Irman Faiz Sabet Gelar Mawapres Utama UI 2016

Saturday, 14 May 16 | 10:42 WIB

Kemarin (13/2), Malam Apresiasi Prestasi dan Pengumuman Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Utama UI digelar di Gedung Sabha Widya, Universitas Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met., Direktur Kemahasiswaan UI, Arman Nefi, S.H., M.M., para Dekan Fakultas Se-UI, 15 Finalis Mawapres Utama, dan orang tua finalis sebagai undangan.

UI Umumkan Tiga Mahasiswa Berprestasi 2016

Tiga dari 15 orang finalis Mapres UI dinyatakan berhasil meraih gelar Mawapres tingkat UI. Mereka adalah Yola Miranda dari Fakultas Teknik (FT) UI sebagai juara ke-3, Badai Yuda Pratama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI sebagai juara kedua, dan Irman Faiz dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI sebagai Mawapres Utama UI 2016.

Menurut Rektor UI Mawapres merupakan mahasiswa terpilih dari berbagai proses penyeleksian. “Kalian (Mawapres -red) adalah generasi muda, generasi yang selalu membuat perubahan. Kalian yang sudah masuk nominasi merupakan orang-orang yang kami harapkan dapat mewakili UI di tingkat Indonesia (Nasional -red),” tuturnya.

Irman Faiz mengaku sangat senang sekaligus tidak menyangka dirinya dinobatkan sebagai Mawapres Utama 2016. Pasalnya, kemenangan Rangga Husnaprawira dari FEB pada tahun 2015 lalu turut menjadi beban tersendiri baginya sebagai finalis.

“Ada beban juga tahun lalu kan FEB menang (tahun lalu—red) takutnya tahun ini nggak, jadi aku takut banget. Ketika udah diumumin itu rasanya plong”.

Setelah ini, Mawapres Utama UI yang juga meraih penghargaan nominasi sebagai Karakter Terbaik, Curriculum Vitae (CV) Terbaik, dan Rumpun Soial Humaniora (Soshum) Terbaik tersebut akan mewakili UI di tingkat nasional.

Dalam persiapan menuju pemilihan Mawapres Utama Nasional, Irman mengaku akan melibatkan banyak pihak untuk membantunya, termasuk teman-teman di UI dan dosen pembimbing. Hal itu bertujuan agar persiapan menjadi lebih matang dan tajam.

“Persiapan yang di UI aku ditemenin sama teman-teman belajarku buat paper (makalah—red), aku kasih paper aku buat dikritisi. Aku minta tolong dosen Pak Untung dari Sastra Indonesia dan presentasi juga dikritisi,” paparnya.

Saat ditanya mengenai pesan untuk para penerusnya kelak, menurutnya, jangan pernah takut bermimpi dan melakukan sesuatu untuk merealisasikannya, karena sejatinya, mimpi hanyalah akan menjadi mimpi jika tanpa realisasi. “Dan ketika lo melakukan sesuatu, harus consistent (konsisten—red) dan persistent (gigih—red),” pungkasnya.

Teks dan foto: Huda Shidqie

Editor: Frista Nanda Pratiwi

Komentar



Berita Terkait