Ini Syarat Aman Melakukan Olahraga Gym dan Yoga

Thursday, 02 April 15 | 11:32 WIB

Kegemaran berolahraga pada umumnya akan membawa kebugaran pada tubuh seseorang, begitu pula dengan olahraga gym dan yoga. Namun, di masyarakat, masih berkembang kesalahan persepsi mengenai istilah “gym” yang masih dikaitkan dengan alat-alat berat untuk melakukan olah tubuh.

Padahal, kata ‘gym’ sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani yaitu ‘gymnasium’ yang berarti tempat di mana terdapat sarana bagi mereka yang ingin menyegarkan tubuh dengan berolahraga. Sedangkan, kata ‘yoga’ berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu ‘yuj’ yang bermakna menghubungkan dan kemudian dimaknai sebagai persatuan spirit individu dan universal.

Selain manfaat umum yang diperoleh, gym dan yoga memiliki manfaat khusus yang menjadi pembeda dari olahraga lain. Olahraga gym yang membutuhkan dukungan alat-alat berat yang membuat tubuh berusaha lebih keras. Ketika tubuh berusaha lebih keras, hal tersebut akan membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Pada akhirnya, terjadi penurunan berat badan karena lemak yang ada di tubuh sudah berkurang melalui proses pembakaran. Selain itu, latihan menggunakan alat berat secara rutin membantu peningkatkan massa otot. Peningkatan massa otot ini akan membentuk tubuh menjadi lebih kekar dan meningkatkan kekuatan jantung serta paru-paru.

Sementara itu, peningkatan fleksibelitas menjadi hasil utama dari olahraga yoga. Gerakan-gerakan pada yoga membuat tubuh berusaha untuk bergerak seluas-luasnya sehingga mencapai kelenturan yang maksimal. Tidak hanya itu, olahraga yoga yang memiliki makna penyatuan antara jiwa, pikiran, dan tubuh ini juga dapat meningkatkan kinerja otak untuk  berkonsentrasi secara penuh.

“Gerakan yoga tuh kelihatannya simple, orang menganggap lo lagi ngapain sih? Tapi, kalau kita konsentrasi dengan benar, yoga tuh bisa bikin keringetan dan terbukti ngasih efek buat tubuh,” ujar Nurhikmah Octaviani, mahasiswa yang rutin melakukan olahraga yoga.

Senada dengan Nurhikmah, Pradipta Narendra, mahasiswa yang giat melakukan gym, mengatakan, “Alasan gue nge-gym ya untuk kesehatan karena kesehatan itu penting, alasan khususnya yaitu untuk membentuk tubuh. Terus juga daripada lo ngabisin waktu percuma buat nongkrong, main-main atau melakukan hal yang nggak ada manfaatnya, lebih baik waktunya lo pergunakan untuk hal yang lebih positif seperti olahraga.”

hidup sehat dengan nge-Gym oleh Cindy Andika Fiona (3)

Supaya Aman Melakukan Gym dan Yoga

Untuk memulai gym dan yoga, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. “Sebenarnya setiap olahraga memerlukan syarat sebelum melakukannya, seperti pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kebugaran sebelum melakukan olahraga untuk menyusun program latihan yang sesuai,” ungkap Ade Jeanne Tobing, Ahli Kedokteran di Bidang Olahraga, saat ditemui di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran UI, bulan Februari lalu.

Ade juga mengatakan bahwa terdapat syarat-syarat lain, seperti penggunaan perlengkapan olahraga yang sesuai, yaitu pakaian dan sepatu khusus untuk olahraga. Kemudian untuk aturan makan, khususnya makan besar sebaiknya dilakukan 3-4 jam sebelum olahraga. Namun, konsumsi makanan ringan masih diperbolehkan. Persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah istirahat yang cukup serta menghindari alkohol dan rokok.

“Waktu yang ideal untuk melakukan olahraga itu ditentukan juga oleh durasinya. Idealnya 3-5 kali seminggu dengan durasi 20-60 menit untuk latihan inti. Sebelum melakukan latihan inti diharuskan melalui tiga tahapan, yaitu pemanasan, latihan inti, kemudian pendinginan,” jelas Ade saat ditanya mengenai waktu yang ideal bagi mahasiswa untuk melakukan gym dan yoga.

Gym dan yoga harus dilakukan sesuai porsinya. Jika dilakukan secara berlebihan, keduanya dapat menyebabkan beberapa efek negatif. Efek negatif yang akan muncul di antaranya kelelahan, mual, pusing kepala bahkan sampai depresi. Oleh sebab itu, penting untuk mengikuti petunjuk yang telah disarankan.

Gym dan yoga juga bukan olah fisik yang ringan. Pendampingan bagi pemula sangat diperlukan saat melakukannya pertama kali. Hal ini dimaksudkan untu menghindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Kesalahan melakukan gerakan, seperti cedera pada otot maupun cedera pada tulang, misalnya.

“Konsisten untuk latihan secara teratur dan sesuai porsinya, jangan lupa juga menjaga pola makan. Kedua hal tersebut merupakan kunci keberhasilan untuk memperoleh manfaat yang optimal,” tutup Ade.

Susi Ambarwati

Foto: Cindy Andika Fiona

Editor: Dara Adinda Kesuma Nasution

Komentar



Berita Terkait