemerintahan. Walau begitu, Anna lemah baik terhadap tekanan norma sosial masyarakat Rusia, kegelisahan pribadinya, maupun kebimbangan Karenin. Pada akhirnya Anna dan Vronsky melarikan diri ke Italia, tetapi di sana mereka kesulitan berteman dengan orang-orang sekelas mereka.

Setelah kembali ke Rusia, Anna dihindari orang sekitarnya dan merasa semakin terisolasi dan cemas. Vronsky di lain pihak, tetap memperoleh kebebasan dalam kehidupan sosialnya. Anna semakin merasa paranoid dan posesif terhadap bayangan yang ia miliki akan perselingkuhan Vronsky. Anna akhirnya kehilangan kendali terhadap dirinya, kemudian kehilangan nyawanya ditempat ia pertama kali bertemu Vronsky, cinta tragisnya.

Selain Anna tokoh sorotan lain adalah Levin, seorang tuan tanah yang ingin menikahi Kitty, ipar dari adik Anna. Kisahnya berkisar antara perjuangannya mendapat hati Kitty, mengelola tanahnya, pernikahannya, masalah personalnya, hingga kelahiran anak pertamanya.

Sebagai sebuah novel transisi antara realist dan modernist, novel ini menjelajahi jangkauan topik yang cukup luas. Topik-topik ini antara lain berupa kritik terhadap sistem feodal Rusia saat itu, dengan kata lain politik. Tema yang dibahas juga memiliki jangkauan yang cukup luas. Tema-tema itu antara lain kemunafikan, kecemburuan, kepercayaan, kesetiaan, konsep keluarga, lingkungan sosial, kemajuan, gairah jasmaniah, hingga perbedaan gaya hidup kota dan desa.

Novel ini pertama kali diterbitkan dalam sebuah serial di The Russian Messenger sejak 1873 hingga 1877 dalam 8 bagian. Novel utuhnya kemudian terbit tahun 1878. Anna Karenina merupakan karya pertama yang Tolstoy nyatakan sebagai novel yang sesungguhnya. Dalam hal ini, Dostoyevski menyatakan Anna Karenina sebagai sebuah karya seni yang tanpa cela. Hal ini pun disetujui oleh Vladimir Nabokov dan William Faulkner, sebagai novel dengan penulisan terbaik.

Kepopuleran novel ini menempatkannya dalam 10 besar novel terbaik menurut majalah Time tahun 2007. Pengakuan lain ditanyakan dengan adaptasi berulang dari novel ini. Dimulai dari tahun 1911 hingga terakhir tahun 2013. Hal ini menunjukkan bahwa Anna Karenina merupakan kisah yang tak lekang dimakan waktu.

Pamor dan kesuksesan Anna Karenina sebagai novel dan Leo Tolstoy sebagai penulis bukan tanpa dasar. Gaya penulisan yang berbentuk narasi orang ketiga memberikan gambaran detail dan sudut pandang menarik buat pembaca. Semua keterangan ini ditulis dalam sebuah narasi yang mengalir. Keberhasilan Tolstoy menggambarkan pandangan politiknya lewat konflik antar tokoh adalah kelebihan lain dari novel ini. Ia juga sukses memberikan hasil observasinya akan idiologi, prilaku dan ide dari Rusia kontemporer lewat tokoh Levin.

Banyak hal mengenai buku ini maupun penulisnya yang dapat dijadikan bahan diskusi. Salah satu bukti dari hal ini adalah masih adanya adaptasi kisah ini hingga tahun 2013, yang sekali lagi menambah daftar orang yang memberikan sudut pandang dan intepretasi dari kisah ini. Setelah membaca sedikit, sulit untuk menaruhnya kembali sebelum menyelesaikannya. Begitu banyak pesona yang masih bisa dijelajahi dari salah satu klasik terbaik sepanjang masa ini.

Putri Diani P. Maharsi

Komentar



Berita Terkait

Pertemuan untuk Masa Lalu
Lolongan Hati Howl
OKK UI 2014: Kita UI!
Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah