Janji BEM UI Pergi ke Asmat, Zaadit Taqwa Lakukan Konferensi Pers

Tuesday, 13 February 18 | 08:36 WIB

Senin (12/02) di Sekretariat BEM UI, M. Zaadit Taqwa mengumumkan keberangkatan pertama perwakilannya ke Asmat yang bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diberangkatkan Senin (12/02) pukul 15.00 WIB sebagai bentuk tindak lanjut dari penggalangan dana yang telah dilakukan.

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Asmat yang sudah dicabut oleh pemerintah bukan berarti gerakan dan kerja yang dilakukan BEM UI telah usai, “Masih banyak hal-hal yang harus diperhatikan dan perlu dibantu untuk teman-teman kita di Asmat,” ujar Zaadit.

Oleh karena itu, BEM UI dan aliansi BEM Fakultas se-UI membuat Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk atau GABRUK lewat penggalangan dana melalui Kitabisa.com/donasiasmat yang saat ini (12/02) telah terkumpul sebanyak Rp226.600.000,00 dan akan disalurkan melalui ACT dan UI Peduli serta masih dibuka penggalangan dana hingga Selasa (13/02).

Dijelaskan pula bahwa ada dua keberangkatan ke Asmat guna memperluas jangkauan dan gambaran mahasiswa UI terkait kondisi distrik Asmat yang tidak memungkinkan perwakilan UI untuk menjangkau semua titik distrik. Dua keberangkatan tersebut terdiri dari pihak BEM UI berkolaborasi dengan ACT dan pihak UI Peduli yang turut pula nantinya akan memberangkatkan peneliti Antropologi, peneliti gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, tim Dokter UI, dan perwakilan BEM Fakultas bidang Sosial Masyarakat.

“Keberangkatan melalui kerja sama ACT akan memasuki distrik Siret dan keberangkatan UI Peduli akan memasuki distrik Fayet,” jelasnya. Bentuk bantuan yang diberikan oleh dua perwakilan keberangkatan berupa pelayanan kesehatan, pemberian paket gizi dan pangan, serta akses aman ke rumah-rumah warga.

“Tolak ukur keberhasilan dari keberangkatan melalui ACT yang pertama untuk membantu teman-teman kita di Asmat dan donasi dapat tersalurkan, yang (keberangkatan — red) kedua yaitu memberikan gambaran pada mahasiswa terkait kondisi seperti apa yang dialami oleh teman-teman di Asmat dan harapannya setelah itu ada tindak lanjut dari pemerintah agar kejadian di sana bisa benar-benar selesai.”

Adapun Zaadit Taqwa mengakui tidak dapat berangkat ke Asmat karena telah mempunyai agenda Musyawarah Nasional BEM SI dan ia beranggapan Idmand Perdina yang membawahi bidang Sosial Masyarakat lebih baik untuk mewakili keberangkatan BEM UI melalui ACT.

“BEM UI berkomitmen tetap bersama pemerintah menjadi mitra kritisi pemerintah selama satu tahun ke depan dan kami masih menunggu respon pemerintah terhadap ketiga isu yang kemudian kami angkat dalam Kartu Kuning Jokowi. Pertama adalah Kejadian Luar Biasa Campak dan Gizi Buruk di Asmat, kedua adalah terkait Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Sumatra Utara yang berasal dari perwira polisi aktif, dan yang ketiga adalah draft Permenristekdikti tentang pergerakan kemahasiswaan,” Ujar Zaadit

Keberangkatan pertama pada Senin (12/02) diwakili oleh Idmand Perdina selaku Wakil Ketua BEM UI 2018, Diana selaku Pemimpin Umum Pers Suara Mahasiswa UI, Faizal Haq selaku ketua BEM Vokasi UI 2018 serta Nur Aulia Fitriani selaku Wakadep Eksternal BEM Vokasi UI 2018. Adapun pemilihan dan keputusan mengenai perwakilan yang berangkat dan berkolaborasi dengan ACT telah melewati proses musyawarah yang dilakukan oleh forum Sosmaslingnet BEM se-UI.

 

Foto: Legia Nurul Azmi

Teks: Legia Nurul Azmi

Editor: Kezia Estha Tumbol

Komentar



Berita Terkait

Hadir di Dies Natalis UI ke-68, Jokowi Diacungkan ‘Kartu Kuning’ oleh Ketua BEM UI 2018